alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Butuh Seharian Evakuasi Thoriq

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Setelah tiga belas hari dinyatakan hilang, Thoriq Rizki Maulidan akhirnya ditemukan. Titik penemuannya di tebing dengan kemiringan lebih dari 90 derajat. Karenanya evakuasi korban membutuhkan waktu lama dan dengan kemampuan khusus pendakian.

Eko Wahyu Prasetyo, anggota Wanadri yang mengevakuasi korban dari jurang mengatakan, pihaknya memerlukan mountainaring. Sebagian alatnya dibantu dari Yonif Raider 514. Pihaknya bersama Polres Bondowoso dan TNI, mendaki Bukit Piramid pukul 05.00. Sebelumnya malam hari menginap di Pos 2 bukit dengan tinggi 1.521 Mdpl. “Kami mengangkat survivor empat jam lebih,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menjelaskan, evakuasi terberat adalah medan. Sebab kemiringannya 90 derajat. Jarak kebawahnya sampai 75 meter. Sehingga membutuhkan empat jam menaikkan. Selain itu, juga dibutuhkan empat orang di bawah, dan empat orang di atas. Jika dijumlah dengan persiapan mulai pagi ke lokasi, sedikitnya dibutuhkan enam jam untuk menaikkan survivor.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Eko, korban memang benar-benar Thoriq. Pertama wajahnya masih dikenali. Berikutnya pakaian, sepatu sampai handphone merupakan atribut yang dipakainya ketika mendaki. Hanya saja, tas yang katanya dipakai, tidak ada saat korban ditemukan. Dimungkinkan terjatuh ke jurang yang lebih dalam.

Ketika ditemukan, survivor menyangkut di atas pohon dengan kondisi pinggang terjepit. Walau sudah hilang 13 hari, namun tubuh korban masih utuh. Hanya saja, posisinya tetap terjepit di sebuah batang pohon di kedalaman 75 meter dari titik jalur Punggung Naga. “Saya dua jam di bawah, begitu saya melihat baju dan pakaian lainnya, saya memastikan itu adalah Thoriq,” ungkapnya.

Jika dilihat, usia meninggalnya korban masih sekitar semingguan. Bisa jadi saat korban jatuh, tidak sadar namun organnya masih berfungsi. Sebab jika korban meningal selama 13 hari, maka jasadnya tentu tidak bisa dikenali. “Masih sekitar lima enam harian menurut saya,” terangnya, saat diwawancari di Pos 2.

Sementara Wakapolres Bondowoso Kompol David Subagyo mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak. Sebab berkat kerjasama yang baik, survivor bisa ditemukan. Pihaknya sejak pertama kali tim Wanadri turun, terus mendampingi. Sampai akhirnya ditemukan. “Kami menerjunkan puluhan pasukan, untuk ikut melakukan evakuasi. Selain itu kami mengamankan jalur evakuasi sampai di Kecamatan Curahdami,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Setelah tiga belas hari dinyatakan hilang, Thoriq Rizki Maulidan akhirnya ditemukan. Titik penemuannya di tebing dengan kemiringan lebih dari 90 derajat. Karenanya evakuasi korban membutuhkan waktu lama dan dengan kemampuan khusus pendakian.

Eko Wahyu Prasetyo, anggota Wanadri yang mengevakuasi korban dari jurang mengatakan, pihaknya memerlukan mountainaring. Sebagian alatnya dibantu dari Yonif Raider 514. Pihaknya bersama Polres Bondowoso dan TNI, mendaki Bukit Piramid pukul 05.00. Sebelumnya malam hari menginap di Pos 2 bukit dengan tinggi 1.521 Mdpl. “Kami mengangkat survivor empat jam lebih,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menjelaskan, evakuasi terberat adalah medan. Sebab kemiringannya 90 derajat. Jarak kebawahnya sampai 75 meter. Sehingga membutuhkan empat jam menaikkan. Selain itu, juga dibutuhkan empat orang di bawah, dan empat orang di atas. Jika dijumlah dengan persiapan mulai pagi ke lokasi, sedikitnya dibutuhkan enam jam untuk menaikkan survivor.

Menurut Eko, korban memang benar-benar Thoriq. Pertama wajahnya masih dikenali. Berikutnya pakaian, sepatu sampai handphone merupakan atribut yang dipakainya ketika mendaki. Hanya saja, tas yang katanya dipakai, tidak ada saat korban ditemukan. Dimungkinkan terjatuh ke jurang yang lebih dalam.

