alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Wisata Kawah Ijen Masih Dibuka, Berikut Informasi Kuotanya

Akhir Pekan Belum Ada Lonjakan Wisatawan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kawah Ijen masih menjadi salah satu wisata favorit di Bondowoso. Dengan keunggulan alam geologi blue fire-nya, wisata tersebut masih memesona bagi wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Hingga saat ini, tingkat kunjungan wisatawan ke Kawah Ijen tetap ada. Meskipun jumlahnya juga tidak banyak. Tak naik signifikan. Meski dalam kondisi PPKM level 3, Kawah Ijen masih diperbolehkan dibuka.

Plh Kepala BKSDA Wilayah III Jember Purwanto kepada Jawa Pos Radar Ijen mengatakan, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen belum ada instruksi untuk ditutup kembali. Pembukaan TWA Kawah Ijen itu mengacu pada surat edaran (SE) dari Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur pada 7 September lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, SE tersebut juga masih mengacu pada pembatasan kegiatan masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. SE BBKSDA itu juga mempertimbangkan beberapa regulasi lainnya. Yakni SE Direktur Jendral KSDAE, SE Bupati Bondowoso, dan SE Bupati Banyuwangi.

Ditanya mengenai jumlah wisatawan per-harinya hingga saat ini, Purwanto mengaku belum ada kenaikan yang signifikan. Meskipun sudah cukup lama dibuka dari bulan September lalu. “Biasa saja untuk wisatawan yang datang. Karena memang masih ada pembatasan kuota pengunjung,” beber Purwanto.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kawah Ijen masih menjadi salah satu wisata favorit di Bondowoso. Dengan keunggulan alam geologi blue fire-nya, wisata tersebut masih memesona bagi wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Hingga saat ini, tingkat kunjungan wisatawan ke Kawah Ijen tetap ada. Meskipun jumlahnya juga tidak banyak. Tak naik signifikan. Meski dalam kondisi PPKM level 3, Kawah Ijen masih diperbolehkan dibuka.

Plh Kepala BKSDA Wilayah III Jember Purwanto kepada Jawa Pos Radar Ijen mengatakan, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen belum ada instruksi untuk ditutup kembali. Pembukaan TWA Kawah Ijen itu mengacu pada surat edaran (SE) dari Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur pada 7 September lalu.

Namun, SE tersebut juga masih mengacu pada pembatasan kegiatan masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. SE BBKSDA itu juga mempertimbangkan beberapa regulasi lainnya. Yakni SE Direktur Jendral KSDAE, SE Bupati Bondowoso, dan SE Bupati Banyuwangi.

Ditanya mengenai jumlah wisatawan per-harinya hingga saat ini, Purwanto mengaku belum ada kenaikan yang signifikan. Meskipun sudah cukup lama dibuka dari bulan September lalu. “Biasa saja untuk wisatawan yang datang. Karena memang masih ada pembatasan kuota pengunjung,” beber Purwanto.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kawah Ijen masih menjadi salah satu wisata favorit di Bondowoso. Dengan keunggulan alam geologi blue fire-nya, wisata tersebut masih memesona bagi wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Hingga saat ini, tingkat kunjungan wisatawan ke Kawah Ijen tetap ada. Meskipun jumlahnya juga tidak banyak. Tak naik signifikan. Meski dalam kondisi PPKM level 3, Kawah Ijen masih diperbolehkan dibuka.

Plh Kepala BKSDA Wilayah III Jember Purwanto kepada Jawa Pos Radar Ijen mengatakan, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen belum ada instruksi untuk ditutup kembali. Pembukaan TWA Kawah Ijen itu mengacu pada surat edaran (SE) dari Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur pada 7 September lalu.

Namun, SE tersebut juga masih mengacu pada pembatasan kegiatan masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. SE BBKSDA itu juga mempertimbangkan beberapa regulasi lainnya. Yakni SE Direktur Jendral KSDAE, SE Bupati Bondowoso, dan SE Bupati Banyuwangi.

Ditanya mengenai jumlah wisatawan per-harinya hingga saat ini, Purwanto mengaku belum ada kenaikan yang signifikan. Meskipun sudah cukup lama dibuka dari bulan September lalu. “Biasa saja untuk wisatawan yang datang. Karena memang masih ada pembatasan kuota pengunjung,” beber Purwanto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/