alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Resensi, Solusi Gairahkan Semangat Literasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Minat baca buku masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Data UNESCO, minat baca buku masyarakat Indonesia hanya 0.001 persen dari seluruh jumlah penduduk yang ada. Artinya, dari 1000 orang di Indonesia, hanya satu orang yang rajin dan gemar membaca buku. Kenyataan ini membuat gelisah beberapa guru di Bondowoso.

Salah satunya Moh Mahrus Hasan, guru MAN Bondowoso. Dia juga merasakan geliat literasi dewasa ini menurun. Karena itu, pihaknya tidak henti-hentinya mendorong peningkatan literasi. Sebagai alumnus Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga, pihaknya ingin terus merawat budaya literasi. Salah satunya dengan melakukan resensi. “Ketika melakukan resensi buku, kemudian diterbitkan di media mainstream, maka si penulis resensi akan mendapatkan buku gratis dari penerbit,” ungkapnya.

Proses pengajaran menulis resensi diajarkan secara mendetail. Bukan hanya yang bersifat tekstual dan teoretis seperti yang diterangkan di buku. Tetapi bagaimana resensi itu mengena sesuai yang dibutuhkan oleh penerbit.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Minat baca buku masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Data UNESCO, minat baca buku masyarakat Indonesia hanya 0.001 persen dari seluruh jumlah penduduk yang ada. Artinya, dari 1000 orang di Indonesia, hanya satu orang yang rajin dan gemar membaca buku. Kenyataan ini membuat gelisah beberapa guru di Bondowoso.

Salah satunya Moh Mahrus Hasan, guru MAN Bondowoso. Dia juga merasakan geliat literasi dewasa ini menurun. Karena itu, pihaknya tidak henti-hentinya mendorong peningkatan literasi. Sebagai alumnus Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga, pihaknya ingin terus merawat budaya literasi. Salah satunya dengan melakukan resensi. “Ketika melakukan resensi buku, kemudian diterbitkan di media mainstream, maka si penulis resensi akan mendapatkan buku gratis dari penerbit,” ungkapnya.

Proses pengajaran menulis resensi diajarkan secara mendetail. Bukan hanya yang bersifat tekstual dan teoretis seperti yang diterangkan di buku. Tetapi bagaimana resensi itu mengena sesuai yang dibutuhkan oleh penerbit.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Minat baca buku masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Data UNESCO, minat baca buku masyarakat Indonesia hanya 0.001 persen dari seluruh jumlah penduduk yang ada. Artinya, dari 1000 orang di Indonesia, hanya satu orang yang rajin dan gemar membaca buku. Kenyataan ini membuat gelisah beberapa guru di Bondowoso.

Salah satunya Moh Mahrus Hasan, guru MAN Bondowoso. Dia juga merasakan geliat literasi dewasa ini menurun. Karena itu, pihaknya tidak henti-hentinya mendorong peningkatan literasi. Sebagai alumnus Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga, pihaknya ingin terus merawat budaya literasi. Salah satunya dengan melakukan resensi. “Ketika melakukan resensi buku, kemudian diterbitkan di media mainstream, maka si penulis resensi akan mendapatkan buku gratis dari penerbit,” ungkapnya.

Proses pengajaran menulis resensi diajarkan secara mendetail. Bukan hanya yang bersifat tekstual dan teoretis seperti yang diterangkan di buku. Tetapi bagaimana resensi itu mengena sesuai yang dibutuhkan oleh penerbit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/