alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Satu-satunya Pelatih Perempuan di Liga 3 Jatim

Nabila Fitria Latih Persebo Bersama Sang Ayah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Persebo Muda Bondowoso menjadi satu-satunya klub Liga 3 Jawa Timur yang percaya memakai jasa pelatih kepala perempuan. Musim ini head coach Laskar Gerbong Maut, julukan Persebo Muda Bondowoso, adalah Nabila Fitria.

Dalam jajaran pelatih Persebo yang sudah didaftarkan secara resmi ke Asprov PSSI Jawa Timur selaku operator Liga 3, Nabila, sapaan akrabnya, menyandang status pelatih kepala. Sementara, asisten pelatih ada nama Dano Sujiatno, yang merupakan ayahanda Nabila. “Memang benar saya jadi Pelatih Kepala Persebo. Tetapi, saat ini yang lebih aktif di lapangan ada Ayah. Karena saya sendiri masih terkendala kesibukan bermain di Arema FC Women dan kuliah di Malang,” ungkap Nabila.

Meski begitu, dirinya tetap akan langsung terjun mendampingi skuad Persebo. Namun, kemungkinan besar di laga perdana Persebo, besok (6/11), Nabila harus absen terlebih dahulu memberi arahan Persebo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perempuan asli Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, ini sudah memiliki lisensi C PSSI Diploma, atau setara C AFC. “Saya baru pertama kali melatih Persebo Muda dan klub Liga 3. Tentu menjadi tantangan tersendiri,” imbuhnya.

Ditanya alasannya berani menerima tawaran menjadi pelatih Persebo, perempuan yang kini berusia 24 tahun ini mengaku, alasan pertama adalah mendapat arahan dari sang ayah. “Sebenarnya saya juga tertarik melatih, juga ada rasa prihatin terhadap kota saya. Karena standar kepelatihannya masih belum maksimal,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Persebo Muda Bondowoso menjadi satu-satunya klub Liga 3 Jawa Timur yang percaya memakai jasa pelatih kepala perempuan. Musim ini head coach Laskar Gerbong Maut, julukan Persebo Muda Bondowoso, adalah Nabila Fitria.

Dalam jajaran pelatih Persebo yang sudah didaftarkan secara resmi ke Asprov PSSI Jawa Timur selaku operator Liga 3, Nabila, sapaan akrabnya, menyandang status pelatih kepala. Sementara, asisten pelatih ada nama Dano Sujiatno, yang merupakan ayahanda Nabila. “Memang benar saya jadi Pelatih Kepala Persebo. Tetapi, saat ini yang lebih aktif di lapangan ada Ayah. Karena saya sendiri masih terkendala kesibukan bermain di Arema FC Women dan kuliah di Malang,” ungkap Nabila.

Meski begitu, dirinya tetap akan langsung terjun mendampingi skuad Persebo. Namun, kemungkinan besar di laga perdana Persebo, besok (6/11), Nabila harus absen terlebih dahulu memberi arahan Persebo.

Perempuan asli Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, ini sudah memiliki lisensi C PSSI Diploma, atau setara C AFC. “Saya baru pertama kali melatih Persebo Muda dan klub Liga 3. Tentu menjadi tantangan tersendiri,” imbuhnya.

Ditanya alasannya berani menerima tawaran menjadi pelatih Persebo, perempuan yang kini berusia 24 tahun ini mengaku, alasan pertama adalah mendapat arahan dari sang ayah. “Sebenarnya saya juga tertarik melatih, juga ada rasa prihatin terhadap kota saya. Karena standar kepelatihannya masih belum maksimal,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Persebo Muda Bondowoso menjadi satu-satunya klub Liga 3 Jawa Timur yang percaya memakai jasa pelatih kepala perempuan. Musim ini head coach Laskar Gerbong Maut, julukan Persebo Muda Bondowoso, adalah Nabila Fitria.

Dalam jajaran pelatih Persebo yang sudah didaftarkan secara resmi ke Asprov PSSI Jawa Timur selaku operator Liga 3, Nabila, sapaan akrabnya, menyandang status pelatih kepala. Sementara, asisten pelatih ada nama Dano Sujiatno, yang merupakan ayahanda Nabila. “Memang benar saya jadi Pelatih Kepala Persebo. Tetapi, saat ini yang lebih aktif di lapangan ada Ayah. Karena saya sendiri masih terkendala kesibukan bermain di Arema FC Women dan kuliah di Malang,” ungkap Nabila.

Meski begitu, dirinya tetap akan langsung terjun mendampingi skuad Persebo. Namun, kemungkinan besar di laga perdana Persebo, besok (6/11), Nabila harus absen terlebih dahulu memberi arahan Persebo.

Perempuan asli Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, ini sudah memiliki lisensi C PSSI Diploma, atau setara C AFC. “Saya baru pertama kali melatih Persebo Muda dan klub Liga 3. Tentu menjadi tantangan tersendiri,” imbuhnya.

Ditanya alasannya berani menerima tawaran menjadi pelatih Persebo, perempuan yang kini berusia 24 tahun ini mengaku, alasan pertama adalah mendapat arahan dari sang ayah. “Sebenarnya saya juga tertarik melatih, juga ada rasa prihatin terhadap kota saya. Karena standar kepelatihannya masih belum maksimal,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/