21.6 C
Jember
Wednesday, 31 May 2023

Sampah Medis Covid-19 Belum Dikelola Khusus

Perlu Pengadaan Drop Box Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan limbah medis Covid-19 di Bondowoso belum optimal. Pasalnya sebab ada Covid-19, masyarakat menggunakan benda medis. Yakni masker. Bias jadi, limbahnya mengandung zat berbahaya. Karenanya perlu ada pengelolaan khusus.

Abdul Asis Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, tak menampik hal itu. Menurutnya, masih banyak sampah masker yang dibuang di tong sampah secara sembarangan. Terbukti banyak ditemukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah kota Bondowoso. Kondisi sampah masker medis rumah tangga itu berserakan tanpa dibungkus kantong plastik.

Padahal sampah masker itu termasuk kategori limbah infeksius. Apabila dibuang asal-asalan, sampah masker bisa jadi medium penularan virus, tak terkecuali Covid-19. “Memang, masyarakat kerap membuang sampah masker sembarangan,” kata Asis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya menjabarkan, bahwa saat ini Bondowoso belum memiliki tempat pembuangan sampah medis (drop box) khusus untuk masyarakat (yang tidak terpapar Covid-19). Sesuai aturan yang ada, drop box diletakkan di tempat umum yang mudah diakses masyarakat.

“Mudah-mudahan tersedia anggaran untuk pengadaan drop box. Sehingga, masyarakat tak lagi membuang masker sembarangan,” jelasnya.

Sampah masker yang berada di tempat penampungan sementara nantinya akan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Taman Krocok. Setelah sampai di sana, kata Asis, tak ada proses pengelolaan sampah masker yang berasal dari masyarakat.

“Kendalanya tidak ada pengelolaan untuk sampah masker itu di TPA. Yang memilah ada petugas pengambil sampah. Kami mengkhawatirkan kesehatan para petugasĀ  tersebut. Saya mengimbau agar petugas agar berhati-hati dalam mengambil sampah,” terangnya.

Di pihak lain, Mohammad Imron Kepala Dinas Kesehatan, memastikan, sampah masker pasien yang menjalani isolasi mandiri dikumpulkan di tiap puskesmas. Sampah masker dari masyarakat itu, nantinya diangkut dan diolah oleh pihak ketiga bersama limbah medis puskesmas.

Memang, selama ini pihak puskesmas bekerja sama dengan pihak ketiga untuk proses pengangkutan dan pemusnahan limbah medis. Dari data Dinkes Bondowoso, jumlah pasien Covid-19 per Selasa (2/3) yang menjalani perawatan di rumah sakit sekitar 14 orang. Sedangkan pasien yang menjalani isolasi mandiri sekira 25 orang.

“Terkait masih banyaknya persoalan masyarakat yang membuang sampah masker secara sembarangan, kami akan terus menggalakkan edukasi,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan limbah medis Covid-19 di Bondowoso belum optimal. Pasalnya sebab ada Covid-19, masyarakat menggunakan benda medis. Yakni masker. Bias jadi, limbahnya mengandung zat berbahaya. Karenanya perlu ada pengelolaan khusus.

Abdul Asis Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, tak menampik hal itu. Menurutnya, masih banyak sampah masker yang dibuang di tong sampah secara sembarangan. Terbukti banyak ditemukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah kota Bondowoso. Kondisi sampah masker medis rumah tangga itu berserakan tanpa dibungkus kantong plastik.

Padahal sampah masker itu termasuk kategori limbah infeksius. Apabila dibuang asal-asalan, sampah masker bisa jadi medium penularan virus, tak terkecuali Covid-19. “Memang, masyarakat kerap membuang sampah masker sembarangan,” kata Asis.

Dirinya menjabarkan, bahwa saat ini Bondowoso belum memiliki tempat pembuangan sampah medis (drop box) khusus untuk masyarakat (yang tidak terpapar Covid-19). Sesuai aturan yang ada, drop box diletakkan di tempat umum yang mudah diakses masyarakat.

“Mudah-mudahan tersedia anggaran untuk pengadaan drop box. Sehingga, masyarakat tak lagi membuang masker sembarangan,” jelasnya.

