alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Sampah Medis Covid-19 Belum Dikelola Khusus

Perlu Pengadaan Drop Box Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan limbah medis Covid-19 di Bondowoso belum optimal. Pasalnya sebab ada Covid-19, masyarakat menggunakan benda medis. Yakni masker. Bias jadi, limbahnya mengandung zat berbahaya. Karenanya perlu ada pengelolaan khusus.

Abdul Asis Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, tak menampik hal itu. Menurutnya, masih banyak sampah masker yang dibuang di tong sampah secara sembarangan. Terbukti banyak ditemukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah kota Bondowoso. Kondisi sampah masker medis rumah tangga itu berserakan tanpa dibungkus kantong plastik.

Padahal sampah masker itu termasuk kategori limbah infeksius. Apabila dibuang asal-asalan, sampah masker bisa jadi medium penularan virus, tak terkecuali Covid-19. “Memang, masyarakat kerap membuang sampah masker sembarangan,” kata Asis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya menjabarkan, bahwa saat ini Bondowoso belum memiliki tempat pembuangan sampah medis (drop box) khusus untuk masyarakat (yang tidak terpapar Covid-19). Sesuai aturan yang ada, drop box diletakkan di tempat umum yang mudah diakses masyarakat.

“Mudah-mudahan tersedia anggaran untuk pengadaan drop box. Sehingga, masyarakat tak lagi membuang masker sembarangan,” jelasnya.

Sampah masker yang berada di tempat penampungan sementara nantinya akan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Taman Krocok. Setelah sampai di sana, kata Asis, tak ada proses pengelolaan sampah masker yang berasal dari masyarakat.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan limbah medis Covid-19 di Bondowoso belum optimal. Pasalnya sebab ada Covid-19, masyarakat menggunakan benda medis. Yakni masker. Bias jadi, limbahnya mengandung zat berbahaya. Karenanya perlu ada pengelolaan khusus.

Abdul Asis Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, tak menampik hal itu. Menurutnya, masih banyak sampah masker yang dibuang di tong sampah secara sembarangan. Terbukti banyak ditemukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah kota Bondowoso. Kondisi sampah masker medis rumah tangga itu berserakan tanpa dibungkus kantong plastik.

Padahal sampah masker itu termasuk kategori limbah infeksius. Apabila dibuang asal-asalan, sampah masker bisa jadi medium penularan virus, tak terkecuali Covid-19. “Memang, masyarakat kerap membuang sampah masker sembarangan,” kata Asis.

Dirinya menjabarkan, bahwa saat ini Bondowoso belum memiliki tempat pembuangan sampah medis (drop box) khusus untuk masyarakat (yang tidak terpapar Covid-19). Sesuai aturan yang ada, drop box diletakkan di tempat umum yang mudah diakses masyarakat.

“Mudah-mudahan tersedia anggaran untuk pengadaan drop box. Sehingga, masyarakat tak lagi membuang masker sembarangan,” jelasnya.

Sampah masker yang berada di tempat penampungan sementara nantinya akan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Taman Krocok. Setelah sampai di sana, kata Asis, tak ada proses pengelolaan sampah masker yang berasal dari masyarakat.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan limbah medis Covid-19 di Bondowoso belum optimal. Pasalnya sebab ada Covid-19, masyarakat menggunakan benda medis. Yakni masker. Bias jadi, limbahnya mengandung zat berbahaya. Karenanya perlu ada pengelolaan khusus.

Abdul Asis Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, tak menampik hal itu. Menurutnya, masih banyak sampah masker yang dibuang di tong sampah secara sembarangan. Terbukti banyak ditemukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah kota Bondowoso. Kondisi sampah masker medis rumah tangga itu berserakan tanpa dibungkus kantong plastik.

Padahal sampah masker itu termasuk kategori limbah infeksius. Apabila dibuang asal-asalan, sampah masker bisa jadi medium penularan virus, tak terkecuali Covid-19. “Memang, masyarakat kerap membuang sampah masker sembarangan,” kata Asis.

Dirinya menjabarkan, bahwa saat ini Bondowoso belum memiliki tempat pembuangan sampah medis (drop box) khusus untuk masyarakat (yang tidak terpapar Covid-19). Sesuai aturan yang ada, drop box diletakkan di tempat umum yang mudah diakses masyarakat.

“Mudah-mudahan tersedia anggaran untuk pengadaan drop box. Sehingga, masyarakat tak lagi membuang masker sembarangan,” jelasnya.

Sampah masker yang berada di tempat penampungan sementara nantinya akan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Taman Krocok. Setelah sampai di sana, kata Asis, tak ada proses pengelolaan sampah masker yang berasal dari masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/