alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Atlet Gobak Sodor Sembilan Kali Dapat Medali di Kancah Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

SEKARPUTIH, Radar Ijen – Para atlet hadang atau gobak sodor putra dan putri Bondowoso telah kembali ke tanah kelahiran. Kemarin (5/7), mereka tiba di Bondowoso setelah melalui perjalanan darat dari Palembang. Memakai setelan training, mereka terlebih dahulu diarak keliling Alun-Alun Bondowoso dengan mobil bak terbuka milik Satlantas Polres Bondowoso.

BACA JUGA : Ada Apa dengan KONI Bondowoso?

Keberhasilan olahraga tradisional itu, karena mengawinkan medali emas dan menjadi juara umum dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI Tahun 2022. Bertanding atas nama Kontingen Jatim di Formas, berbagai pengalaman menarik mereka rasakan. Termasuk harus beristirahat di musala, kesurupan, hingga harus menempuh perjalan darat selama berhari-hari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, setibanya di Bondowoso, mereka langsung menuju makam Ki Ronggo. Tempat tersebut sebelumnya memang dijadikan titik pemberangkatan awal para atlet untuk berlaga di ajang Fornas. Terlihat para atlet dan ofisial disambut langsung oleh Ketua Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Bondowoso Sinung Sudrajat serta Kabid Pemuda dan Olahraga dan Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).

Anis Sanjaya, ofisial sekaligus pelatih tim hadang Bondowoso, menuturkan, raihan medali tersebut bukan kali pertama. Melainkan kesembilan kalinya di tingkat nasional. Walau berprestasi, sayangnya selama ini mereka merasa sangat kurang diperhatikan. Meski telah membawa nama baik daerah.

Pihaknya juga menayangkan minimnya perhatian tersebut. Sebab, menurutnya, meskipun tidak masuk dalam cabor olahraga prestasi, namun olahraga satu ini dianggap sudah cukup bergengsi di kancah nasional. Selain itu, Bondowoso juga memiliki atlet yang potensial untuk terus mendulang medali atau prestasi. “Diraihnya medali emas putra-putri ini membuat Jatim menjadi juara umum,” cetusnya.

Dia berharap ada pemenuhan fasilitas, sarana, dan prasarana latihan untuk para atlet. Sebab, untuk latihan saja, selama ini mereka harus menyewa salah satu lapangan futsal. Terlebih, berdasarkan aturan yang baru, lanjut Anis, permainan gobak sodor saat ini dilakukan di atas matras. “Keinginannya sih punya lapangan sendiri,” katanya.

- Advertisement -

SEKARPUTIH, Radar Ijen – Para atlet hadang atau gobak sodor putra dan putri Bondowoso telah kembali ke tanah kelahiran. Kemarin (5/7), mereka tiba di Bondowoso setelah melalui perjalanan darat dari Palembang. Memakai setelan training, mereka terlebih dahulu diarak keliling Alun-Alun Bondowoso dengan mobil bak terbuka milik Satlantas Polres Bondowoso.

BACA JUGA : Ada Apa dengan KONI Bondowoso?

Keberhasilan olahraga tradisional itu, karena mengawinkan medali emas dan menjadi juara umum dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI Tahun 2022. Bertanding atas nama Kontingen Jatim di Formas, berbagai pengalaman menarik mereka rasakan. Termasuk harus beristirahat di musala, kesurupan, hingga harus menempuh perjalan darat selama berhari-hari.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, setibanya di Bondowoso, mereka langsung menuju makam Ki Ronggo. Tempat tersebut sebelumnya memang dijadikan titik pemberangkatan awal para atlet untuk berlaga di ajang Fornas. Terlihat para atlet dan ofisial disambut langsung oleh Ketua Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Bondowoso Sinung Sudrajat serta Kabid Pemuda dan Olahraga dan Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).

Anis Sanjaya, ofisial sekaligus pelatih tim hadang Bondowoso, menuturkan, raihan medali tersebut bukan kali pertama. Melainkan kesembilan kalinya di tingkat nasional. Walau berprestasi, sayangnya selama ini mereka merasa sangat kurang diperhatikan. Meski telah membawa nama baik daerah.

Pihaknya juga menayangkan minimnya perhatian tersebut. Sebab, menurutnya, meskipun tidak masuk dalam cabor olahraga prestasi, namun olahraga satu ini dianggap sudah cukup bergengsi di kancah nasional. Selain itu, Bondowoso juga memiliki atlet yang potensial untuk terus mendulang medali atau prestasi. “Diraihnya medali emas putra-putri ini membuat Jatim menjadi juara umum,” cetusnya.

Dia berharap ada pemenuhan fasilitas, sarana, dan prasarana latihan untuk para atlet. Sebab, untuk latihan saja, selama ini mereka harus menyewa salah satu lapangan futsal. Terlebih, berdasarkan aturan yang baru, lanjut Anis, permainan gobak sodor saat ini dilakukan di atas matras. “Keinginannya sih punya lapangan sendiri,” katanya.

SEKARPUTIH, Radar Ijen – Para atlet hadang atau gobak sodor putra dan putri Bondowoso telah kembali ke tanah kelahiran. Kemarin (5/7), mereka tiba di Bondowoso setelah melalui perjalanan darat dari Palembang. Memakai setelan training, mereka terlebih dahulu diarak keliling Alun-Alun Bondowoso dengan mobil bak terbuka milik Satlantas Polres Bondowoso.

BACA JUGA : Ada Apa dengan KONI Bondowoso?

Keberhasilan olahraga tradisional itu, karena mengawinkan medali emas dan menjadi juara umum dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI Tahun 2022. Bertanding atas nama Kontingen Jatim di Formas, berbagai pengalaman menarik mereka rasakan. Termasuk harus beristirahat di musala, kesurupan, hingga harus menempuh perjalan darat selama berhari-hari.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, setibanya di Bondowoso, mereka langsung menuju makam Ki Ronggo. Tempat tersebut sebelumnya memang dijadikan titik pemberangkatan awal para atlet untuk berlaga di ajang Fornas. Terlihat para atlet dan ofisial disambut langsung oleh Ketua Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Bondowoso Sinung Sudrajat serta Kabid Pemuda dan Olahraga dan Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).

Anis Sanjaya, ofisial sekaligus pelatih tim hadang Bondowoso, menuturkan, raihan medali tersebut bukan kali pertama. Melainkan kesembilan kalinya di tingkat nasional. Walau berprestasi, sayangnya selama ini mereka merasa sangat kurang diperhatikan. Meski telah membawa nama baik daerah.

Pihaknya juga menayangkan minimnya perhatian tersebut. Sebab, menurutnya, meskipun tidak masuk dalam cabor olahraga prestasi, namun olahraga satu ini dianggap sudah cukup bergengsi di kancah nasional. Selain itu, Bondowoso juga memiliki atlet yang potensial untuk terus mendulang medali atau prestasi. “Diraihnya medali emas putra-putri ini membuat Jatim menjadi juara umum,” cetusnya.

Dia berharap ada pemenuhan fasilitas, sarana, dan prasarana latihan untuk para atlet. Sebab, untuk latihan saja, selama ini mereka harus menyewa salah satu lapangan futsal. Terlebih, berdasarkan aturan yang baru, lanjut Anis, permainan gobak sodor saat ini dilakukan di atas matras. “Keinginannya sih punya lapangan sendiri,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/