Sampah masker yang berada di tempat penampungan sementara nantinya akan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Taman Krocok. Setelah sampai di sana, kata Asis, tak ada proses pengelolaan sampah masker yang berasal dari masyarakat.

“Kendalanya tidak ada pengelolaan untuk sampah masker itu di TPA. Yang memilah ada petugas pengambil sampah. Kami mengkhawatirkan kesehatan para petugasĀ  tersebut. Saya mengimbau agar petugas agar berhati-hati dalam mengambil sampah,” terangnya.

Di pihak lain, Mohammad Imron Kepala Dinas Kesehatan, memastikan, sampah masker pasien yang menjalani isolasi mandiri dikumpulkan di tiap puskesmas. Sampah masker dari masyarakat itu, nantinya diangkut dan diolah oleh pihak ketiga bersama limbah medis puskesmas.

Memang, selama ini pihak puskesmas bekerja sama dengan pihak ketiga untuk proses pengangkutan dan pemusnahan limbah medis. Dari data Dinkes Bondowoso, jumlah pasien Covid-19 per Selasa (2/3) yang menjalani perawatan di rumah sakit sekitar 14 orang. Sedangkan pasien yang menjalani isolasi mandiri sekira 25 orang.

“Terkait masih banyaknya persoalan masyarakat yang membuang sampah masker secara sembarangan, kami akan terus menggalakkan edukasi,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan limbah medis Covid-19 di Bondowoso belum optimal. Pasalnya sebab ada Covid-19, masyarakat menggunakan benda medis. Yakni masker. Bias jadi, limbahnya mengandung zat berbahaya. Karenanya perlu ada pengelolaan khusus.

Abdul Asis Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, tak menampik hal itu. Menurutnya, masih banyak sampah masker yang dibuang di tong sampah secara sembarangan. Terbukti banyak ditemukan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah kota Bondowoso. Kondisi sampah masker medis rumah tangga itu berserakan tanpa dibungkus kantong plastik.

Padahal sampah masker itu termasuk kategori limbah infeksius. Apabila dibuang asal-asalan, sampah masker bisa jadi medium penularan virus, tak terkecuali Covid-19. “Memang, masyarakat kerap membuang sampah masker sembarangan,” kata Asis.

Dirinya menjabarkan, bahwa saat ini Bondowoso belum memiliki tempat pembuangan sampah medis (drop box) khusus untuk masyarakat (yang tidak terpapar Covid-19). Sesuai aturan yang ada, drop box diletakkan di tempat umum yang mudah diakses masyarakat.

“Mudah-mudahan tersedia anggaran untuk pengadaan drop box. Sehingga, masyarakat tak lagi membuang masker sembarangan,” jelasnya.

Sampah masker yang berada di tempat penampungan sementara nantinya akan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Taman Krocok. Setelah sampai di sana, kata Asis, tak ada proses pengelolaan sampah masker yang berasal dari masyarakat.

“Kendalanya tidak ada pengelolaan untuk sampah masker itu di TPA. Yang memilah ada petugas pengambil sampah. Kami mengkhawatirkan kesehatan para petugasĀ  tersebut. Saya mengimbau agar petugas agar berhati-hati dalam mengambil sampah,” terangnya.

Di pihak lain, Mohammad Imron Kepala Dinas Kesehatan, memastikan, sampah masker pasien yang menjalani isolasi mandiri dikumpulkan di tiap puskesmas. Sampah masker dari masyarakat itu, nantinya diangkut dan diolah oleh pihak ketiga bersama limbah medis puskesmas.

Memang, selama ini pihak puskesmas bekerja sama dengan pihak ketiga untuk proses pengangkutan dan pemusnahan limbah medis. Dari data Dinkes Bondowoso, jumlah pasien Covid-19 per Selasa (2/3) yang menjalani perawatan di rumah sakit sekitar 14 orang. Sedangkan pasien yang menjalani isolasi mandiri sekira 25 orang.

“Terkait masih banyaknya persoalan masyarakat yang membuang sampah masker secara sembarangan, kami akan terus menggalakkan edukasi,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca