alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Dindikbud Bondowoso Targetkan 80 Persen Pelajar Terima Vaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) hingga saat ini masih digelar secara terbatas. Hal itu akibat kondisi Covid-19 masih belum usai, serta capaian vaksinasi pelajar juga masih rendah. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso, capaian vaksinasi pelajar masih baru 29 persen.

Persentase tersebut, lanjut dia, masih jauh dari 70 persen minimal yang seharusnya dicapai. “Sesuai hasil rakor Satgas Covid-19 Bondowoso, vaksinasi kita masih rendah, termasuk untuk kalangan pelajar,” ujarnya kepada awak media, kemarin.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus mengimbau sekolah serta para pelajar yang usianya sudah 12 tahun untuk melakukan vaksinasi tersebut. “Kami sudah koordinasi lewat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, itu lumayan memudahkan bagi kami,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk memudahkan proses tersebut, Sugiono berharap tenaga kesehatan vaksinasi agar mendatangi langsung sekolah yang akan memvaksin siswanya agar lebih efektif. Jadi, siswa tidak perlu keluar sekolah untuk vaksin.

Saat ini, persoalan yang dihadapi bukan hanya dari para pelajarnya saja yang tidak berani divaksin. Namun, ada peran orang tua yang juga khawatir jika anaknya ikut vaksinasi. “Kami meminta kepada wali murid agar anaknya diizinkan vaksinasi, karena ini demi kebaikan bersama,” sambungnya.

Kemudian, pihaknya juga akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi vaksinasi tersebut agar capaian yang saat ini rendah segera tinggi. “Kami targetkan hingga akhir tahun 80 persen pelajar di atas 12 tahun sudah di vaksin,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) hingga saat ini masih digelar secara terbatas. Hal itu akibat kondisi Covid-19 masih belum usai, serta capaian vaksinasi pelajar juga masih rendah. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso, capaian vaksinasi pelajar masih baru 29 persen.

Persentase tersebut, lanjut dia, masih jauh dari 70 persen minimal yang seharusnya dicapai. “Sesuai hasil rakor Satgas Covid-19 Bondowoso, vaksinasi kita masih rendah, termasuk untuk kalangan pelajar,” ujarnya kepada awak media, kemarin.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus mengimbau sekolah serta para pelajar yang usianya sudah 12 tahun untuk melakukan vaksinasi tersebut. “Kami sudah koordinasi lewat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, itu lumayan memudahkan bagi kami,” tambahnya.

Untuk memudahkan proses tersebut, Sugiono berharap tenaga kesehatan vaksinasi agar mendatangi langsung sekolah yang akan memvaksin siswanya agar lebih efektif. Jadi, siswa tidak perlu keluar sekolah untuk vaksin.

Saat ini, persoalan yang dihadapi bukan hanya dari para pelajarnya saja yang tidak berani divaksin. Namun, ada peran orang tua yang juga khawatir jika anaknya ikut vaksinasi. “Kami meminta kepada wali murid agar anaknya diizinkan vaksinasi, karena ini demi kebaikan bersama,” sambungnya.

Kemudian, pihaknya juga akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi vaksinasi tersebut agar capaian yang saat ini rendah segera tinggi. “Kami targetkan hingga akhir tahun 80 persen pelajar di atas 12 tahun sudah di vaksin,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) hingga saat ini masih digelar secara terbatas. Hal itu akibat kondisi Covid-19 masih belum usai, serta capaian vaksinasi pelajar juga masih rendah. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso, capaian vaksinasi pelajar masih baru 29 persen.

Persentase tersebut, lanjut dia, masih jauh dari 70 persen minimal yang seharusnya dicapai. “Sesuai hasil rakor Satgas Covid-19 Bondowoso, vaksinasi kita masih rendah, termasuk untuk kalangan pelajar,” ujarnya kepada awak media, kemarin.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus mengimbau sekolah serta para pelajar yang usianya sudah 12 tahun untuk melakukan vaksinasi tersebut. “Kami sudah koordinasi lewat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, itu lumayan memudahkan bagi kami,” tambahnya.

Untuk memudahkan proses tersebut, Sugiono berharap tenaga kesehatan vaksinasi agar mendatangi langsung sekolah yang akan memvaksin siswanya agar lebih efektif. Jadi, siswa tidak perlu keluar sekolah untuk vaksin.

Saat ini, persoalan yang dihadapi bukan hanya dari para pelajarnya saja yang tidak berani divaksin. Namun, ada peran orang tua yang juga khawatir jika anaknya ikut vaksinasi. “Kami meminta kepada wali murid agar anaknya diizinkan vaksinasi, karena ini demi kebaikan bersama,” sambungnya.

Kemudian, pihaknya juga akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi vaksinasi tersebut agar capaian yang saat ini rendah segera tinggi. “Kami targetkan hingga akhir tahun 80 persen pelajar di atas 12 tahun sudah di vaksin,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/