alexametrics
32.1 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Ke Mana Kelebihan Ribuan Ton Pupuk?

Mencari Ujung Pangkal Kejanggalan Pupuk Bersubsidi Temuan Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso menunjukkan bahwa sejatinya distributor dan pengecer atau kios seharusnya tak kekurangan stok pupuk bersubsidi. Namun di lapangan, masih banyak petani yang menjerit karena pupuk yang sulit didapat dan harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Lalu, ke mana larinya pupuk tersebut?

Mobile_AP_Rectangle 1

TAMAN KROCOK, RADARJEMBER.ID- Setelah Pakem, Klabang, dan Wonosari, kini giliran Taman Krocok yang disidak oleh Komisi II DPRD Bondowoso. Dalam sidak Jumat (4/2) lalu, mereka menemukan realisasi pupuk subsidi yang jomplang dengan SK Bupati Bondowoso Salwa Arifin.

Ketimpangan yang terjadi itu tampak ketika melihat realisasi pupuk subsidi yang sudah ditebus distributor dengan jatah pupuk di dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bondowoso Tahun 2022 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, yang mengalami ketidaksesuaian.

Temuan itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso Ali Mansur. Politisi PKB ini menjabarkan bahwa alokasi pupuk di Taman Krocok yang sudah ditentukan di dalam SK Bupati Bondowoso hanya sebanyak 78 ton. Sementara, yang sudah ditebus oleh distributor pada produsen, Januari 2022, sebanyak 142 ton. “Itu pun masih ada tambahan sisa kelebihan pupuk subsidi pada 2021 sebanyak 200 ton lebih. Sehingga, jika ditambahkan kelebihan pupuk 2021 dan 2022, maka jumlahnya sebanyak 342 ton lebih,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Mansur, jumlah tambahan pupuk antara 2021 dan 2022 pupuk yang sudah tertebus melebihi jatah di bulan Januari. Lebih lanjut, Mansur menyebut, seharusnya petani sudah tidak menjerit akibat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di kios-kios setempat. Namun, faktanya di setiap kecamatan keluhan petani sama, pupuk subsidi susah dan harganya mahal di atas HET.

Ali Mansur mengatakan, pihaknya meyakini bahwa memang ada indikasi permainan pupuk subsidi yang sangat akut di Bondowoso. Terkait temuan tersebut, Komisi II juga sudah meminta nota-nota transaksi hasil distribusi pada Januari 2022 kepada kios di kawasan tersebut untuk dilakukan konfirmasi ke para petani. “Komisi II akan mengecek apakah pupuk itu betul-betul tersalurkan ke petani atau tidak,” imbuhnya.

- Advertisement -

TAMAN KROCOK, RADARJEMBER.ID- Setelah Pakem, Klabang, dan Wonosari, kini giliran Taman Krocok yang disidak oleh Komisi II DPRD Bondowoso. Dalam sidak Jumat (4/2) lalu, mereka menemukan realisasi pupuk subsidi yang jomplang dengan SK Bupati Bondowoso Salwa Arifin.

Ketimpangan yang terjadi itu tampak ketika melihat realisasi pupuk subsidi yang sudah ditebus distributor dengan jatah pupuk di dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bondowoso Tahun 2022 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, yang mengalami ketidaksesuaian.

Temuan itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso Ali Mansur. Politisi PKB ini menjabarkan bahwa alokasi pupuk di Taman Krocok yang sudah ditentukan di dalam SK Bupati Bondowoso hanya sebanyak 78 ton. Sementara, yang sudah ditebus oleh distributor pada produsen, Januari 2022, sebanyak 142 ton. “Itu pun masih ada tambahan sisa kelebihan pupuk subsidi pada 2021 sebanyak 200 ton lebih. Sehingga, jika ditambahkan kelebihan pupuk 2021 dan 2022, maka jumlahnya sebanyak 342 ton lebih,” jelasnya.

Menurut Mansur, jumlah tambahan pupuk antara 2021 dan 2022 pupuk yang sudah tertebus melebihi jatah di bulan Januari. Lebih lanjut, Mansur menyebut, seharusnya petani sudah tidak menjerit akibat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di kios-kios setempat. Namun, faktanya di setiap kecamatan keluhan petani sama, pupuk subsidi susah dan harganya mahal di atas HET.

Ali Mansur mengatakan, pihaknya meyakini bahwa memang ada indikasi permainan pupuk subsidi yang sangat akut di Bondowoso. Terkait temuan tersebut, Komisi II juga sudah meminta nota-nota transaksi hasil distribusi pada Januari 2022 kepada kios di kawasan tersebut untuk dilakukan konfirmasi ke para petani. “Komisi II akan mengecek apakah pupuk itu betul-betul tersalurkan ke petani atau tidak,” imbuhnya.

TAMAN KROCOK, RADARJEMBER.ID- Setelah Pakem, Klabang, dan Wonosari, kini giliran Taman Krocok yang disidak oleh Komisi II DPRD Bondowoso. Dalam sidak Jumat (4/2) lalu, mereka menemukan realisasi pupuk subsidi yang jomplang dengan SK Bupati Bondowoso Salwa Arifin.

Ketimpangan yang terjadi itu tampak ketika melihat realisasi pupuk subsidi yang sudah ditebus distributor dengan jatah pupuk di dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bondowoso Tahun 2022 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, yang mengalami ketidaksesuaian.

Temuan itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso Ali Mansur. Politisi PKB ini menjabarkan bahwa alokasi pupuk di Taman Krocok yang sudah ditentukan di dalam SK Bupati Bondowoso hanya sebanyak 78 ton. Sementara, yang sudah ditebus oleh distributor pada produsen, Januari 2022, sebanyak 142 ton. “Itu pun masih ada tambahan sisa kelebihan pupuk subsidi pada 2021 sebanyak 200 ton lebih. Sehingga, jika ditambahkan kelebihan pupuk 2021 dan 2022, maka jumlahnya sebanyak 342 ton lebih,” jelasnya.

Menurut Mansur, jumlah tambahan pupuk antara 2021 dan 2022 pupuk yang sudah tertebus melebihi jatah di bulan Januari. Lebih lanjut, Mansur menyebut, seharusnya petani sudah tidak menjerit akibat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di kios-kios setempat. Namun, faktanya di setiap kecamatan keluhan petani sama, pupuk subsidi susah dan harganya mahal di atas HET.

Ali Mansur mengatakan, pihaknya meyakini bahwa memang ada indikasi permainan pupuk subsidi yang sangat akut di Bondowoso. Terkait temuan tersebut, Komisi II juga sudah meminta nota-nota transaksi hasil distribusi pada Januari 2022 kepada kios di kawasan tersebut untuk dilakukan konfirmasi ke para petani. “Komisi II akan mengecek apakah pupuk itu betul-betul tersalurkan ke petani atau tidak,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/