alexametrics
28.6 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Prediksi Lima Tahun Kedepan Sampah Tak Tertampung!

Sarankan Eksekutif Buat Regulasi Baru, Antisipasi Kurangi Sampah Plastik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan klasik mengenai sampah seakan masih belum terpecahkan. Masalah yang tiap tahun selalu menggelinding. Mengurai sampah pun tak gampang. Butuh kebijakan dan aksi nyata di lapangan.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Taman Krocok diprediksi dalam lima tahun ke depan sudah tak bisa menampung sampah warga Bondowoso. Saat ini saja TPA tersebut sudah overload. Tiap harinya berton-ton sampah rumah tangga ditampung di sana. Apalagi, alat ekskavator milik Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso sudah tak bisa berfungsi maksimal.

Sedianya, TPA baru sudah disiapkan di lahan yang lain. Namun, hingga kini terkendala akses jalan yang belum memadai. Sementara, volume sampah setiap harinya tak bisa berkurang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah dari pihak legislatif adalah membuat sebuah kebijakan dan aturan. “Kami minta eksekutif, dalam hal ini bupati, mencontoh kabupaten dan kota lain. Bagaimana caranya mengurangi sampah, terutama sampah yang lama terurainya, yakni sampah plastik,” kata Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Sutriyono.

Menurut dia, bupati harus membuat semacam instruksi atau regulasi kepada toko-toko modern agar tidak memakai tas kantong berbahan plastik. “Nantinya masyarakat dibiasakan memakai tas kain agar dapat digunakan berulang kali,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan klasik mengenai sampah seakan masih belum terpecahkan. Masalah yang tiap tahun selalu menggelinding. Mengurai sampah pun tak gampang. Butuh kebijakan dan aksi nyata di lapangan.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Taman Krocok diprediksi dalam lima tahun ke depan sudah tak bisa menampung sampah warga Bondowoso. Saat ini saja TPA tersebut sudah overload. Tiap harinya berton-ton sampah rumah tangga ditampung di sana. Apalagi, alat ekskavator milik Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso sudah tak bisa berfungsi maksimal.

Sedianya, TPA baru sudah disiapkan di lahan yang lain. Namun, hingga kini terkendala akses jalan yang belum memadai. Sementara, volume sampah setiap harinya tak bisa berkurang.

Salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah dari pihak legislatif adalah membuat sebuah kebijakan dan aturan. “Kami minta eksekutif, dalam hal ini bupati, mencontoh kabupaten dan kota lain. Bagaimana caranya mengurangi sampah, terutama sampah yang lama terurainya, yakni sampah plastik,” kata Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Sutriyono.

Menurut dia, bupati harus membuat semacam instruksi atau regulasi kepada toko-toko modern agar tidak memakai tas kantong berbahan plastik. “Nantinya masyarakat dibiasakan memakai tas kain agar dapat digunakan berulang kali,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan klasik mengenai sampah seakan masih belum terpecahkan. Masalah yang tiap tahun selalu menggelinding. Mengurai sampah pun tak gampang. Butuh kebijakan dan aksi nyata di lapangan.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Taman Krocok diprediksi dalam lima tahun ke depan sudah tak bisa menampung sampah warga Bondowoso. Saat ini saja TPA tersebut sudah overload. Tiap harinya berton-ton sampah rumah tangga ditampung di sana. Apalagi, alat ekskavator milik Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso sudah tak bisa berfungsi maksimal.

Sedianya, TPA baru sudah disiapkan di lahan yang lain. Namun, hingga kini terkendala akses jalan yang belum memadai. Sementara, volume sampah setiap harinya tak bisa berkurang.

Salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah dari pihak legislatif adalah membuat sebuah kebijakan dan aturan. “Kami minta eksekutif, dalam hal ini bupati, mencontoh kabupaten dan kota lain. Bagaimana caranya mengurangi sampah, terutama sampah yang lama terurainya, yakni sampah plastik,” kata Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Sutriyono.

Menurut dia, bupati harus membuat semacam instruksi atau regulasi kepada toko-toko modern agar tidak memakai tas kantong berbahan plastik. “Nantinya masyarakat dibiasakan memakai tas kain agar dapat digunakan berulang kali,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/