alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Peredaran Rokok Ilegal Makin Marak

- Pelaku Didenda Ratusan Juta tapi Dirahasiakan

- Penindakan Aparat Penegak Hukum Lemah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Antisipasi peredaran rokok ilegal di Bondowoso masih tergolong lemah. Buktinya, masih ditemukan pita cukai bekas yang dipasang. Bahkan, belakangan ini makin marak peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat. Padahal sosialisasi dan edukasi yang digencarkan memakan biaya hingga miliaran rupiah.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso Rahmatullah mengungkap kondisi itu saat sosialisasi ketentuan dalam bidang cukai di Cafe Bunga Pelita, kemarin. Sayangnya, Rahmatullah enggan menyebutkan dan terkesan merahasiakan jumlah hingga identitas perusahaan rokok. Padahal di Bondowoso banyak ditemukan produk rokok menggunakan pita cukai bekas. “Itu tak bisa saya menyebut. Rahasia,” ungkapnya.

Rahmatullah memastikan, praktik melanggar undang-undang itu memang terjadi di bumi Ki Ronggo. Menurut dia, hal tersebut di luar tanggung jawabnya sebagai kabag perekonomian. “Karena itu wewenang penegakan hukum. Bukan wewenang kami,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, Rahmatullah juga menjelaskan, berdasarkan keterangan yang pihaknya dapatkan dari Bea Cukai, perusahaan rokok yang melanggar undang-undang itu sudah mendapatkan sanksi. “Sudah didenda. Ratusan juta,” tegasnya.

Rahmat menegaskan bahwa tugas pokok dan fungsi pihaknya hanya sebatas melakukan sosialisasi memberantas rokok ilegal. Seperti melakukan sosialisasi ke kelompok masyarakat dan memasang iklan di jalanan maupun pusat keramaian. “Kami sasar seperti klub motor. Tentu pemuda lebih aktif berada di kafe-kafe. Harapannya mereka mengetahui ciri-ciri rokok ilegal,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Antisipasi peredaran rokok ilegal di Bondowoso masih tergolong lemah. Buktinya, masih ditemukan pita cukai bekas yang dipasang. Bahkan, belakangan ini makin marak peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat. Padahal sosialisasi dan edukasi yang digencarkan memakan biaya hingga miliaran rupiah.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso Rahmatullah mengungkap kondisi itu saat sosialisasi ketentuan dalam bidang cukai di Cafe Bunga Pelita, kemarin. Sayangnya, Rahmatullah enggan menyebutkan dan terkesan merahasiakan jumlah hingga identitas perusahaan rokok. Padahal di Bondowoso banyak ditemukan produk rokok menggunakan pita cukai bekas. “Itu tak bisa saya menyebut. Rahasia,” ungkapnya.

Rahmatullah memastikan, praktik melanggar undang-undang itu memang terjadi di bumi Ki Ronggo. Menurut dia, hal tersebut di luar tanggung jawabnya sebagai kabag perekonomian. “Karena itu wewenang penegakan hukum. Bukan wewenang kami,” bebernya.

Bahkan, Rahmatullah juga menjelaskan, berdasarkan keterangan yang pihaknya dapatkan dari Bea Cukai, perusahaan rokok yang melanggar undang-undang itu sudah mendapatkan sanksi. “Sudah didenda. Ratusan juta,” tegasnya.

Rahmat menegaskan bahwa tugas pokok dan fungsi pihaknya hanya sebatas melakukan sosialisasi memberantas rokok ilegal. Seperti melakukan sosialisasi ke kelompok masyarakat dan memasang iklan di jalanan maupun pusat keramaian. “Kami sasar seperti klub motor. Tentu pemuda lebih aktif berada di kafe-kafe. Harapannya mereka mengetahui ciri-ciri rokok ilegal,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Antisipasi peredaran rokok ilegal di Bondowoso masih tergolong lemah. Buktinya, masih ditemukan pita cukai bekas yang dipasang. Bahkan, belakangan ini makin marak peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat. Padahal sosialisasi dan edukasi yang digencarkan memakan biaya hingga miliaran rupiah.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso Rahmatullah mengungkap kondisi itu saat sosialisasi ketentuan dalam bidang cukai di Cafe Bunga Pelita, kemarin. Sayangnya, Rahmatullah enggan menyebutkan dan terkesan merahasiakan jumlah hingga identitas perusahaan rokok. Padahal di Bondowoso banyak ditemukan produk rokok menggunakan pita cukai bekas. “Itu tak bisa saya menyebut. Rahasia,” ungkapnya.

Rahmatullah memastikan, praktik melanggar undang-undang itu memang terjadi di bumi Ki Ronggo. Menurut dia, hal tersebut di luar tanggung jawabnya sebagai kabag perekonomian. “Karena itu wewenang penegakan hukum. Bukan wewenang kami,” bebernya.

Bahkan, Rahmatullah juga menjelaskan, berdasarkan keterangan yang pihaknya dapatkan dari Bea Cukai, perusahaan rokok yang melanggar undang-undang itu sudah mendapatkan sanksi. “Sudah didenda. Ratusan juta,” tegasnya.

Rahmat menegaskan bahwa tugas pokok dan fungsi pihaknya hanya sebatas melakukan sosialisasi memberantas rokok ilegal. Seperti melakukan sosialisasi ke kelompok masyarakat dan memasang iklan di jalanan maupun pusat keramaian. “Kami sasar seperti klub motor. Tentu pemuda lebih aktif berada di kafe-kafe. Harapannya mereka mengetahui ciri-ciri rokok ilegal,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/