alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Butuh Seharian Evakuasi Thoriq

Mobile_AP_Rectangle 1

Selanjutnya jenazah Thoriq diserahkan ke pihak keluarga. Pihak keluarga sendiri, memutuskan untuk memakamkan Thoriq di Sidoarjo. Sehingga dari RSD Koesnadi, jenazah akan dikirim ke Sidoarjo. “Kami keluarga SMKN 1 Bondowoso, yang merupakan tempat ayah Thoriq mengajar, mendengar jika keluarga meminta pemakaman dilakukan di Sidoarjo. Dan kami sangat berduka cita,” ujar Arif Firmansyah, Guru SMKN 1 Bondowoso.

Diberitakan sebelumnya, Thoriq Rizky Maulidan, mendaki Bukit Piramid pada Minggu 23 Juni 2019. Saat itu ia bersama rombongan tiga rekannya yang sama-sama alumni SMPN 4 Bondowoso. Tiga rekannya adalah Pungky Filzah Pranata, Rizky Sumardana dan Syafril.
Pungky Filzah Pranata mengungkapkan, rombongannya sudah mencapai puncak sekitar pukul 16.00. Saat itu langsung turun namun cuaca di atas ada kabut tebal.

Rombongan itu melakukan pendakian karena ingin bersenang-senang. Maksud mendaki pada sore hari karena ingin melihat sunset dari atas Bukit Piramid. Saat itu, tidak hanya ada rombongannya saja. Di bukit itu, juga ada pendaki lain. Namun rombongan korban, turun paling akhir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat rombongan turun, suasana di atas kabutnya tebal. Rekan-rekan Thoriq tidak tahu pasti dimana Thoriq. Namun Pungki menjelaskan jika saat turun dari puncak, Thoriq berada paling depan. “Saya sempat tanya arah jalan, kata Thoriq percaya diri saja,” jelasnya.
Begitu kabut, jarak Thoriq semakin jauh.

Sementara temannya saling menunggu teman yang paling belakang. Sesampainya di bawah, Thoriq ternyata belum sampai. Sebab Syarif, salah seorang tim kebetulan tidak ikut sampai puncak. Ia tidak kuat. Makanya menunggu di bawah. “Katanya tidak ada Thoriq turun, akhirnya kami turun ke perkampungan dan langsung ke keluarga Thoriq,” jelasnya.

Saat diatas, Pungky mengatakan pihaknya sempat menunggu korban. Sembari memanggil-manggil namanya. Namun sampai pukul 17.30, tidak kunjung ada jawaban. Akhirnya diputuskan turun ke perkampungan. “Manggil berkali-kali, lebih dari 10 kali saya panggil nama Toriq. Tapi hening. Akhirnya kita putuskan turun untuk melaporkan pada keluarga,” tuturnya.

- Advertisement -

Selanjutnya jenazah Thoriq diserahkan ke pihak keluarga. Pihak keluarga sendiri, memutuskan untuk memakamkan Thoriq di Sidoarjo. Sehingga dari RSD Koesnadi, jenazah akan dikirim ke Sidoarjo. “Kami keluarga SMKN 1 Bondowoso, yang merupakan tempat ayah Thoriq mengajar, mendengar jika keluarga meminta pemakaman dilakukan di Sidoarjo. Dan kami sangat berduka cita,” ujar Arif Firmansyah, Guru SMKN 1 Bondowoso.

Diberitakan sebelumnya, Thoriq Rizky Maulidan, mendaki Bukit Piramid pada Minggu 23 Juni 2019. Saat itu ia bersama rombongan tiga rekannya yang sama-sama alumni SMPN 4 Bondowoso. Tiga rekannya adalah Pungky Filzah Pranata, Rizky Sumardana dan Syafril.
Pungky Filzah Pranata mengungkapkan, rombongannya sudah mencapai puncak sekitar pukul 16.00. Saat itu langsung turun namun cuaca di atas ada kabut tebal.

