alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tahun 2021 Data TBC di Bondowoso Menurun Drastis

Baru Empat Fasilitas Kesehatan Punya Mesin TCM

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyakit tuberkulosis (TBC) yang juga dikenal dengan TB di Bondowoso sempat meningkat. Tetapi, pada tahun 2021 lalu, kasus penyakit ini menurun drastis. Tahun ini, pemerintah bakal terus menggencarkan langkah penanganan untuk menekan angka penderita.

Goek Fitri Purwandari, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso membeberkan temuan pada 2021 lalu. “Bahkan di Jawa Timur rata-rata juga turun. Data tersebut turun karena banyak faktor. Salah satunya orang masih takut ke fasilitas kesehatan karena pandemi. Juga bisa jadi disebabkan banyak orang yang enggan memeriksakan TBC, jadi datanya menurun,” bebernya.

Di Bondowoso sendiri, penurunan kasus ini cukup drastis. Ada 58 persen kasus suspect yang dicurigai. Dengan total seluruh kasus TBC turun sekitar 80 persen. Bahkan Goek menyebut, hampir pada seluruh puskesmas di Bondowoso mengalami penurunan kasus TBC.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, di Bondowoso masih ada empat faskes yang memiliki mesin tes cepat molekuler untuk TBC (TCM-TB). Yakni mesin pemeriksaan pendektesian virus TBC pada pasien. “Ada di RSUD Koesnadi, Puskesmas Maesan, Tenggarang, dan Prajekan,” kata Goek.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyakit tuberkulosis (TBC) yang juga dikenal dengan TB di Bondowoso sempat meningkat. Tetapi, pada tahun 2021 lalu, kasus penyakit ini menurun drastis. Tahun ini, pemerintah bakal terus menggencarkan langkah penanganan untuk menekan angka penderita.

Goek Fitri Purwandari, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso membeberkan temuan pada 2021 lalu. “Bahkan di Jawa Timur rata-rata juga turun. Data tersebut turun karena banyak faktor. Salah satunya orang masih takut ke fasilitas kesehatan karena pandemi. Juga bisa jadi disebabkan banyak orang yang enggan memeriksakan TBC, jadi datanya menurun,” bebernya.

Di Bondowoso sendiri, penurunan kasus ini cukup drastis. Ada 58 persen kasus suspect yang dicurigai. Dengan total seluruh kasus TBC turun sekitar 80 persen. Bahkan Goek menyebut, hampir pada seluruh puskesmas di Bondowoso mengalami penurunan kasus TBC.

Sementara itu, di Bondowoso masih ada empat faskes yang memiliki mesin tes cepat molekuler untuk TBC (TCM-TB). Yakni mesin pemeriksaan pendektesian virus TBC pada pasien. “Ada di RSUD Koesnadi, Puskesmas Maesan, Tenggarang, dan Prajekan,” kata Goek.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyakit tuberkulosis (TBC) yang juga dikenal dengan TB di Bondowoso sempat meningkat. Tetapi, pada tahun 2021 lalu, kasus penyakit ini menurun drastis. Tahun ini, pemerintah bakal terus menggencarkan langkah penanganan untuk menekan angka penderita.

Goek Fitri Purwandari, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso membeberkan temuan pada 2021 lalu. “Bahkan di Jawa Timur rata-rata juga turun. Data tersebut turun karena banyak faktor. Salah satunya orang masih takut ke fasilitas kesehatan karena pandemi. Juga bisa jadi disebabkan banyak orang yang enggan memeriksakan TBC, jadi datanya menurun,” bebernya.

Di Bondowoso sendiri, penurunan kasus ini cukup drastis. Ada 58 persen kasus suspect yang dicurigai. Dengan total seluruh kasus TBC turun sekitar 80 persen. Bahkan Goek menyebut, hampir pada seluruh puskesmas di Bondowoso mengalami penurunan kasus TBC.

Sementara itu, di Bondowoso masih ada empat faskes yang memiliki mesin tes cepat molekuler untuk TBC (TCM-TB). Yakni mesin pemeriksaan pendektesian virus TBC pada pasien. “Ada di RSUD Koesnadi, Puskesmas Maesan, Tenggarang, dan Prajekan,” kata Goek.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/