alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Destinasi Desa Megalitik di Pekauman, Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKabupaten Bondowoso memang memiliki banyak julukan. Mulai dari kota tape, kota santri, hingga kota megalitik. Kabupaten yang tepat berada di sebelah utara Jember ini, terdapat ribuan benda peninggalan prasejarah yang tersebar di beberapa lokasi. Bahkan, ada  salah satu desa yang dipenuhi dengan situs peninggalan purbakala, yakni desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.

Banyaknya penemuan benda purbakala di desa ini, membuat desa Pekauman  dijuluki dengan Situs Megalitik. Untuk menjaga keasliannya, pemerintah kabupaten setempat akhirnya membentuk Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang dinaungi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

Situs megalitikum di desa ini terbilang komplit. Ada menhir, dolmen, sarkofagus, arca, batu kenong, hingga mata uang, semua tersedia peninggalan megalitikum tersedia di desa ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masyarakat umum juga bisa mengakses dan melihatnya secara langsung.

Untuk mengaksesnya, masyarakat hanya perlu mendatangi PIMB, kemudian bisa berkeliling sepuasnya kemana saja. Tentunya tetap ditemani oleh pemandu wisata yang merupakan juru kunci PIMB. Untuk bisa menikmati destinasi wisata megalitikum itu , para pengunjung dibebaskan pungutan biaya apapun.

“PIMB sebagai heritage, edukasi, dan informasi. Fungsinya untuk memberitahu masyarakat bahwa Bondowoso kaya akan peninggalan megalitik, siapa saja bisa berkunjung,” ungkap salah seorang geolog, Heri Kusdaryanto.

Sejatinya, titik Situs Megalitik tak hanya di Pekauman saja. Ada juga di beberapa kecamatan lain, yang merupakan klaster dari PIMB. Salah satunya di Kecamatan Wringin. Namun, Desa Pekauman paling banyak ditemukan benda purbakala, maka desa ini menjadi pusat utama PIMB.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKabupaten Bondowoso memang memiliki banyak julukan. Mulai dari kota tape, kota santri, hingga kota megalitik. Kabupaten yang tepat berada di sebelah utara Jember ini, terdapat ribuan benda peninggalan prasejarah yang tersebar di beberapa lokasi. Bahkan, ada  salah satu desa yang dipenuhi dengan situs peninggalan purbakala, yakni desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.

Banyaknya penemuan benda purbakala di desa ini, membuat desa Pekauman  dijuluki dengan Situs Megalitik. Untuk menjaga keasliannya, pemerintah kabupaten setempat akhirnya membentuk Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang dinaungi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

Situs megalitikum di desa ini terbilang komplit. Ada menhir, dolmen, sarkofagus, arca, batu kenong, hingga mata uang, semua tersedia peninggalan megalitikum tersedia di desa ini.

Masyarakat umum juga bisa mengakses dan melihatnya secara langsung.

Untuk mengaksesnya, masyarakat hanya perlu mendatangi PIMB, kemudian bisa berkeliling sepuasnya kemana saja. Tentunya tetap ditemani oleh pemandu wisata yang merupakan juru kunci PIMB. Untuk bisa menikmati destinasi wisata megalitikum itu , para pengunjung dibebaskan pungutan biaya apapun.

“PIMB sebagai heritage, edukasi, dan informasi. Fungsinya untuk memberitahu masyarakat bahwa Bondowoso kaya akan peninggalan megalitik, siapa saja bisa berkunjung,” ungkap salah seorang geolog, Heri Kusdaryanto.

Sejatinya, titik Situs Megalitik tak hanya di Pekauman saja. Ada juga di beberapa kecamatan lain, yang merupakan klaster dari PIMB. Salah satunya di Kecamatan Wringin. Namun, Desa Pekauman paling banyak ditemukan benda purbakala, maka desa ini menjadi pusat utama PIMB.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKabupaten Bondowoso memang memiliki banyak julukan. Mulai dari kota tape, kota santri, hingga kota megalitik. Kabupaten yang tepat berada di sebelah utara Jember ini, terdapat ribuan benda peninggalan prasejarah yang tersebar di beberapa lokasi. Bahkan, ada  salah satu desa yang dipenuhi dengan situs peninggalan purbakala, yakni desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.

Banyaknya penemuan benda purbakala di desa ini, membuat desa Pekauman  dijuluki dengan Situs Megalitik. Untuk menjaga keasliannya, pemerintah kabupaten setempat akhirnya membentuk Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang dinaungi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

Situs megalitikum di desa ini terbilang komplit. Ada menhir, dolmen, sarkofagus, arca, batu kenong, hingga mata uang, semua tersedia peninggalan megalitikum tersedia di desa ini.

Masyarakat umum juga bisa mengakses dan melihatnya secara langsung.

Untuk mengaksesnya, masyarakat hanya perlu mendatangi PIMB, kemudian bisa berkeliling sepuasnya kemana saja. Tentunya tetap ditemani oleh pemandu wisata yang merupakan juru kunci PIMB. Untuk bisa menikmati destinasi wisata megalitikum itu , para pengunjung dibebaskan pungutan biaya apapun.

“PIMB sebagai heritage, edukasi, dan informasi. Fungsinya untuk memberitahu masyarakat bahwa Bondowoso kaya akan peninggalan megalitik, siapa saja bisa berkunjung,” ungkap salah seorang geolog, Heri Kusdaryanto.

Sejatinya, titik Situs Megalitik tak hanya di Pekauman saja. Ada juga di beberapa kecamatan lain, yang merupakan klaster dari PIMB. Salah satunya di Kecamatan Wringin. Namun, Desa Pekauman paling banyak ditemukan benda purbakala, maka desa ini menjadi pusat utama PIMB.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/