alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Pisahkan Proses Natural dan Honey

Akhir Mei, Petani Kopi Mulai Panen

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak akhir Mei, buah kopi di kebun sudah mulai bisa dipanen. Para petani kopi pun mulai memanen buah kopi langsung dari perkebunan. Bahkan, kini rata-rata mereka sudah mulai menjemur biji kopi untuk diproses lebih lanjut.

Buah kopi dari tangan petani bisa mereka olah sendiri, ataupun dijual langsung kepada pengepul. Atau orang yang membeli buah kopinya saja, namun diproses sendiri. Seperti yang dilakukan Okta Kurniawan, salah seorang pegiat kopi di Kecamatan Sumberwringin.

Okta lebih banyak mengambil buah kopi langsung dari petani. Kemudian memprosesnya secara mandiri di rumahnya. “Buah kopi saya beli dari petani, lalu saya proses sendiri. Baik itu proses secara natural atau dibuat honey,” jelas pria yang akrab disapa Cadas ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan proses natural, rasa kopinya memang lebih alami. Sedangkan bila diproses honey, memaksimalkan kandungan madu yang ada di buah kopi. “Pengemasan dan pemasarannya saya juga mandiri. Ke kafe-kafe di Bondowoso, atau bahkan luar kota. Seperti Bali, Bandung, Malang, Tasikmalaya, juga pernah ke Eropa,” jelas Okta ketika ditemui langsung di kediamannya, saat menjemur biji kopi.

Proses penjemuran buah kopi pun ditaruh di nampan kawat. Dengan jarak kurang lebih 25 cm di atas tanah. Sehari bisa dijemur tiga hingga empat jam saja. “Kalau menjemur proses natural bisa 10 sampai 15 hari hingga kering. Setelah proses jemur, baru disimpan di gudang sekitar satu bulanan. Setelah itu, proses selep memecah biji kopi dari kulit luarnya,” lanjut Okta.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak akhir Mei, buah kopi di kebun sudah mulai bisa dipanen. Para petani kopi pun mulai memanen buah kopi langsung dari perkebunan. Bahkan, kini rata-rata mereka sudah mulai menjemur biji kopi untuk diproses lebih lanjut.

Buah kopi dari tangan petani bisa mereka olah sendiri, ataupun dijual langsung kepada pengepul. Atau orang yang membeli buah kopinya saja, namun diproses sendiri. Seperti yang dilakukan Okta Kurniawan, salah seorang pegiat kopi di Kecamatan Sumberwringin.

Okta lebih banyak mengambil buah kopi langsung dari petani. Kemudian memprosesnya secara mandiri di rumahnya. “Buah kopi saya beli dari petani, lalu saya proses sendiri. Baik itu proses secara natural atau dibuat honey,” jelas pria yang akrab disapa Cadas ini.

Dengan proses natural, rasa kopinya memang lebih alami. Sedangkan bila diproses honey, memaksimalkan kandungan madu yang ada di buah kopi. “Pengemasan dan pemasarannya saya juga mandiri. Ke kafe-kafe di Bondowoso, atau bahkan luar kota. Seperti Bali, Bandung, Malang, Tasikmalaya, juga pernah ke Eropa,” jelas Okta ketika ditemui langsung di kediamannya, saat menjemur biji kopi.

Proses penjemuran buah kopi pun ditaruh di nampan kawat. Dengan jarak kurang lebih 25 cm di atas tanah. Sehari bisa dijemur tiga hingga empat jam saja. “Kalau menjemur proses natural bisa 10 sampai 15 hari hingga kering. Setelah proses jemur, baru disimpan di gudang sekitar satu bulanan. Setelah itu, proses selep memecah biji kopi dari kulit luarnya,” lanjut Okta.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejak akhir Mei, buah kopi di kebun sudah mulai bisa dipanen. Para petani kopi pun mulai memanen buah kopi langsung dari perkebunan. Bahkan, kini rata-rata mereka sudah mulai menjemur biji kopi untuk diproses lebih lanjut.

Buah kopi dari tangan petani bisa mereka olah sendiri, ataupun dijual langsung kepada pengepul. Atau orang yang membeli buah kopinya saja, namun diproses sendiri. Seperti yang dilakukan Okta Kurniawan, salah seorang pegiat kopi di Kecamatan Sumberwringin.

Okta lebih banyak mengambil buah kopi langsung dari petani. Kemudian memprosesnya secara mandiri di rumahnya. “Buah kopi saya beli dari petani, lalu saya proses sendiri. Baik itu proses secara natural atau dibuat honey,” jelas pria yang akrab disapa Cadas ini.

Dengan proses natural, rasa kopinya memang lebih alami. Sedangkan bila diproses honey, memaksimalkan kandungan madu yang ada di buah kopi. “Pengemasan dan pemasarannya saya juga mandiri. Ke kafe-kafe di Bondowoso, atau bahkan luar kota. Seperti Bali, Bandung, Malang, Tasikmalaya, juga pernah ke Eropa,” jelas Okta ketika ditemui langsung di kediamannya, saat menjemur biji kopi.

Proses penjemuran buah kopi pun ditaruh di nampan kawat. Dengan jarak kurang lebih 25 cm di atas tanah. Sehari bisa dijemur tiga hingga empat jam saja. “Kalau menjemur proses natural bisa 10 sampai 15 hari hingga kering. Setelah proses jemur, baru disimpan di gudang sekitar satu bulanan. Setelah itu, proses selep memecah biji kopi dari kulit luarnya,” lanjut Okta.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/