30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Atasi Mental Turun Akibat Insiden Kanjuruhan, Persebo Kembali Berlatih

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan ternyata tidak hanya berdampak pada berjalannya kompetisi Liga 1. Kompetisi Liga 3 Jatim yang rencananya bakal kickoff pada bulan ini berpotensi kena imbasnya. Sebab, management meeting yang seharusnya dilaksanakan hari ini (5/9) terpaksa harus ditunda.

BACA JUGA : Imbas Harga Sayur yang Anjlok, Lebih Baik Didiamkan sampai Busuk

Adanya peristiwa di Stadion Kanjuruhan dan belum adanya kepastian Liga 3 juga terdampak pada mental pemain. Khususnya yang akan bertanding pada Liga 3 Jatim mendatang. Salah satunya Persebo Muda Bondowoso. Meski sebelumnya sudah melakukan berbagai persiapan, baik fisik, skill, maupun uji coba. Kini Persebo Muda Bondowoso kembali berlatih di Stadion Magenda, kemarin (5/9). Namun, sebelumnya memilih meliburkan diri, imbas insiden di Kanjuruhan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Marsuki, Ketua Persebo Muda Bondowoso, menyampaikan, peristiwa kelam dalam dunia sepak bola Indonesia itu tidak hanya berdampak pada Liga 1. Namun, liga lainnya tentu juga terdampak. Oleh sebab itu, dia berharap kejadian itu menjadi pelajaran bersama, serta menjadi momentum untuk saling introspeksi dan evaluasi bagi tim, suporter, panitia pelaksana, hingga pihak keamanan. Agar tidak ada lagi korban dalam pertandingan sepak bola dalam waktu mendatang. “Cukup ini yang terakhir untuk persepakbolaan Indonesia,” harapnya.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan ternyata tidak hanya berdampak pada berjalannya kompetisi Liga 1. Kompetisi Liga 3 Jatim yang rencananya bakal kickoff pada bulan ini berpotensi kena imbasnya. Sebab, management meeting yang seharusnya dilaksanakan hari ini (5/9) terpaksa harus ditunda.

BACA JUGA : Imbas Harga Sayur yang Anjlok, Lebih Baik Didiamkan sampai Busuk

Adanya peristiwa di Stadion Kanjuruhan dan belum adanya kepastian Liga 3 juga terdampak pada mental pemain. Khususnya yang akan bertanding pada Liga 3 Jatim mendatang. Salah satunya Persebo Muda Bondowoso. Meski sebelumnya sudah melakukan berbagai persiapan, baik fisik, skill, maupun uji coba. Kini Persebo Muda Bondowoso kembali berlatih di Stadion Magenda, kemarin (5/9). Namun, sebelumnya memilih meliburkan diri, imbas insiden di Kanjuruhan.

Marsuki, Ketua Persebo Muda Bondowoso, menyampaikan, peristiwa kelam dalam dunia sepak bola Indonesia itu tidak hanya berdampak pada Liga 1. Namun, liga lainnya tentu juga terdampak. Oleh sebab itu, dia berharap kejadian itu menjadi pelajaran bersama, serta menjadi momentum untuk saling introspeksi dan evaluasi bagi tim, suporter, panitia pelaksana, hingga pihak keamanan. Agar tidak ada lagi korban dalam pertandingan sepak bola dalam waktu mendatang. “Cukup ini yang terakhir untuk persepakbolaan Indonesia,” harapnya.

BADEAN, Radar Ijen – Peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan ternyata tidak hanya berdampak pada berjalannya kompetisi Liga 1. Kompetisi Liga 3 Jatim yang rencananya bakal kickoff pada bulan ini berpotensi kena imbasnya. Sebab, management meeting yang seharusnya dilaksanakan hari ini (5/9) terpaksa harus ditunda.

BACA JUGA : Imbas Harga Sayur yang Anjlok, Lebih Baik Didiamkan sampai Busuk

Adanya peristiwa di Stadion Kanjuruhan dan belum adanya kepastian Liga 3 juga terdampak pada mental pemain. Khususnya yang akan bertanding pada Liga 3 Jatim mendatang. Salah satunya Persebo Muda Bondowoso. Meski sebelumnya sudah melakukan berbagai persiapan, baik fisik, skill, maupun uji coba. Kini Persebo Muda Bondowoso kembali berlatih di Stadion Magenda, kemarin (5/9). Namun, sebelumnya memilih meliburkan diri, imbas insiden di Kanjuruhan.

Marsuki, Ketua Persebo Muda Bondowoso, menyampaikan, peristiwa kelam dalam dunia sepak bola Indonesia itu tidak hanya berdampak pada Liga 1. Namun, liga lainnya tentu juga terdampak. Oleh sebab itu, dia berharap kejadian itu menjadi pelajaran bersama, serta menjadi momentum untuk saling introspeksi dan evaluasi bagi tim, suporter, panitia pelaksana, hingga pihak keamanan. Agar tidak ada lagi korban dalam pertandingan sepak bola dalam waktu mendatang. “Cukup ini yang terakhir untuk persepakbolaan Indonesia,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/