alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Menengok PIMB di Grujugan

Butuh Pagar untuk Memperindah Bangunan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) di Desa Pekauman, Grujugan, selama ini menjadi jujukan bagi para pencinta sejarah. Mereka bisa datang ke PIMB untuk mengakses informasi tentang keberadaan megalitikum di Kota Tape. Namun, pengembangannya tersendat. Ada rencana memperluas dan memperindah bangunan, namun masih sulit terealisasi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sebenarnya telah membuat perencanaan untuk menambah kesan apik pada PIMB. Salah satunya rencana menambah pagar pembatas di area lahan barunya. Yakni di area timur, samping rumah warga. “Rencananya, tahun ini kami mau nambah pagar. Karena memang itu masih lahan milik Pusat Informasi. Biar kesannya semakin luas saja areanya,” ujar Hery Kusdaryanto, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rencana itu ternyata harus dikesampingkan terlebih dahulu. Sebab, ada proses lainnya yang mendapat perhatian lebih mengenai penemuan dugaan situs era Majapahit di Kecamatan Pujer, beberapa waktu lalu. Hingga mendatangkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan tim ahli geofisika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) di Desa Pekauman, Grujugan, selama ini menjadi jujukan bagi para pencinta sejarah. Mereka bisa datang ke PIMB untuk mengakses informasi tentang keberadaan megalitikum di Kota Tape. Namun, pengembangannya tersendat. Ada rencana memperluas dan memperindah bangunan, namun masih sulit terealisasi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sebenarnya telah membuat perencanaan untuk menambah kesan apik pada PIMB. Salah satunya rencana menambah pagar pembatas di area lahan barunya. Yakni di area timur, samping rumah warga. “Rencananya, tahun ini kami mau nambah pagar. Karena memang itu masih lahan milik Pusat Informasi. Biar kesannya semakin luas saja areanya,” ujar Hery Kusdaryanto, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan.

Rencana itu ternyata harus dikesampingkan terlebih dahulu. Sebab, ada proses lainnya yang mendapat perhatian lebih mengenai penemuan dugaan situs era Majapahit di Kecamatan Pujer, beberapa waktu lalu. Hingga mendatangkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan tim ahli geofisika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) di Desa Pekauman, Grujugan, selama ini menjadi jujukan bagi para pencinta sejarah. Mereka bisa datang ke PIMB untuk mengakses informasi tentang keberadaan megalitikum di Kota Tape. Namun, pengembangannya tersendat. Ada rencana memperluas dan memperindah bangunan, namun masih sulit terealisasi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sebenarnya telah membuat perencanaan untuk menambah kesan apik pada PIMB. Salah satunya rencana menambah pagar pembatas di area lahan barunya. Yakni di area timur, samping rumah warga. “Rencananya, tahun ini kami mau nambah pagar. Karena memang itu masih lahan milik Pusat Informasi. Biar kesannya semakin luas saja areanya,” ujar Hery Kusdaryanto, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan.

Rencana itu ternyata harus dikesampingkan terlebih dahulu. Sebab, ada proses lainnya yang mendapat perhatian lebih mengenai penemuan dugaan situs era Majapahit di Kecamatan Pujer, beberapa waktu lalu. Hingga mendatangkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan tim ahli geofisika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/