alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Polres Terbitkan Dua Orang DPO

Diduga Tipu Korban Penjualan Tebu

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polres Bondowoso mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO). Surat DPO itu ditujukan kepada dua orang tersangka yang kini menjadi buronan. DPO pertama seorang pria atas nama Nawiryanto Winarno alias H. Darma dan perempuan yang diduga istrinya bernama Martini alias Hj. Maman. Keduanya warga Desa Mangli, Kecamatan Tapen.

Polres Bondowoso melalui satreskrim menerbitkan surat DPO itu tertanggal 1 Mei lalu. Dalam isi keterangan surat DPO itu, polres memiliki dasar pencariannya dengan laporan polisi tahun 2017 silam. Mereka berdua diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan uang pembelian tebu. Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378 Subs 372 KUHP.

Dalam modus operandinya, mereka diduga melakukan penjualan tebu kepada korban dengan nilai transaksi sebesar Rp 910 juta. Setelah korban melakukan pembayaran, ternyata komitmen pelaku tak sesuai janji. Keduanya ingkar, dengan hanya menyerahkan tebu senilai Rp 410 juta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga kini, kekurangan sebanyak Rp 500 juta juga masih belum jelas. Keduanya belum dapat mempertanggungjawabkan. Selain itu, keduanya juga tak berada di tempat tinggalnya sekarang ini. Kedua tersangka DPO tersebut bekerja sebagai wiraswasta pada keterangan surat DPO.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi perihal lebih detail penerbitan surat DPO tersebut, Agung Ari Bowo, Kasatreskrim Polres Bondowoso, belum memberikan pernyataan lengkapnya. Di sisi lain, surat pemberitahuan kelengkapan berkas penyidikan atau P-21 sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polres Bondowoso mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO). Surat DPO itu ditujukan kepada dua orang tersangka yang kini menjadi buronan. DPO pertama seorang pria atas nama Nawiryanto Winarno alias H. Darma dan perempuan yang diduga istrinya bernama Martini alias Hj. Maman. Keduanya warga Desa Mangli, Kecamatan Tapen.

Polres Bondowoso melalui satreskrim menerbitkan surat DPO itu tertanggal 1 Mei lalu. Dalam isi keterangan surat DPO itu, polres memiliki dasar pencariannya dengan laporan polisi tahun 2017 silam. Mereka berdua diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan uang pembelian tebu. Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378 Subs 372 KUHP.

Dalam modus operandinya, mereka diduga melakukan penjualan tebu kepada korban dengan nilai transaksi sebesar Rp 910 juta. Setelah korban melakukan pembayaran, ternyata komitmen pelaku tak sesuai janji. Keduanya ingkar, dengan hanya menyerahkan tebu senilai Rp 410 juta.

Hingga kini, kekurangan sebanyak Rp 500 juta juga masih belum jelas. Keduanya belum dapat mempertanggungjawabkan. Selain itu, keduanya juga tak berada di tempat tinggalnya sekarang ini. Kedua tersangka DPO tersebut bekerja sebagai wiraswasta pada keterangan surat DPO.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi perihal lebih detail penerbitan surat DPO tersebut, Agung Ari Bowo, Kasatreskrim Polres Bondowoso, belum memberikan pernyataan lengkapnya. Di sisi lain, surat pemberitahuan kelengkapan berkas penyidikan atau P-21 sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polres Bondowoso mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO). Surat DPO itu ditujukan kepada dua orang tersangka yang kini menjadi buronan. DPO pertama seorang pria atas nama Nawiryanto Winarno alias H. Darma dan perempuan yang diduga istrinya bernama Martini alias Hj. Maman. Keduanya warga Desa Mangli, Kecamatan Tapen.

Polres Bondowoso melalui satreskrim menerbitkan surat DPO itu tertanggal 1 Mei lalu. Dalam isi keterangan surat DPO itu, polres memiliki dasar pencariannya dengan laporan polisi tahun 2017 silam. Mereka berdua diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan uang pembelian tebu. Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378 Subs 372 KUHP.

Dalam modus operandinya, mereka diduga melakukan penjualan tebu kepada korban dengan nilai transaksi sebesar Rp 910 juta. Setelah korban melakukan pembayaran, ternyata komitmen pelaku tak sesuai janji. Keduanya ingkar, dengan hanya menyerahkan tebu senilai Rp 410 juta.

Hingga kini, kekurangan sebanyak Rp 500 juta juga masih belum jelas. Keduanya belum dapat mempertanggungjawabkan. Selain itu, keduanya juga tak berada di tempat tinggalnya sekarang ini. Kedua tersangka DPO tersebut bekerja sebagai wiraswasta pada keterangan surat DPO.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi perihal lebih detail penerbitan surat DPO tersebut, Agung Ari Bowo, Kasatreskrim Polres Bondowoso, belum memberikan pernyataan lengkapnya. Di sisi lain, surat pemberitahuan kelengkapan berkas penyidikan atau P-21 sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/