Ketika ditemukan, survivor menyangkut di atas pohon dengan kondisi pinggang terjepit. Walau sudah hilang 13 hari, namun tubuh korban masih utuh. Hanya saja, posisinya tetap terjepit di sebuah batang pohon di kedalaman 75 meter dari titik jalur Punggung Naga. “Saya dua jam di bawah, begitu saya melihat baju dan pakaian lainnya, saya memastikan itu adalah Thoriq,” ungkapnya.

Jika dilihat, usia meninggalnya korban masih sekitar semingguan. Bisa jadi saat korban jatuh, tidak sadar namun organnya masih berfungsi. Sebab jika korban meningal selama 13 hari, maka jasadnya tentu tidak bisa dikenali. “Masih sekitar lima enam harian menurut saya,” terangnya, saat diwawancari di Pos 2.

Sementara Wakapolres Bondowoso Kompol David Subagyo mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak. Sebab berkat kerjasama yang baik, survivor bisa ditemukan. Pihaknya sejak pertama kali tim Wanadri turun, terus mendampingi. Sampai akhirnya ditemukan. “Kami menerjunkan puluhan pasukan, untuk ikut melakukan evakuasi. Selain itu kami mengamankan jalur evakuasi sampai di Kecamatan Curahdami,” jelasnya.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Setelah tiga belas hari dinyatakan hilang, Thoriq Rizki Maulidan akhirnya ditemukan. Titik penemuannya di tebing dengan kemiringan lebih dari 90 derajat. Karenanya evakuasi korban membutuhkan waktu lama dan dengan kemampuan khusus pendakian.

Eko Wahyu Prasetyo, anggota Wanadri yang mengevakuasi korban dari jurang mengatakan, pihaknya memerlukan mountainaring. Sebagian alatnya dibantu dari Yonif Raider 514. Pihaknya bersama Polres Bondowoso dan TNI, mendaki Bukit Piramid pukul 05.00. Sebelumnya malam hari menginap di Pos 2 bukit dengan tinggi 1.521 Mdpl. “Kami mengangkat survivor empat jam lebih,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dia menjelaskan, evakuasi terberat adalah medan. Sebab kemiringannya 90 derajat. Jarak kebawahnya sampai 75 meter. Sehingga membutuhkan empat jam menaikkan. Selain itu, juga dibutuhkan empat orang di bawah, dan empat orang di atas. Jika dijumlah dengan persiapan mulai pagi ke lokasi, sedikitnya dibutuhkan enam jam untuk menaikkan survivor.

Menurut Eko, korban memang benar-benar Thoriq. Pertama wajahnya masih dikenali. Berikutnya pakaian, sepatu sampai handphone merupakan atribut yang dipakainya ketika mendaki. Hanya saja, tas yang katanya dipakai, tidak ada saat korban ditemukan. Dimungkinkan terjatuh ke jurang yang lebih dalam.

Ketika ditemukan, survivor menyangkut di atas pohon dengan kondisi pinggang terjepit. Walau sudah hilang 13 hari, namun tubuh korban masih utuh. Hanya saja, posisinya tetap terjepit di sebuah batang pohon di kedalaman 75 meter dari titik jalur Punggung Naga. “Saya dua jam di bawah, begitu saya melihat baju dan pakaian lainnya, saya memastikan itu adalah Thoriq,” ungkapnya.

Jika dilihat, usia meninggalnya korban masih sekitar semingguan. Bisa jadi saat korban jatuh, tidak sadar namun organnya masih berfungsi. Sebab jika korban meningal selama 13 hari, maka jasadnya tentu tidak bisa dikenali. “Masih sekitar lima enam harian menurut saya,” terangnya, saat diwawancari di Pos 2.

Sementara Wakapolres Bondowoso Kompol David Subagyo mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak. Sebab berkat kerjasama yang baik, survivor bisa ditemukan. Pihaknya sejak pertama kali tim Wanadri turun, terus mendampingi. Sampai akhirnya ditemukan. “Kami menerjunkan puluhan pasukan, untuk ikut melakukan evakuasi. Selain itu kami mengamankan jalur evakuasi sampai di Kecamatan Curahdami,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/