alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Mutasi Covid-19, Kuncinya tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sampai saat ini belum hilang dari muka bumi. Bahkan virus ini telah mengalami mutasi. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian baru ini. Apalagi saat ini mutasi virus tersebut sudah terdeteksi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dr Mohammad Imron menyampaikan, varian baru dari mutasi Covid-19 memang sudah tidak bisa dihindari. Berbagai varian pun sudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Dibuktikan dengan terdeteksinya virus tersebut oleh laboratorium penelitian Universitas Airlangga. Dari laboratorium itu ditemukan varian baru Covid-19 tipe 641G. “Di mana 641G ini merupakan varian baru dari yang sebelumnya D,” tuturnya.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan epidemiologi, tipe virus ini memang lebih cepat menular dan lebih ganas. Walaupun demikian, belum ada hasil penelitian yang menyebutkan bahwa mutasi virus ini dapat menyebabkan lebih banyak kematian. “Cepat menular, tapi tidak berarti cepat membuat mati orang yang tertular itu,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, disampaikan bahwa vaksin yang ada saat ini dibuat dari tipe atau varian D. Tetapi, berdasarkan hasil penelitian ilmiah, sejauh ini masih bisa dan efektif untuk mengatasi jenis Covid-19 varian baru ini. Walaupun saat ini sudah dilakukan pengembangan pembuatan vaksin untuk tipe baru ini oleh Universitas Airlangga.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sampai saat ini belum hilang dari muka bumi. Bahkan virus ini telah mengalami mutasi. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian baru ini. Apalagi saat ini mutasi virus tersebut sudah terdeteksi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dr Mohammad Imron menyampaikan, varian baru dari mutasi Covid-19 memang sudah tidak bisa dihindari. Berbagai varian pun sudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Dibuktikan dengan terdeteksinya virus tersebut oleh laboratorium penelitian Universitas Airlangga. Dari laboratorium itu ditemukan varian baru Covid-19 tipe 641G. “Di mana 641G ini merupakan varian baru dari yang sebelumnya D,” tuturnya.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan epidemiologi, tipe virus ini memang lebih cepat menular dan lebih ganas. Walaupun demikian, belum ada hasil penelitian yang menyebutkan bahwa mutasi virus ini dapat menyebabkan lebih banyak kematian. “Cepat menular, tapi tidak berarti cepat membuat mati orang yang tertular itu,” ungkapnya.

Selain itu, disampaikan bahwa vaksin yang ada saat ini dibuat dari tipe atau varian D. Tetapi, berdasarkan hasil penelitian ilmiah, sejauh ini masih bisa dan efektif untuk mengatasi jenis Covid-19 varian baru ini. Walaupun saat ini sudah dilakukan pengembangan pembuatan vaksin untuk tipe baru ini oleh Universitas Airlangga.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sampai saat ini belum hilang dari muka bumi. Bahkan virus ini telah mengalami mutasi. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian baru ini. Apalagi saat ini mutasi virus tersebut sudah terdeteksi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dr Mohammad Imron menyampaikan, varian baru dari mutasi Covid-19 memang sudah tidak bisa dihindari. Berbagai varian pun sudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Dibuktikan dengan terdeteksinya virus tersebut oleh laboratorium penelitian Universitas Airlangga. Dari laboratorium itu ditemukan varian baru Covid-19 tipe 641G. “Di mana 641G ini merupakan varian baru dari yang sebelumnya D,” tuturnya.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan epidemiologi, tipe virus ini memang lebih cepat menular dan lebih ganas. Walaupun demikian, belum ada hasil penelitian yang menyebutkan bahwa mutasi virus ini dapat menyebabkan lebih banyak kematian. “Cepat menular, tapi tidak berarti cepat membuat mati orang yang tertular itu,” ungkapnya.

Selain itu, disampaikan bahwa vaksin yang ada saat ini dibuat dari tipe atau varian D. Tetapi, berdasarkan hasil penelitian ilmiah, sejauh ini masih bisa dan efektif untuk mengatasi jenis Covid-19 varian baru ini. Walaupun saat ini sudah dilakukan pengembangan pembuatan vaksin untuk tipe baru ini oleh Universitas Airlangga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/