alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pasar Induk Malah Dijadikan Tempat Parkir

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat untuk berjualan seharusnya hanya digunakan para pedagang untuk menjual barangnya. Tapi, berbeda dengan yang terjadi di Pasar Induk Bondowoso. Sejumlah sepeda motor terlihat parkir di beberapa tempat jualan para pedagang lantai atas pasar tersebut, Senin (5/4) siang. Padahal, sebelum naik ke lantai atas, sudah tersedia fasilitas parkir.

Rudyanto, petugas keamanan pasar induk menyampaikan, sebenarnya parkir di tempat yang seharusnya dipergunakan untuk jualan tidak diperbolehkan. Tetapi, sampai saat ini masih saja ada pedagang yang memarkir kendaraannya di tempat tersebut. “Kadang pedagang bawa barang, gitu bilangnya. Eh gak taunya sepedanya malah ditaruh di kiosnya,” terangnya.

Menurutnya, motor yang terparkir di lantai atas rata-rata milik pedagang di tempat itu. Sementara, untuk kendaraan pengunjung, rata-rata diparkir di tempat yang sudah disediakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebenarnya fasilitas parkir tersebut memang sudah dilengkapi dengan atap, sehingga para pengunjung tidak perlu khawatir kendaraannya kepanasan atau kehujanan.

Kebiasaan itu, menurutnya, sudah terjadi sejak lama. Tak jarang pihak keamanan pasar memperingatkan para pedagang yang masih bandel memarkir kendaraannya di lantai atas. Ketika diperingatkan, mereka langsung menurunkan motornya. Tetapi, hal itu tidak bertahan lama. Beberapa hari kemudian, para pedagang kembali memarkir kendaraannya ke lantai atas. “Kami sering tegur itu. Emang diturunkan, tapi keesokannya balik lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan, sampai saat ini pihaknya hanya bisa memberi peringatan saja. Tidak sampai pada tindakan represif. Misalnya digembosi bannya atau punishment lainnya. “Kami tidak sampai menggembosi, hanya peringatan,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat untuk berjualan seharusnya hanya digunakan para pedagang untuk menjual barangnya. Tapi, berbeda dengan yang terjadi di Pasar Induk Bondowoso. Sejumlah sepeda motor terlihat parkir di beberapa tempat jualan para pedagang lantai atas pasar tersebut, Senin (5/4) siang. Padahal, sebelum naik ke lantai atas, sudah tersedia fasilitas parkir.

Rudyanto, petugas keamanan pasar induk menyampaikan, sebenarnya parkir di tempat yang seharusnya dipergunakan untuk jualan tidak diperbolehkan. Tetapi, sampai saat ini masih saja ada pedagang yang memarkir kendaraannya di tempat tersebut. “Kadang pedagang bawa barang, gitu bilangnya. Eh gak taunya sepedanya malah ditaruh di kiosnya,” terangnya.

Menurutnya, motor yang terparkir di lantai atas rata-rata milik pedagang di tempat itu. Sementara, untuk kendaraan pengunjung, rata-rata diparkir di tempat yang sudah disediakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebenarnya fasilitas parkir tersebut memang sudah dilengkapi dengan atap, sehingga para pengunjung tidak perlu khawatir kendaraannya kepanasan atau kehujanan.

Kebiasaan itu, menurutnya, sudah terjadi sejak lama. Tak jarang pihak keamanan pasar memperingatkan para pedagang yang masih bandel memarkir kendaraannya di lantai atas. Ketika diperingatkan, mereka langsung menurunkan motornya. Tetapi, hal itu tidak bertahan lama. Beberapa hari kemudian, para pedagang kembali memarkir kendaraannya ke lantai atas. “Kami sering tegur itu. Emang diturunkan, tapi keesokannya balik lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan, sampai saat ini pihaknya hanya bisa memberi peringatan saja. Tidak sampai pada tindakan represif. Misalnya digembosi bannya atau punishment lainnya. “Kami tidak sampai menggembosi, hanya peringatan,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tempat untuk berjualan seharusnya hanya digunakan para pedagang untuk menjual barangnya. Tapi, berbeda dengan yang terjadi di Pasar Induk Bondowoso. Sejumlah sepeda motor terlihat parkir di beberapa tempat jualan para pedagang lantai atas pasar tersebut, Senin (5/4) siang. Padahal, sebelum naik ke lantai atas, sudah tersedia fasilitas parkir.

Rudyanto, petugas keamanan pasar induk menyampaikan, sebenarnya parkir di tempat yang seharusnya dipergunakan untuk jualan tidak diperbolehkan. Tetapi, sampai saat ini masih saja ada pedagang yang memarkir kendaraannya di tempat tersebut. “Kadang pedagang bawa barang, gitu bilangnya. Eh gak taunya sepedanya malah ditaruh di kiosnya,” terangnya.

Menurutnya, motor yang terparkir di lantai atas rata-rata milik pedagang di tempat itu. Sementara, untuk kendaraan pengunjung, rata-rata diparkir di tempat yang sudah disediakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebenarnya fasilitas parkir tersebut memang sudah dilengkapi dengan atap, sehingga para pengunjung tidak perlu khawatir kendaraannya kepanasan atau kehujanan.

Kebiasaan itu, menurutnya, sudah terjadi sejak lama. Tak jarang pihak keamanan pasar memperingatkan para pedagang yang masih bandel memarkir kendaraannya di lantai atas. Ketika diperingatkan, mereka langsung menurunkan motornya. Tetapi, hal itu tidak bertahan lama. Beberapa hari kemudian, para pedagang kembali memarkir kendaraannya ke lantai atas. “Kami sering tegur itu. Emang diturunkan, tapi keesokannya balik lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan, sampai saat ini pihaknya hanya bisa memberi peringatan saja. Tidak sampai pada tindakan represif. Misalnya digembosi bannya atau punishment lainnya. “Kami tidak sampai menggembosi, hanya peringatan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/