Rombongan itu melakukan pendakian karena ingin bersenang-senang. Maksud mendaki pada sore hari karena ingin melihat sunset dari atas Bukit Piramid. Saat itu, tidak hanya ada rombongannya saja. Di bukit itu, juga ada pendaki lain. Namun rombongan korban, turun paling akhir.

Saat rombongan turun, suasana di atas kabutnya tebal. Rekan-rekan Thoriq tidak tahu pasti dimana Thoriq. Namun Pungki menjelaskan jika saat turun dari puncak, Thoriq berada paling depan. “Saya sempat tanya arah jalan, kata Thoriq percaya diri saja,” jelasnya.
Begitu kabut, jarak Thoriq semakin jauh.

Sementara temannya saling menunggu teman yang paling belakang. Sesampainya di bawah, Thoriq ternyata belum sampai. Sebab Syarif, salah seorang tim kebetulan tidak ikut sampai puncak. Ia tidak kuat. Makanya menunggu di bawah. “Katanya tidak ada Thoriq turun, akhirnya kami turun ke perkampungan dan langsung ke keluarga Thoriq,” jelasnya.

Saat diatas, Pungky mengatakan pihaknya sempat menunggu korban. Sembari memanggil-manggil namanya. Namun sampai pukul 17.30, tidak kunjung ada jawaban. Akhirnya diputuskan turun ke perkampungan. “Manggil berkali-kali, lebih dari 10 kali saya panggil nama Toriq. Tapi hening. Akhirnya kita putuskan turun untuk melaporkan pada keluarga,” tuturnya.

Selanjutnya jenazah Thoriq diserahkan ke pihak keluarga. Pihak keluarga sendiri, memutuskan untuk memakamkan Thoriq di Sidoarjo. Sehingga dari RSD Koesnadi, jenazah akan dikirim ke Sidoarjo. “Kami keluarga SMKN 1 Bondowoso, yang merupakan tempat ayah Thoriq mengajar, mendengar jika keluarga meminta pemakaman dilakukan di Sidoarjo. Dan kami sangat berduka cita,” ujar Arif Firmansyah, Guru SMKN 1 Bondowoso.

Diberitakan sebelumnya, Thoriq Rizky Maulidan, mendaki Bukit Piramid pada Minggu 23 Juni 2019. Saat itu ia bersama rombongan tiga rekannya yang sama-sama alumni SMPN 4 Bondowoso. Tiga rekannya adalah Pungky Filzah Pranata, Rizky Sumardana dan Syafril.
Pungky Filzah Pranata mengungkapkan, rombongannya sudah mencapai puncak sekitar pukul 16.00. Saat itu langsung turun namun cuaca di atas ada kabut tebal.

Rombongan itu melakukan pendakian karena ingin bersenang-senang. Maksud mendaki pada sore hari karena ingin melihat sunset dari atas Bukit Piramid. Saat itu, tidak hanya ada rombongannya saja. Di bukit itu, juga ada pendaki lain. Namun rombongan korban, turun paling akhir.

Saat rombongan turun, suasana di atas kabutnya tebal. Rekan-rekan Thoriq tidak tahu pasti dimana Thoriq. Namun Pungki menjelaskan jika saat turun dari puncak, Thoriq berada paling depan. “Saya sempat tanya arah jalan, kata Thoriq percaya diri saja,” jelasnya.
Begitu kabut, jarak Thoriq semakin jauh.

Sementara temannya saling menunggu teman yang paling belakang. Sesampainya di bawah, Thoriq ternyata belum sampai. Sebab Syarif, salah seorang tim kebetulan tidak ikut sampai puncak. Ia tidak kuat. Makanya menunggu di bawah. “Katanya tidak ada Thoriq turun, akhirnya kami turun ke perkampungan dan langsung ke keluarga Thoriq,” jelasnya.

Saat diatas, Pungky mengatakan pihaknya sempat menunggu korban. Sembari memanggil-manggil namanya. Namun sampai pukul 17.30, tidak kunjung ada jawaban. Akhirnya diputuskan turun ke perkampungan. “Manggil berkali-kali, lebih dari 10 kali saya panggil nama Toriq. Tapi hening. Akhirnya kita putuskan turun untuk melaporkan pada keluarga,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/