alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Stok Cabai Menipis, Harga Tetap Pedas

Sebagai Penguat Pengetahuan Pengunjung

Mobile_AP_Rectangle 1

Syaiful, pedagang cabai di Pasar Induk, mengatakan, selain mahal, saat ini stok cabai dari petani lokal sedikit. Penyebabnya banyak tanaman cabai mati dan mengering saat musim hujan. Kondisi itu membuat banyak pedagang harus mengambil stok dari kabupaten lain. Seperti Situbondo, Banyuwangi, Jember, dan beberapa daerah lainnya. “Sudah musimnya sekarang emang, cabai dari petani (lokal, Red) mau habis sudah,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Adi Sucipto, pedagang lainnya. Menurutnya, mahalnya harga cabai selain karena banyak petani gagal panen, juga karena permintaan sedang tinggi. “Permintaan banyak, sementara barangnya sedikit, ya akhirnya jadi mahal,” terangnya.

- Advertisement -

Syaiful, pedagang cabai di Pasar Induk, mengatakan, selain mahal, saat ini stok cabai dari petani lokal sedikit. Penyebabnya banyak tanaman cabai mati dan mengering saat musim hujan. Kondisi itu membuat banyak pedagang harus mengambil stok dari kabupaten lain. Seperti Situbondo, Banyuwangi, Jember, dan beberapa daerah lainnya. “Sudah musimnya sekarang emang, cabai dari petani (lokal, Red) mau habis sudah,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Adi Sucipto, pedagang lainnya. Menurutnya, mahalnya harga cabai selain karena banyak petani gagal panen, juga karena permintaan sedang tinggi. “Permintaan banyak, sementara barangnya sedikit, ya akhirnya jadi mahal,” terangnya.

Syaiful, pedagang cabai di Pasar Induk, mengatakan, selain mahal, saat ini stok cabai dari petani lokal sedikit. Penyebabnya banyak tanaman cabai mati dan mengering saat musim hujan. Kondisi itu membuat banyak pedagang harus mengambil stok dari kabupaten lain. Seperti Situbondo, Banyuwangi, Jember, dan beberapa daerah lainnya. “Sudah musimnya sekarang emang, cabai dari petani (lokal, Red) mau habis sudah,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Adi Sucipto, pedagang lainnya. Menurutnya, mahalnya harga cabai selain karena banyak petani gagal panen, juga karena permintaan sedang tinggi. “Permintaan banyak, sementara barangnya sedikit, ya akhirnya jadi mahal,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/