alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Orang Nganggur Makin Banyak

Tahun 2020 Mencapai 19.473 orang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga yang nganggur di Bondowoso per tahun 2020 kemarin meningkat tajam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso menunjukkan, angka pengangguran tiga tahun terakhir naik turun.

Tahun 2018 total ada 17.033 orang yang menganggur. Namun, tahun 2019 angka itu turun drastis menjadi 13.797. Tetapi, tahun 2020 orang nganggur melonjak tajam menjadi 19.473. Faktor utamanya adalah masa pandemi Covid-19. Dampaknya sangat besar. Terlebih dalam urusan mencari nafkah.

Tak hanya di Bondowoso, di kota-kota besar juga serupa. Banyak perusahaan yang kolaps lantas mengurangi karyawan. Juga banyak usaha bangkrut. Hal ini menjadi faktor yang melatarbelakangi banyaknya pengangguran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jamila Fitriyastuti, Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (P4KK) Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Bondowoso, membenarkan hal itu. Dirinya tak menampik data yang ada di BPS Bondowoso tentang pengangguran tahun 2020 meningkat.

Ironisnya, angka pengangguran tak hanya dialami warga Bondowoso yang ada di Bondowoso. Melainkan juga banyak warga Bondowoso yang merantau di luar kota. Mereka lantas banyak yang pulang ke Bondowoso ketika pandemi Covid-19. Akhirnya, status mereka menganggur. “Rata-rata para pekerja wisata yang ada di Bali. Ada yang di-PHK lantas pulang. Karena memang kondisi wisata di sana juga belum seramai dulu,” beber Jamila.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga yang nganggur di Bondowoso per tahun 2020 kemarin meningkat tajam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso menunjukkan, angka pengangguran tiga tahun terakhir naik turun.

Tahun 2018 total ada 17.033 orang yang menganggur. Namun, tahun 2019 angka itu turun drastis menjadi 13.797. Tetapi, tahun 2020 orang nganggur melonjak tajam menjadi 19.473. Faktor utamanya adalah masa pandemi Covid-19. Dampaknya sangat besar. Terlebih dalam urusan mencari nafkah.

Tak hanya di Bondowoso, di kota-kota besar juga serupa. Banyak perusahaan yang kolaps lantas mengurangi karyawan. Juga banyak usaha bangkrut. Hal ini menjadi faktor yang melatarbelakangi banyaknya pengangguran.

Jamila Fitriyastuti, Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (P4KK) Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Bondowoso, membenarkan hal itu. Dirinya tak menampik data yang ada di BPS Bondowoso tentang pengangguran tahun 2020 meningkat.

Ironisnya, angka pengangguran tak hanya dialami warga Bondowoso yang ada di Bondowoso. Melainkan juga banyak warga Bondowoso yang merantau di luar kota. Mereka lantas banyak yang pulang ke Bondowoso ketika pandemi Covid-19. Akhirnya, status mereka menganggur. “Rata-rata para pekerja wisata yang ada di Bali. Ada yang di-PHK lantas pulang. Karena memang kondisi wisata di sana juga belum seramai dulu,” beber Jamila.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga yang nganggur di Bondowoso per tahun 2020 kemarin meningkat tajam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso menunjukkan, angka pengangguran tiga tahun terakhir naik turun.

Tahun 2018 total ada 17.033 orang yang menganggur. Namun, tahun 2019 angka itu turun drastis menjadi 13.797. Tetapi, tahun 2020 orang nganggur melonjak tajam menjadi 19.473. Faktor utamanya adalah masa pandemi Covid-19. Dampaknya sangat besar. Terlebih dalam urusan mencari nafkah.

Tak hanya di Bondowoso, di kota-kota besar juga serupa. Banyak perusahaan yang kolaps lantas mengurangi karyawan. Juga banyak usaha bangkrut. Hal ini menjadi faktor yang melatarbelakangi banyaknya pengangguran.

Jamila Fitriyastuti, Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (P4KK) Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Bondowoso, membenarkan hal itu. Dirinya tak menampik data yang ada di BPS Bondowoso tentang pengangguran tahun 2020 meningkat.

Ironisnya, angka pengangguran tak hanya dialami warga Bondowoso yang ada di Bondowoso. Melainkan juga banyak warga Bondowoso yang merantau di luar kota. Mereka lantas banyak yang pulang ke Bondowoso ketika pandemi Covid-19. Akhirnya, status mereka menganggur. “Rata-rata para pekerja wisata yang ada di Bali. Ada yang di-PHK lantas pulang. Karena memang kondisi wisata di sana juga belum seramai dulu,” beber Jamila.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/