alexametrics
25.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Les Tambahan Harus Dapat Izin Wali Murid

Kelas 9 SMP Fokus untuk Ujian Akhir

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) untuk kelas 9 SMP sudah digelar kurang lebih satu bulan berjalan ini. PTM untuk kelas 9 SMP itu masih diujicobakan pada lima sekolah. Salah satunya di SMPN 2 Maesan. Dalam pelaksanaannya, para guru, tenaga pendidikan, dan siswa patuh terhadap protokol kesehatan atau SOP PTM yang disusun oleh BPBD Bondowoso.

Dalam PTM masing-masing sekolah, para guru pengajar pun kini lebih fokus menekankan kepada materi persiapan ujian. Seperti halnya ujian praktik, ujian akhir semester (UAS), dan ujian satuan pendidikan (USP).

Lalu, bagaimana nasib program les tambahan bagi siswa kelas 9 SMP ini? Perlu diketahui, sebelum adanya pandemi Covid-19, les tambahan dari sekolah untuk para siswa kelas 9 SMP ini kerap dilakukan oleh pihak sekolah. Tujuannya memberikan materi atau sebagai tes untuk masuk ke SMA favorit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tetapi, masa pandemi sekarang, jangankan untuk les tambahan, PTM di kelas saja masih susah. Menyikapi hal itu, Haeriyah Yulianti, Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso, mengaku pihaknya tak membatasi pembekalan materi berupa apa saja kepada para siswa.

“Yang terpenting ada persetujuan dari wali murid kalau menggelar les tambahan seperti itu. Kalau les tambahan harus berbayar, ya akan membebani. Jangan sampai proses pembelajaran ini membebani wali murid juga,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) untuk kelas 9 SMP sudah digelar kurang lebih satu bulan berjalan ini. PTM untuk kelas 9 SMP itu masih diujicobakan pada lima sekolah. Salah satunya di SMPN 2 Maesan. Dalam pelaksanaannya, para guru, tenaga pendidikan, dan siswa patuh terhadap protokol kesehatan atau SOP PTM yang disusun oleh BPBD Bondowoso.

Dalam PTM masing-masing sekolah, para guru pengajar pun kini lebih fokus menekankan kepada materi persiapan ujian. Seperti halnya ujian praktik, ujian akhir semester (UAS), dan ujian satuan pendidikan (USP).

Lalu, bagaimana nasib program les tambahan bagi siswa kelas 9 SMP ini? Perlu diketahui, sebelum adanya pandemi Covid-19, les tambahan dari sekolah untuk para siswa kelas 9 SMP ini kerap dilakukan oleh pihak sekolah. Tujuannya memberikan materi atau sebagai tes untuk masuk ke SMA favorit.

Tetapi, masa pandemi sekarang, jangankan untuk les tambahan, PTM di kelas saja masih susah. Menyikapi hal itu, Haeriyah Yulianti, Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso, mengaku pihaknya tak membatasi pembekalan materi berupa apa saja kepada para siswa.

“Yang terpenting ada persetujuan dari wali murid kalau menggelar les tambahan seperti itu. Kalau les tambahan harus berbayar, ya akan membebani. Jangan sampai proses pembelajaran ini membebani wali murid juga,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) untuk kelas 9 SMP sudah digelar kurang lebih satu bulan berjalan ini. PTM untuk kelas 9 SMP itu masih diujicobakan pada lima sekolah. Salah satunya di SMPN 2 Maesan. Dalam pelaksanaannya, para guru, tenaga pendidikan, dan siswa patuh terhadap protokol kesehatan atau SOP PTM yang disusun oleh BPBD Bondowoso.

Dalam PTM masing-masing sekolah, para guru pengajar pun kini lebih fokus menekankan kepada materi persiapan ujian. Seperti halnya ujian praktik, ujian akhir semester (UAS), dan ujian satuan pendidikan (USP).

Lalu, bagaimana nasib program les tambahan bagi siswa kelas 9 SMP ini? Perlu diketahui, sebelum adanya pandemi Covid-19, les tambahan dari sekolah untuk para siswa kelas 9 SMP ini kerap dilakukan oleh pihak sekolah. Tujuannya memberikan materi atau sebagai tes untuk masuk ke SMA favorit.

Tetapi, masa pandemi sekarang, jangankan untuk les tambahan, PTM di kelas saja masih susah. Menyikapi hal itu, Haeriyah Yulianti, Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso, mengaku pihaknya tak membatasi pembekalan materi berupa apa saja kepada para siswa.

“Yang terpenting ada persetujuan dari wali murid kalau menggelar les tambahan seperti itu. Kalau les tambahan harus berbayar, ya akan membebani. Jangan sampai proses pembelajaran ini membebani wali murid juga,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/