23.7 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Tarik Simpati Pengunjung, Buat Spot Swafoto Love

Wisata Almour Mulai Bergeliat Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu destinasi wisata desa di Kecamatan Pujer, tepatnya di Desa Alas Sumur, terus berbenah. Setelah tidak buka beberapa bulan akibat pandemi Covid-19, kini wisata yang menawarkan keasrian nuansa desa itu mulai dibuka kembali.

Selain dibuka lagi, Wisata Almour atau Rawa Indah Alas Sumur ini mengebut pengerjaan perbaikan di beberapa fasilitas yang ada. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen dilokasi, wisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alas Sumur itu sedang berbenah memperbaiki sebuah plengsengan danau.

“Jadi, kami sedang memperbaiki danau yang seluas satu hektare ini. Di tengah-tengahnya kami akan buat spot foto selfie berbentuk love. Danau ini bentuk aslinya memang love. Kami tambahi spot foto di tengah untuk pengunjung,” ujar Ahmad Yani, ketua Pokdarwis Almour.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati pesona alam desa. Ada suasana sejuknya pepohonan ketika nongkrong di gazebo tepi danau. Tak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Pengunjung hanya ditarik tiket Rp 5 ribu per orang. Ditambah tiket parkir roda dua Rp 2 ribu saja.

“Kami ingin menonjolkan keindahan alam rawanya. Dengan ikon airnya. Nanti akan kami fungsikan kembali fasilitas outbound seperti flying fox, juga ada terapi di kolam ikan. Sekarang ini masih proses pembenahan dan bangkit lagi setelah pandemi,” beber Yani kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Selain pesona alam berupa rawa danau, di lahan seluas sekitar lima hektare itu masih ada beberapa wisata sejarah lainnya. Di antaranya ada Goa Cadas dan megalitikum. Yani menambahkan, selama ini promosi yang digencarkan oleh Pemkab Bondowoso ataupun provinsi sudah cukup bagus.

Terlebih untuk potensi-potensi wisata yang ada di desa. Sebab, wisata berbasis desa tak kalah dengan wisata buatan yang ada di kota. “Karena wisata desa ini bisa membangkitkan sektor ekonomi warga. Dimanajemeni oleh BUMDes dan dikelola oleh pokdarwis. Anggota Pokdarwis Almour sendiri ada 15 orang,” pungkas Yani.

Wisata Almour ini tiap harinya buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 sore. Di wisata Almour juga terdapat beberapa kamar vila yang dapat menjadi penginapan, apabila pengunjung ingin menikmati pesona tenangnya suasana desa. Namun, penginapan tersebut juga masih belum difungsikan karena pandemi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu destinasi wisata desa di Kecamatan Pujer, tepatnya di Desa Alas Sumur, terus berbenah. Setelah tidak buka beberapa bulan akibat pandemi Covid-19, kini wisata yang menawarkan keasrian nuansa desa itu mulai dibuka kembali.

Selain dibuka lagi, Wisata Almour atau Rawa Indah Alas Sumur ini mengebut pengerjaan perbaikan di beberapa fasilitas yang ada. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen dilokasi, wisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alas Sumur itu sedang berbenah memperbaiki sebuah plengsengan danau.

“Jadi, kami sedang memperbaiki danau yang seluas satu hektare ini. Di tengah-tengahnya kami akan buat spot foto selfie berbentuk love. Danau ini bentuk aslinya memang love. Kami tambahi spot foto di tengah untuk pengunjung,” ujar Ahmad Yani, ketua Pokdarwis Almour.

Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati pesona alam desa. Ada suasana sejuknya pepohonan ketika nongkrong di gazebo tepi danau. Tak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Pengunjung hanya ditarik tiket Rp 5 ribu per orang. Ditambah tiket parkir roda dua Rp 2 ribu saja.

“Kami ingin menonjolkan keindahan alam rawanya. Dengan ikon airnya. Nanti akan kami fungsikan kembali fasilitas outbound seperti flying fox, juga ada terapi di kolam ikan. Sekarang ini masih proses pembenahan dan bangkit lagi setelah pandemi,” beber Yani kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Selain pesona alam berupa rawa danau, di lahan seluas sekitar lima hektare itu masih ada beberapa wisata sejarah lainnya. Di antaranya ada Goa Cadas dan megalitikum. Yani menambahkan, selama ini promosi yang digencarkan oleh Pemkab Bondowoso ataupun provinsi sudah cukup bagus.

Terlebih untuk potensi-potensi wisata yang ada di desa. Sebab, wisata berbasis desa tak kalah dengan wisata buatan yang ada di kota. “Karena wisata desa ini bisa membangkitkan sektor ekonomi warga. Dimanajemeni oleh BUMDes dan dikelola oleh pokdarwis. Anggota Pokdarwis Almour sendiri ada 15 orang,” pungkas Yani.

Wisata Almour ini tiap harinya buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 sore. Di wisata Almour juga terdapat beberapa kamar vila yang dapat menjadi penginapan, apabila pengunjung ingin menikmati pesona tenangnya suasana desa. Namun, penginapan tersebut juga masih belum difungsikan karena pandemi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu destinasi wisata desa di Kecamatan Pujer, tepatnya di Desa Alas Sumur, terus berbenah. Setelah tidak buka beberapa bulan akibat pandemi Covid-19, kini wisata yang menawarkan keasrian nuansa desa itu mulai dibuka kembali.

Selain dibuka lagi, Wisata Almour atau Rawa Indah Alas Sumur ini mengebut pengerjaan perbaikan di beberapa fasilitas yang ada. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen dilokasi, wisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alas Sumur itu sedang berbenah memperbaiki sebuah plengsengan danau.

“Jadi, kami sedang memperbaiki danau yang seluas satu hektare ini. Di tengah-tengahnya kami akan buat spot foto selfie berbentuk love. Danau ini bentuk aslinya memang love. Kami tambahi spot foto di tengah untuk pengunjung,” ujar Ahmad Yani, ketua Pokdarwis Almour.

Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati pesona alam desa. Ada suasana sejuknya pepohonan ketika nongkrong di gazebo tepi danau. Tak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Pengunjung hanya ditarik tiket Rp 5 ribu per orang. Ditambah tiket parkir roda dua Rp 2 ribu saja.

“Kami ingin menonjolkan keindahan alam rawanya. Dengan ikon airnya. Nanti akan kami fungsikan kembali fasilitas outbound seperti flying fox, juga ada terapi di kolam ikan. Sekarang ini masih proses pembenahan dan bangkit lagi setelah pandemi,” beber Yani kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Selain pesona alam berupa rawa danau, di lahan seluas sekitar lima hektare itu masih ada beberapa wisata sejarah lainnya. Di antaranya ada Goa Cadas dan megalitikum. Yani menambahkan, selama ini promosi yang digencarkan oleh Pemkab Bondowoso ataupun provinsi sudah cukup bagus.

Terlebih untuk potensi-potensi wisata yang ada di desa. Sebab, wisata berbasis desa tak kalah dengan wisata buatan yang ada di kota. “Karena wisata desa ini bisa membangkitkan sektor ekonomi warga. Dimanajemeni oleh BUMDes dan dikelola oleh pokdarwis. Anggota Pokdarwis Almour sendiri ada 15 orang,” pungkas Yani.

Wisata Almour ini tiap harinya buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 sore. Di wisata Almour juga terdapat beberapa kamar vila yang dapat menjadi penginapan, apabila pengunjung ingin menikmati pesona tenangnya suasana desa. Namun, penginapan tersebut juga masih belum difungsikan karena pandemi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca