alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Pasar Hewan Terpadu Hanya Mimpi

Bangunannya Dihuni Semak Belukar

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Merasa terganggu dengan Pasar Hewan Selasaan yang berada di Kademangan? Tenang saja, Pemkab Bondowoso sudah membuatkan pasar hewan di Selolembu, Kecamatan Curahdami, dengan konsep pasar hewan terpadu. Tapi, tunggu dulu, itu hanya mimpi. Pasalnya, hingga kini belum terwujud. Padahal, bangunan sudah ada sejak lama dan kondisinya terbengkalai begitu saja.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pasar hewan di Selolembu itu tidak ada aktivitas sama sekali. Tidak hanya lantainya yang telah ditumbuhi semak belukar, bahkan bangunan juga turut jadi rumah yang nyaman untuk ilalang liar.

BACA JUGA : H+4 Lebaran, Jalan Rambipuji Arah Kota Jember Macet Total

Mobile_AP_Rectangle 2

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Totok Haryanto mengatakan, pasar hewan terpadu yang berada di Selolembu tidak begitu strategis untuk dijadikan pasar hewan. “Lokasi pasar hewan baru sepertinya memang kurang representatif,” terang Totok.

Selain tidak representatif, para pedagang yang berada di Pasar Selasaan enggan untuk datang ke lokasi tersebut. Sebab, para pedagang merasa lebih nyaman berada di Pasar Selasaan. “Bahkan sering terjadi penolakan oleh pedagang bila dipindah ke Selolembu,” katanya.

Dirinya mengaku telah melakukan penertiban pasar yang ada di Kademangan. Sebagai antisipasi adanya kemacetan akibat pedagang yang memakai fasilitas jalan. Sementara itu, pasar hewan terpadu hingga saat ini mangkrak atau tidak fungsikan. “Kami akan tetap berupaya untuk dipakai (Pasar Hewan Selolembu, Red),” terangnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Merasa terganggu dengan Pasar Hewan Selasaan yang berada di Kademangan? Tenang saja, Pemkab Bondowoso sudah membuatkan pasar hewan di Selolembu, Kecamatan Curahdami, dengan konsep pasar hewan terpadu. Tapi, tunggu dulu, itu hanya mimpi. Pasalnya, hingga kini belum terwujud. Padahal, bangunan sudah ada sejak lama dan kondisinya terbengkalai begitu saja.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pasar hewan di Selolembu itu tidak ada aktivitas sama sekali. Tidak hanya lantainya yang telah ditumbuhi semak belukar, bahkan bangunan juga turut jadi rumah yang nyaman untuk ilalang liar.

BACA JUGA : H+4 Lebaran, Jalan Rambipuji Arah Kota Jember Macet Total

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Totok Haryanto mengatakan, pasar hewan terpadu yang berada di Selolembu tidak begitu strategis untuk dijadikan pasar hewan. “Lokasi pasar hewan baru sepertinya memang kurang representatif,” terang Totok.

Selain tidak representatif, para pedagang yang berada di Pasar Selasaan enggan untuk datang ke lokasi tersebut. Sebab, para pedagang merasa lebih nyaman berada di Pasar Selasaan. “Bahkan sering terjadi penolakan oleh pedagang bila dipindah ke Selolembu,” katanya.

Dirinya mengaku telah melakukan penertiban pasar yang ada di Kademangan. Sebagai antisipasi adanya kemacetan akibat pedagang yang memakai fasilitas jalan. Sementara itu, pasar hewan terpadu hingga saat ini mangkrak atau tidak fungsikan. “Kami akan tetap berupaya untuk dipakai (Pasar Hewan Selolembu, Red),” terangnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Merasa terganggu dengan Pasar Hewan Selasaan yang berada di Kademangan? Tenang saja, Pemkab Bondowoso sudah membuatkan pasar hewan di Selolembu, Kecamatan Curahdami, dengan konsep pasar hewan terpadu. Tapi, tunggu dulu, itu hanya mimpi. Pasalnya, hingga kini belum terwujud. Padahal, bangunan sudah ada sejak lama dan kondisinya terbengkalai begitu saja.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pasar hewan di Selolembu itu tidak ada aktivitas sama sekali. Tidak hanya lantainya yang telah ditumbuhi semak belukar, bahkan bangunan juga turut jadi rumah yang nyaman untuk ilalang liar.

BACA JUGA : H+4 Lebaran, Jalan Rambipuji Arah Kota Jember Macet Total

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Totok Haryanto mengatakan, pasar hewan terpadu yang berada di Selolembu tidak begitu strategis untuk dijadikan pasar hewan. “Lokasi pasar hewan baru sepertinya memang kurang representatif,” terang Totok.

Selain tidak representatif, para pedagang yang berada di Pasar Selasaan enggan untuk datang ke lokasi tersebut. Sebab, para pedagang merasa lebih nyaman berada di Pasar Selasaan. “Bahkan sering terjadi penolakan oleh pedagang bila dipindah ke Selolembu,” katanya.

Dirinya mengaku telah melakukan penertiban pasar yang ada di Kademangan. Sebagai antisipasi adanya kemacetan akibat pedagang yang memakai fasilitas jalan. Sementara itu, pasar hewan terpadu hingga saat ini mangkrak atau tidak fungsikan. “Kami akan tetap berupaya untuk dipakai (Pasar Hewan Selolembu, Red),” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/