alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Minta Pemerintah Stabilkan Harga Gabah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga gabah di kalangan petani mendapat perhatian dari jajaran legislatif. DPRD Bondowoso pun menyuarakan agar harga gabah tetap dalam kondisi stabil. Sebab, di masa panen ini, harganya justru turun, sehingga tidak sesuai harapan petani.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso Moh Supriadi menuturkan, harga gabah harus dilakukan monitoring secara berkala. “Menyikapi anjloknya harga gabah, kami meminta pemda untuk melakukan monitoring dan mendorong stabilisasi harga,” ucapnya.

Dia mengakui, jatuhnya harga jual gabah itu membuat petani mengeluh. Sebab, harganya berkisar di angka Rp 3.400 hingga Rp 3.600 per kilogram. Petani menganggap, harga tersebut tidak cukup untuk menutupi biaya tanam padi. Mereka terancam merugi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apalagi, kini juga masih sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Belum lagi, potongan yang mencapai angka 10-13 persen, membuat petani semakin terimpit dan menjerit. “Pemerintah harus menjalankan fungsi monitoring, koordinasi, dan pengawasannya agar petani tidak dirugikan. Saya berharap, Bulog juga bisa membeli gabah petani dengan harga yang kompetitif,” jelas dia.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga gabah di kalangan petani mendapat perhatian dari jajaran legislatif. DPRD Bondowoso pun menyuarakan agar harga gabah tetap dalam kondisi stabil. Sebab, di masa panen ini, harganya justru turun, sehingga tidak sesuai harapan petani.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso Moh Supriadi menuturkan, harga gabah harus dilakukan monitoring secara berkala. “Menyikapi anjloknya harga gabah, kami meminta pemda untuk melakukan monitoring dan mendorong stabilisasi harga,” ucapnya.

Dia mengakui, jatuhnya harga jual gabah itu membuat petani mengeluh. Sebab, harganya berkisar di angka Rp 3.400 hingga Rp 3.600 per kilogram. Petani menganggap, harga tersebut tidak cukup untuk menutupi biaya tanam padi. Mereka terancam merugi.

Apalagi, kini juga masih sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Belum lagi, potongan yang mencapai angka 10-13 persen, membuat petani semakin terimpit dan menjerit. “Pemerintah harus menjalankan fungsi monitoring, koordinasi, dan pengawasannya agar petani tidak dirugikan. Saya berharap, Bulog juga bisa membeli gabah petani dengan harga yang kompetitif,” jelas dia.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga gabah di kalangan petani mendapat perhatian dari jajaran legislatif. DPRD Bondowoso pun menyuarakan agar harga gabah tetap dalam kondisi stabil. Sebab, di masa panen ini, harganya justru turun, sehingga tidak sesuai harapan petani.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso Moh Supriadi menuturkan, harga gabah harus dilakukan monitoring secara berkala. “Menyikapi anjloknya harga gabah, kami meminta pemda untuk melakukan monitoring dan mendorong stabilisasi harga,” ucapnya.

Dia mengakui, jatuhnya harga jual gabah itu membuat petani mengeluh. Sebab, harganya berkisar di angka Rp 3.400 hingga Rp 3.600 per kilogram. Petani menganggap, harga tersebut tidak cukup untuk menutupi biaya tanam padi. Mereka terancam merugi.

Apalagi, kini juga masih sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Belum lagi, potongan yang mencapai angka 10-13 persen, membuat petani semakin terimpit dan menjerit. “Pemerintah harus menjalankan fungsi monitoring, koordinasi, dan pengawasannya agar petani tidak dirugikan. Saya berharap, Bulog juga bisa membeli gabah petani dengan harga yang kompetitif,” jelas dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/