alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Petani Masih Resahkan Pupuk Langka

Ada pun Mahal, Pemerintah Tak Berkutik

Mobile_AP_Rectangle 1

Ironisnya, pemerintah seakan tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, pembelian di kios sebenarnya sudah dikoordinasi oleh pemerintah desa setempat. “Kadang ada yang nawarin, harganya lebih mahal lagi, 250.000 per saknya. Itu pun belum pasti ada pupuknya,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya masih berharap ada pupuk yang murah dalam waktu dekat. Sehingga bisa memaksimalkan tanaman jagung yang ada.

Karena langkanya pupuk, saat ini pihaknya terancam gagal panen. “Kalaupun tidak gagal panen, hasilnya sangat menurun drastis dan jauh berbeda dengan hasil panen sebelumnya,” terangnya. Panen sebelumnya bisa 5 ton ke atas. Untuk saat ini, perkiraan hanya 2,5 ton.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal senada juga dialami Kus, petani lain di Desa Gayam. Dia mempertanyakan kenapa harga pupuk terus naik. Apalagi untuk mendapatkan pupuk dirinya harus membeli ke kantor desa setempat dengan harga yang relatif tinggi. Meski demikian, tidak semua warga berhasil membeli pupuk karena stok yang disediakan terbatas.

- Advertisement -

Ironisnya, pemerintah seakan tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, pembelian di kios sebenarnya sudah dikoordinasi oleh pemerintah desa setempat. “Kadang ada yang nawarin, harganya lebih mahal lagi, 250.000 per saknya. Itu pun belum pasti ada pupuknya,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya masih berharap ada pupuk yang murah dalam waktu dekat. Sehingga bisa memaksimalkan tanaman jagung yang ada.

Karena langkanya pupuk, saat ini pihaknya terancam gagal panen. “Kalaupun tidak gagal panen, hasilnya sangat menurun drastis dan jauh berbeda dengan hasil panen sebelumnya,” terangnya. Panen sebelumnya bisa 5 ton ke atas. Untuk saat ini, perkiraan hanya 2,5 ton.

Hal senada juga dialami Kus, petani lain di Desa Gayam. Dia mempertanyakan kenapa harga pupuk terus naik. Apalagi untuk mendapatkan pupuk dirinya harus membeli ke kantor desa setempat dengan harga yang relatif tinggi. Meski demikian, tidak semua warga berhasil membeli pupuk karena stok yang disediakan terbatas.

Ironisnya, pemerintah seakan tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, pembelian di kios sebenarnya sudah dikoordinasi oleh pemerintah desa setempat. “Kadang ada yang nawarin, harganya lebih mahal lagi, 250.000 per saknya. Itu pun belum pasti ada pupuknya,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya masih berharap ada pupuk yang murah dalam waktu dekat. Sehingga bisa memaksimalkan tanaman jagung yang ada.

Karena langkanya pupuk, saat ini pihaknya terancam gagal panen. “Kalaupun tidak gagal panen, hasilnya sangat menurun drastis dan jauh berbeda dengan hasil panen sebelumnya,” terangnya. Panen sebelumnya bisa 5 ton ke atas. Untuk saat ini, perkiraan hanya 2,5 ton.

Hal senada juga dialami Kus, petani lain di Desa Gayam. Dia mempertanyakan kenapa harga pupuk terus naik. Apalagi untuk mendapatkan pupuk dirinya harus membeli ke kantor desa setempat dengan harga yang relatif tinggi. Meski demikian, tidak semua warga berhasil membeli pupuk karena stok yang disediakan terbatas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/