alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Imbau Masyarakat Jalankan Ibadah di Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso sepakat untuk menjalankan aturan PPKM darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Termasuk di dalamnya terkait penutupan tempat ibadah. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi bersama tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bondowoso.

Rapat yang berlangsung di Sabha Bina Praja I Pemkab Bondowoso, Senin (5/7) kemarin, itu menindaklanjuti surat instruksi yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Wilayah Jawa-Bali. Serta menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia tentang penutupan sementara tempat ibadah selama PPKM darurat diberlakukan.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Soekaryo menyatakan, dari hasil rapat tersebut didapatkan kesepakatan bersama untuk menghadapi Covid-19. Pihaknya juga mengimbau untuk tetap melaksanakan isi dari surat edaran tersebut. Kemudian, para tokoh agama yang hadir diminta untuk menyampaikan apa yang dikatakan forkopimda kepada seluruh elemen masyarakat dengan bahasa masing-masing.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, para tokoh agama yang hadir memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan pesan yang ada dalam surat instruksi dan surat edaran tersebut kepada para jamaahnya. Bahkan, bahasa yang digunakan tidak lagi memakai kata ditutup. Melainkan menggunakan kata imbauan untuk melakukan ibadah di rumah masing-masing. “Bahasa ulama tidak pakai ditutup, tapi diimbau,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB Bondowoso Moh Syaiful Haq membenarkan bahwa seluruh pimpinan umat beragama di Bondowoso bersepakat untuk turut menyosialisasikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. “Sekarang kami makin antusias membantu pemerintah karena penyebaran Covid-19 semakin meningkat. Ini bahaya jika tidak disosialisasikan kepada masyarakat,” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso sepakat untuk menjalankan aturan PPKM darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Termasuk di dalamnya terkait penutupan tempat ibadah. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi bersama tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bondowoso.

Rapat yang berlangsung di Sabha Bina Praja I Pemkab Bondowoso, Senin (5/7) kemarin, itu menindaklanjuti surat instruksi yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Wilayah Jawa-Bali. Serta menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia tentang penutupan sementara tempat ibadah selama PPKM darurat diberlakukan.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Soekaryo menyatakan, dari hasil rapat tersebut didapatkan kesepakatan bersama untuk menghadapi Covid-19. Pihaknya juga mengimbau untuk tetap melaksanakan isi dari surat edaran tersebut. Kemudian, para tokoh agama yang hadir diminta untuk menyampaikan apa yang dikatakan forkopimda kepada seluruh elemen masyarakat dengan bahasa masing-masing.

Menurutnya, para tokoh agama yang hadir memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan pesan yang ada dalam surat instruksi dan surat edaran tersebut kepada para jamaahnya. Bahkan, bahasa yang digunakan tidak lagi memakai kata ditutup. Melainkan menggunakan kata imbauan untuk melakukan ibadah di rumah masing-masing. “Bahasa ulama tidak pakai ditutup, tapi diimbau,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB Bondowoso Moh Syaiful Haq membenarkan bahwa seluruh pimpinan umat beragama di Bondowoso bersepakat untuk turut menyosialisasikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. “Sekarang kami makin antusias membantu pemerintah karena penyebaran Covid-19 semakin meningkat. Ini bahaya jika tidak disosialisasikan kepada masyarakat,” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso sepakat untuk menjalankan aturan PPKM darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Termasuk di dalamnya terkait penutupan tempat ibadah. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi bersama tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bondowoso.

Rapat yang berlangsung di Sabha Bina Praja I Pemkab Bondowoso, Senin (5/7) kemarin, itu menindaklanjuti surat instruksi yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Wilayah Jawa-Bali. Serta menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia tentang penutupan sementara tempat ibadah selama PPKM darurat diberlakukan.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Soekaryo menyatakan, dari hasil rapat tersebut didapatkan kesepakatan bersama untuk menghadapi Covid-19. Pihaknya juga mengimbau untuk tetap melaksanakan isi dari surat edaran tersebut. Kemudian, para tokoh agama yang hadir diminta untuk menyampaikan apa yang dikatakan forkopimda kepada seluruh elemen masyarakat dengan bahasa masing-masing.

Menurutnya, para tokoh agama yang hadir memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan pesan yang ada dalam surat instruksi dan surat edaran tersebut kepada para jamaahnya. Bahkan, bahasa yang digunakan tidak lagi memakai kata ditutup. Melainkan menggunakan kata imbauan untuk melakukan ibadah di rumah masing-masing. “Bahasa ulama tidak pakai ditutup, tapi diimbau,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB Bondowoso Moh Syaiful Haq membenarkan bahwa seluruh pimpinan umat beragama di Bondowoso bersepakat untuk turut menyosialisasikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. “Sekarang kami makin antusias membantu pemerintah karena penyebaran Covid-19 semakin meningkat. Ini bahaya jika tidak disosialisasikan kepada masyarakat,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/