alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Jangan Sembarangan Potong Hewan Kurban

Mobile_AP_Rectangle 1

Dengan hal itu, diharapkan masyarakat tidak hanya menerima daging. Tapi, juga dipastikan dagingnya benar-benar sehat. Sebab, kualitas daging, menurutnya, harus ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal).

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, sebenarnya untuk pemotongan hewan tidak memerlukan orang banyak. Namun, untuk tata cara ini belum diajarkan kepada masyarakat. Apalagi untuk acara keagamaan, pasti banyak masyarakat yang ingin ikut membantu proses pemotongan. “Sebenarnya satu atau dua orang saja sudah bisa meng-handle satu ekor sapi. Dengan teknik yang benar menjatuhkan, sapi tidak akan kesakitan,” ulasnya.

Kata dia, saat dipotong ternyata sapi juga tidak boleh dalam kondisi kelelahan. Sebab, ketika hal itu terjadi, maka asam laktatnya akan naik, serta dapat menyebabkan daging alot. Selain itu, saat sapi akan dipotong tidak boleh diberikan makan terlebih dahulu. Padahal, sebenarnya hewan sudah tidak butuh. Hal itu ternyata juga berpengaruh pada proses pemotongan. Utamanya, proses penyemprotan darah sapi tidak akan maksimal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, perlakuan pada hewan yang dipotong sebenarnya sama dengan perlakuan terhadap mayat. Disiram dengan air yang bersih seperti dimandikan. Sebab, menurutnya, pembuluh darah yang kecil-kecil berkumpul di jantung. Sehingga pada saat dipotong, jantungnya menyemprotkan darah dengan keras. Tujuan dibuatnya penyemprotan darah dengan cepat karena darah adalah tempatnya penyakit. Ketika hal tersebut dilakukan, maka akan membuat daging lebih awet dan tidak mudah busuk.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Ilham Wahyudi
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Dengan hal itu, diharapkan masyarakat tidak hanya menerima daging. Tapi, juga dipastikan dagingnya benar-benar sehat. Sebab, kualitas daging, menurutnya, harus ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal).

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, sebenarnya untuk pemotongan hewan tidak memerlukan orang banyak. Namun, untuk tata cara ini belum diajarkan kepada masyarakat. Apalagi untuk acara keagamaan, pasti banyak masyarakat yang ingin ikut membantu proses pemotongan. “Sebenarnya satu atau dua orang saja sudah bisa meng-handle satu ekor sapi. Dengan teknik yang benar menjatuhkan, sapi tidak akan kesakitan,” ulasnya.

Kata dia, saat dipotong ternyata sapi juga tidak boleh dalam kondisi kelelahan. Sebab, ketika hal itu terjadi, maka asam laktatnya akan naik, serta dapat menyebabkan daging alot. Selain itu, saat sapi akan dipotong tidak boleh diberikan makan terlebih dahulu. Padahal, sebenarnya hewan sudah tidak butuh. Hal itu ternyata juga berpengaruh pada proses pemotongan. Utamanya, proses penyemprotan darah sapi tidak akan maksimal.

Selain itu, perlakuan pada hewan yang dipotong sebenarnya sama dengan perlakuan terhadap mayat. Disiram dengan air yang bersih seperti dimandikan. Sebab, menurutnya, pembuluh darah yang kecil-kecil berkumpul di jantung. Sehingga pada saat dipotong, jantungnya menyemprotkan darah dengan keras. Tujuan dibuatnya penyemprotan darah dengan cepat karena darah adalah tempatnya penyakit. Ketika hal tersebut dilakukan, maka akan membuat daging lebih awet dan tidak mudah busuk.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Ilham Wahyudi
Editor: Mahrus Sholih

Dengan hal itu, diharapkan masyarakat tidak hanya menerima daging. Tapi, juga dipastikan dagingnya benar-benar sehat. Sebab, kualitas daging, menurutnya, harus ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal).

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, sebenarnya untuk pemotongan hewan tidak memerlukan orang banyak. Namun, untuk tata cara ini belum diajarkan kepada masyarakat. Apalagi untuk acara keagamaan, pasti banyak masyarakat yang ingin ikut membantu proses pemotongan. “Sebenarnya satu atau dua orang saja sudah bisa meng-handle satu ekor sapi. Dengan teknik yang benar menjatuhkan, sapi tidak akan kesakitan,” ulasnya.

Kata dia, saat dipotong ternyata sapi juga tidak boleh dalam kondisi kelelahan. Sebab, ketika hal itu terjadi, maka asam laktatnya akan naik, serta dapat menyebabkan daging alot. Selain itu, saat sapi akan dipotong tidak boleh diberikan makan terlebih dahulu. Padahal, sebenarnya hewan sudah tidak butuh. Hal itu ternyata juga berpengaruh pada proses pemotongan. Utamanya, proses penyemprotan darah sapi tidak akan maksimal.

Selain itu, perlakuan pada hewan yang dipotong sebenarnya sama dengan perlakuan terhadap mayat. Disiram dengan air yang bersih seperti dimandikan. Sebab, menurutnya, pembuluh darah yang kecil-kecil berkumpul di jantung. Sehingga pada saat dipotong, jantungnya menyemprotkan darah dengan keras. Tujuan dibuatnya penyemprotan darah dengan cepat karena darah adalah tempatnya penyakit. Ketika hal tersebut dilakukan, maka akan membuat daging lebih awet dan tidak mudah busuk.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Ilham Wahyudi
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/