alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Perkara Perlindungan Anak Masih Masif

Ancaman Penjara Maksimal 15 Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perkara perlindungan anak di Bondowoso masih kerap terjadi. Tak jarang, korbannya yang masih anak di bawah umur terseret dalam kesaksiannya di ruang sidang meja hijau. Terlebih, kasus yang dialaminya adalah pencabulan ataupun kekerasan seksual.

Tercatat sejak Januari lalu hingga sekarang, ada tiga perkara perlindungan anak yang sudah masuk dalam meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso pun menyidangkan perkara yang melibatkan anak itu dengan virtual.

Tak jarang, beberapa korban anak ketika mengikuti sidang secara daring itu tak ingin melihat wajah terdakwa dari layar monitor. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, seusai persidangan, sang anak bahkan sempat meneteskan air mata. Persidangan perkara anak pun berjalan tertutup untuk umum.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hingga sekarang, ada tiga perkara perlindungan anak yang sudah masuk sidang. Agenda sidangnya masih berkutat pada pemeriksaan saksi-saksi,” beber Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum Kejari Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perkara perlindungan anak di Bondowoso masih kerap terjadi. Tak jarang, korbannya yang masih anak di bawah umur terseret dalam kesaksiannya di ruang sidang meja hijau. Terlebih, kasus yang dialaminya adalah pencabulan ataupun kekerasan seksual.

Tercatat sejak Januari lalu hingga sekarang, ada tiga perkara perlindungan anak yang sudah masuk dalam meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso pun menyidangkan perkara yang melibatkan anak itu dengan virtual.

Tak jarang, beberapa korban anak ketika mengikuti sidang secara daring itu tak ingin melihat wajah terdakwa dari layar monitor. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, seusai persidangan, sang anak bahkan sempat meneteskan air mata. Persidangan perkara anak pun berjalan tertutup untuk umum.

“Hingga sekarang, ada tiga perkara perlindungan anak yang sudah masuk sidang. Agenda sidangnya masih berkutat pada pemeriksaan saksi-saksi,” beber Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum Kejari Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perkara perlindungan anak di Bondowoso masih kerap terjadi. Tak jarang, korbannya yang masih anak di bawah umur terseret dalam kesaksiannya di ruang sidang meja hijau. Terlebih, kasus yang dialaminya adalah pencabulan ataupun kekerasan seksual.

Tercatat sejak Januari lalu hingga sekarang, ada tiga perkara perlindungan anak yang sudah masuk dalam meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso pun menyidangkan perkara yang melibatkan anak itu dengan virtual.

Tak jarang, beberapa korban anak ketika mengikuti sidang secara daring itu tak ingin melihat wajah terdakwa dari layar monitor. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, seusai persidangan, sang anak bahkan sempat meneteskan air mata. Persidangan perkara anak pun berjalan tertutup untuk umum.

“Hingga sekarang, ada tiga perkara perlindungan anak yang sudah masuk sidang. Agenda sidangnya masih berkutat pada pemeriksaan saksi-saksi,” beber Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum Kejari Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/