alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Siswa SMA di Bondowoso Wajib Vaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebelum kembali dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa SMA atau sederajat di Bondowoso, para siswa diwajibkan melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Ini sebagai salah satu ikhtiar dalam memperkuat imunitas tubuh siswa, sehingga tidak gampang terserang Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Bondowoso dan Situbondo Sugiono Eksantoso ketika dikonfirmasi, kemarin (5/7).

Menurut dia, vaksinasi untuk para siswa sesuai dengan anjuran dari Gubernur Jawa Timur. Artinya, selain para guru dan tenaga pendidik, para siswa juga diharuskan mendapatkan vaksin sebelum memulai kembali PTM terbatas di setiap lembaga sekolah yang ada di Bondowoso. Mengingat, tingkat penyebaran dan angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi di Jawa Timur. “Kami tidak ingin para siswa juga menjadi korban,” tegasnya.

Dijelaskan, pihaknya menargetkan, sebelum PTM dilakukan minimal 90 persen siswa sudah divaksin. Namun, ternyata untuk mencapai angka tersebut akan sulit. Mengingat, banyaknya laporan dari kepala sekolah bahwa masih ada orang tua siswa yang melarang anaknya untuk divaksin. “Ada kepala sekolah yang menyampaikan, kalau divaksin akan berhenti sekolah,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal, menurut dia, untuk mempermudah vaksinasi bagi siswa, pihaknya sudah melakukan dropping vaksin ke sekolah-sekolah. “Karena kalau disuruh ke rumah sakit, ke polres, atau ke kodim mungkin mereka takut. Makanya kami siapkan di sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, bagi keluarga yang menolak untuk dilakukan vaksinasi, pihaknya akan melakukan edukasi kepada para orang tua. Ia pun berharap pihak sekolah mampu menyosialisasikan pentingnya vaksin kepada para wali murid, dengan menggandeng cabdindik, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkungan tersebut. Baik dilakukan secara daring maupun sambungan telekonferensi. “Kalau tidak terlalu banyak, ya door to door untuk mengedukasi vaksin,” paparnya.

Pihaknya juga mewajibkan kepada seluruh siswa agar melakukan vaksin. Jika terpaksa ada yang menolak, maka yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan secara tertulis. Bahkan, menurutnya, bisa saja yang tidak mau divaksin akan tetap belajar secara daring, walau teman-temannya yang sudah divaksin boleh belajar langsung di sekolah nantinya. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya timbul klaster baru Covid-19 di lembaga pendidikan. “Nantinya, guru dan siswa harus menunjukan kartu vaksin. Kalau tidak, ya, surat pernyataan itu,” katanya.

Dikonfirmasi terkait rencana PTM akan dimulai kembali, ia menjawab, pihaknya masih menunggu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selesai diterapkan. Sembari melihat perkembangan situasi dan status zona di Bondowoso. Artinya, jika sudah masuk zona yang tidak mengkhawatirkan dan berdasarkan anjuran pemerintah sudah diperbolehkan, maka pihaknya akan segera melakukan PTM. “Misal kalau zona oranye kan boleh. Nanti kami akan lakukan tatap muka,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebelum kembali dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa SMA atau sederajat di Bondowoso, para siswa diwajibkan melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Ini sebagai salah satu ikhtiar dalam memperkuat imunitas tubuh siswa, sehingga tidak gampang terserang Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Bondowoso dan Situbondo Sugiono Eksantoso ketika dikonfirmasi, kemarin (5/7).

Menurut dia, vaksinasi untuk para siswa sesuai dengan anjuran dari Gubernur Jawa Timur. Artinya, selain para guru dan tenaga pendidik, para siswa juga diharuskan mendapatkan vaksin sebelum memulai kembali PTM terbatas di setiap lembaga sekolah yang ada di Bondowoso. Mengingat, tingkat penyebaran dan angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi di Jawa Timur. “Kami tidak ingin para siswa juga menjadi korban,” tegasnya.

Dijelaskan, pihaknya menargetkan, sebelum PTM dilakukan minimal 90 persen siswa sudah divaksin. Namun, ternyata untuk mencapai angka tersebut akan sulit. Mengingat, banyaknya laporan dari kepala sekolah bahwa masih ada orang tua siswa yang melarang anaknya untuk divaksin. “Ada kepala sekolah yang menyampaikan, kalau divaksin akan berhenti sekolah,” ungkapnya.

