alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Jangan Sembarangan Potong Hewan Kurban

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Peringatan Hari Raya Idul Adha identik dengan pemotongan hewan kurban. Baik yang dilakukan oleh instansi maupun pribadi. Ternyata, proses pemotongan hewan tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami oleh masyarakat sebelum menyembelih hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dr Cendy Herdiawan menjelaskan, saat ini masih ada sejumlah masyarakat yang belum memahami tata cara pemotongan hewan yang baik dan benar. Padahal, dalam hukum Islam semuanya sudah diatur secara lengkap dan jelas.

Ia mencontohkan salah satu cara menyembelih hewan yang baik. Misalnya hewan yang akan dipotong tidak boleh melihat hewan lainnya yang sedang dipotong. Hal tersebut dapat menyebabkan hewan stres dan dapat membuat daging hewan tidak enak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemudian, dia menambahkan, upayakan pada saat pemotongan, sekali gores hewan sudah mati. Sebab, saat ini lumrah di masyarakat, yang penting pisau ataupun sejenisnya tidak terangkat dari leher hewan. Padahal sebenarnya, tidak perlu diulang-ulang seperti pemotongan biasanya. “Kalau di luar negeri dilakukan berulang begitu, bisa masuk kualitas dua,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebut, banyak beredar di masyarakat sapi yang sudah dipotong, tapi masih bisa lari. Ternyata hal itu karena tidak semua bagian yang seharusnya dipotong telah putus. Penyebabnya, proses pemotongannya dilakukan kurang sempurna.

Melihat hal tersebut, dirinya mengaku sudah memberangkatkan sejumlah peternak dan penyembelih hewan untuk mengikuti pelatihan juru sembelih halal (Juleha). Para alumni pelatihan tersebut rencananya akan diberikan fasilitas untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat yang lain. “Untuk praktik, mengajari bagaimana memperoleh daging yang baik dengan cara memotong yang benar. Sehingga kualitas daging menjadi lebih baik,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Peringatan Hari Raya Idul Adha identik dengan pemotongan hewan kurban. Baik yang dilakukan oleh instansi maupun pribadi. Ternyata, proses pemotongan hewan tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami oleh masyarakat sebelum menyembelih hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dr Cendy Herdiawan menjelaskan, saat ini masih ada sejumlah masyarakat yang belum memahami tata cara pemotongan hewan yang baik dan benar. Padahal, dalam hukum Islam semuanya sudah diatur secara lengkap dan jelas.

Ia mencontohkan salah satu cara menyembelih hewan yang baik. Misalnya hewan yang akan dipotong tidak boleh melihat hewan lainnya yang sedang dipotong. Hal tersebut dapat menyebabkan hewan stres dan dapat membuat daging hewan tidak enak.

Kemudian, dia menambahkan, upayakan pada saat pemotongan, sekali gores hewan sudah mati. Sebab, saat ini lumrah di masyarakat, yang penting pisau ataupun sejenisnya tidak terangkat dari leher hewan. Padahal sebenarnya, tidak perlu diulang-ulang seperti pemotongan biasanya. “Kalau di luar negeri dilakukan berulang begitu, bisa masuk kualitas dua,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebut, banyak beredar di masyarakat sapi yang sudah dipotong, tapi masih bisa lari. Ternyata hal itu karena tidak semua bagian yang seharusnya dipotong telah putus. Penyebabnya, proses pemotongannya dilakukan kurang sempurna.

Melihat hal tersebut, dirinya mengaku sudah memberangkatkan sejumlah peternak dan penyembelih hewan untuk mengikuti pelatihan juru sembelih halal (Juleha). Para alumni pelatihan tersebut rencananya akan diberikan fasilitas untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat yang lain. “Untuk praktik, mengajari bagaimana memperoleh daging yang baik dengan cara memotong yang benar. Sehingga kualitas daging menjadi lebih baik,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Peringatan Hari Raya Idul Adha identik dengan pemotongan hewan kurban. Baik yang dilakukan oleh instansi maupun pribadi. Ternyata, proses pemotongan hewan tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami oleh masyarakat sebelum menyembelih hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dr Cendy Herdiawan menjelaskan, saat ini masih ada sejumlah masyarakat yang belum memahami tata cara pemotongan hewan yang baik dan benar. Padahal, dalam hukum Islam semuanya sudah diatur secara lengkap dan jelas.

Ia mencontohkan salah satu cara menyembelih hewan yang baik. Misalnya hewan yang akan dipotong tidak boleh melihat hewan lainnya yang sedang dipotong. Hal tersebut dapat menyebabkan hewan stres dan dapat membuat daging hewan tidak enak.

Kemudian, dia menambahkan, upayakan pada saat pemotongan, sekali gores hewan sudah mati. Sebab, saat ini lumrah di masyarakat, yang penting pisau ataupun sejenisnya tidak terangkat dari leher hewan. Padahal sebenarnya, tidak perlu diulang-ulang seperti pemotongan biasanya. “Kalau di luar negeri dilakukan berulang begitu, bisa masuk kualitas dua,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebut, banyak beredar di masyarakat sapi yang sudah dipotong, tapi masih bisa lari. Ternyata hal itu karena tidak semua bagian yang seharusnya dipotong telah putus. Penyebabnya, proses pemotongannya dilakukan kurang sempurna.

Melihat hal tersebut, dirinya mengaku sudah memberangkatkan sejumlah peternak dan penyembelih hewan untuk mengikuti pelatihan juru sembelih halal (Juleha). Para alumni pelatihan tersebut rencananya akan diberikan fasilitas untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat yang lain. “Untuk praktik, mengajari bagaimana memperoleh daging yang baik dengan cara memotong yang benar. Sehingga kualitas daging menjadi lebih baik,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/