alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Suntik Vaksin Sapi Ditarif Rp 100 Ribu

Komisi II DPRD Desak Pemkab Realisasi Anggaran

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, Radar Ijen – Vaksin untuk sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata tidak gratis. Peternak masih dibebani biaya senilai Rp 100 ribu per ekor.  Komisi II DPRD Bondowoso mendesak agar anggaran penanganan PMK segera direalisasikan.

BACA JUGA : Walau PMK Terus Bertambah, Kebutuhan Hewan untuk Kurban Aman

Kondisi ini terkuak dari pengakuan pemilik ternak sapi. Salah satunya adalah Willy, warga asal Desa Banyuwuluh, Kecamatan Wringin, Bondowoso. Saat sapi yang dimilikinya terpapar, proses pelayanan penyuntikan vaksin masih dipungut biaya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Willy, pembayaran tersebut untuk satu ekor sapi senilai Rp 100 ribu. “Cuma penyuntikannya tidak gratis. Rp 100 ribu per ekor,” terangnya saat diwawancara oleh Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.

Ternak yang dia rawat tertular dari sapi tetangga yang baru dibeli. Sapi tetangganya yang dibeli di Pasar Pakem tersebut tertular PMK. Sehingga menular pada sapi miliknya. Sabtu (4/6) kemarin, sapinya turut tertular. “Kayak sariawan, bibirnya pecah-pecah,” ucapnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso A Mansur meminta pemerintah agar secepatnya mencairkan anggaran penanganan wabah PMK. “Pemerintah tak perlu persetujuan DPRD untuk mencairkan dana tersebut,” ungkapnya.

- Advertisement -

TENGGARANG, Radar Ijen – Vaksin untuk sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata tidak gratis. Peternak masih dibebani biaya senilai Rp 100 ribu per ekor.  Komisi II DPRD Bondowoso mendesak agar anggaran penanganan PMK segera direalisasikan.

BACA JUGA : Walau PMK Terus Bertambah, Kebutuhan Hewan untuk Kurban Aman

Kondisi ini terkuak dari pengakuan pemilik ternak sapi. Salah satunya adalah Willy, warga asal Desa Banyuwuluh, Kecamatan Wringin, Bondowoso. Saat sapi yang dimilikinya terpapar, proses pelayanan penyuntikan vaksin masih dipungut biaya.

Menurut Willy, pembayaran tersebut untuk satu ekor sapi senilai Rp 100 ribu. “Cuma penyuntikannya tidak gratis. Rp 100 ribu per ekor,” terangnya saat diwawancara oleh Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.

Ternak yang dia rawat tertular dari sapi tetangga yang baru dibeli. Sapi tetangganya yang dibeli di Pasar Pakem tersebut tertular PMK. Sehingga menular pada sapi miliknya. Sabtu (4/6) kemarin, sapinya turut tertular. “Kayak sariawan, bibirnya pecah-pecah,” ucapnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso A Mansur meminta pemerintah agar secepatnya mencairkan anggaran penanganan wabah PMK. “Pemerintah tak perlu persetujuan DPRD untuk mencairkan dana tersebut,” ungkapnya.

TENGGARANG, Radar Ijen – Vaksin untuk sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata tidak gratis. Peternak masih dibebani biaya senilai Rp 100 ribu per ekor.  Komisi II DPRD Bondowoso mendesak agar anggaran penanganan PMK segera direalisasikan.

BACA JUGA : Walau PMK Terus Bertambah, Kebutuhan Hewan untuk Kurban Aman

Kondisi ini terkuak dari pengakuan pemilik ternak sapi. Salah satunya adalah Willy, warga asal Desa Banyuwuluh, Kecamatan Wringin, Bondowoso. Saat sapi yang dimilikinya terpapar, proses pelayanan penyuntikan vaksin masih dipungut biaya.

Menurut Willy, pembayaran tersebut untuk satu ekor sapi senilai Rp 100 ribu. “Cuma penyuntikannya tidak gratis. Rp 100 ribu per ekor,” terangnya saat diwawancara oleh Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.

Ternak yang dia rawat tertular dari sapi tetangga yang baru dibeli. Sapi tetangganya yang dibeli di Pasar Pakem tersebut tertular PMK. Sehingga menular pada sapi miliknya. Sabtu (4/6) kemarin, sapinya turut tertular. “Kayak sariawan, bibirnya pecah-pecah,” ucapnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso A Mansur meminta pemerintah agar secepatnya mencairkan anggaran penanganan wabah PMK. “Pemerintah tak perlu persetujuan DPRD untuk mencairkan dana tersebut,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/