Padahal, menurut dia, untuk mempermudah vaksinasi bagi siswa, pihaknya sudah melakukan dropping vaksin ke sekolah-sekolah. “Karena kalau disuruh ke rumah sakit, ke polres, atau ke kodim mungkin mereka takut. Makanya kami siapkan di sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, bagi keluarga yang menolak untuk dilakukan vaksinasi, pihaknya akan melakukan edukasi kepada para orang tua. Ia pun berharap pihak sekolah mampu menyosialisasikan pentingnya vaksin kepada para wali murid, dengan menggandeng cabdindik, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkungan tersebut. Baik dilakukan secara daring maupun sambungan telekonferensi. “Kalau tidak terlalu banyak, ya door to door untuk mengedukasi vaksin,” paparnya.

Pihaknya juga mewajibkan kepada seluruh siswa agar melakukan vaksin. Jika terpaksa ada yang menolak, maka yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan secara tertulis. Bahkan, menurutnya, bisa saja yang tidak mau divaksin akan tetap belajar secara daring, walau teman-temannya yang sudah divaksin boleh belajar langsung di sekolah nantinya. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya timbul klaster baru Covid-19 di lembaga pendidikan. “Nantinya, guru dan siswa harus menunjukan kartu vaksin. Kalau tidak, ya, surat pernyataan itu,” katanya.

Dikonfirmasi terkait rencana PTM akan dimulai kembali, ia menjawab, pihaknya masih menunggu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selesai diterapkan. Sembari melihat perkembangan situasi dan status zona di Bondowoso. Artinya, jika sudah masuk zona yang tidak mengkhawatirkan dan berdasarkan anjuran pemerintah sudah diperbolehkan, maka pihaknya akan segera melakukan PTM. “Misal kalau zona oranye kan boleh. Nanti kami akan lakukan tatap muka,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sebelum kembali dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa SMA atau sederajat di Bondowoso, para siswa diwajibkan melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Ini sebagai salah satu ikhtiar dalam memperkuat imunitas tubuh siswa, sehingga tidak gampang terserang Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Bondowoso dan Situbondo Sugiono Eksantoso ketika dikonfirmasi, kemarin (5/7).

Menurut dia, vaksinasi untuk para siswa sesuai dengan anjuran dari Gubernur Jawa Timur. Artinya, selain para guru dan tenaga pendidik, para siswa juga diharuskan mendapatkan vaksin sebelum memulai kembali PTM terbatas di setiap lembaga sekolah yang ada di Bondowoso. Mengingat, tingkat penyebaran dan angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi di Jawa Timur. “Kami tidak ingin para siswa juga menjadi korban,” tegasnya.

Dijelaskan, pihaknya menargetkan, sebelum PTM dilakukan minimal 90 persen siswa sudah divaksin. Namun, ternyata untuk mencapai angka tersebut akan sulit. Mengingat, banyaknya laporan dari kepala sekolah bahwa masih ada orang tua siswa yang melarang anaknya untuk divaksin. “Ada kepala sekolah yang menyampaikan, kalau divaksin akan berhenti sekolah,” ungkapnya.

Padahal, menurut dia, untuk mempermudah vaksinasi bagi siswa, pihaknya sudah melakukan dropping vaksin ke sekolah-sekolah. “Karena kalau disuruh ke rumah sakit, ke polres, atau ke kodim mungkin mereka takut. Makanya kami siapkan di sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, bagi keluarga yang menolak untuk dilakukan vaksinasi, pihaknya akan melakukan edukasi kepada para orang tua. Ia pun berharap pihak sekolah mampu menyosialisasikan pentingnya vaksin kepada para wali murid, dengan menggandeng cabdindik, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkungan tersebut. Baik dilakukan secara daring maupun sambungan telekonferensi. “Kalau tidak terlalu banyak, ya door to door untuk mengedukasi vaksin,” paparnya.

Pihaknya juga mewajibkan kepada seluruh siswa agar melakukan vaksin. Jika terpaksa ada yang menolak, maka yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan secara tertulis. Bahkan, menurutnya, bisa saja yang tidak mau divaksin akan tetap belajar secara daring, walau teman-temannya yang sudah divaksin boleh belajar langsung di sekolah nantinya. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya timbul klaster baru Covid-19 di lembaga pendidikan. “Nantinya, guru dan siswa harus menunjukan kartu vaksin. Kalau tidak, ya, surat pernyataan itu,” katanya.

Dikonfirmasi terkait rencana PTM akan dimulai kembali, ia menjawab, pihaknya masih menunggu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selesai diterapkan. Sembari melihat perkembangan situasi dan status zona di Bondowoso. Artinya, jika sudah masuk zona yang tidak mengkhawatirkan dan berdasarkan anjuran pemerintah sudah diperbolehkan, maka pihaknya akan segera melakukan PTM. “Misal kalau zona oranye kan boleh. Nanti kami akan lakukan tatap muka,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/