alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Simulasi dan Gladi Bersih ANBK Sempat Ngadat

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk SMP di kabupaten Bondowoso akan dilakukan selama dua hari, Senin dan Selasa (4-5/10). Sebelum agenda tersebut, terlebih dahulu dilakukan simulasi dan gladi bersih. Dalam pelaksanaannya ternyata sebelum ANBK beberapa kendala masih dialami oleh pihak sekolah. Seperti sulitnya menyambungkan server sekolah dengan server pusat.

Demikian diungkapkan oleh Erlin Mawarni, salah seorang guru di SMPN 3 Tenggarang Bondowoso. Menurutnya, ANBK merupakan hal yang baik untuk mengukur keberhasilan lembaga pendidikan. Tetapi, karena masih awal dilakukan sehingga berbagai kendala juga harus dihadapi. Serta memerlukan persiapan yang benar-benar matang. Karena pada saat simulasi dan gladi bersih masih sempat ngadat. “Webnya pusat dengan yang di bawah (sekolah, Red) ini sulit connect. Walaupun hari ini alhamdulillah sudah lancar,” tegasnya.
Para peserta mulai dari simulasi hingga ANBK, ternyata siswanya berbeda-beda. “Pertama kan simulasi ya, muncul anak itu. Setelah itu kan kita pantau terus webnya, lho pesertanya ganti, tapi jumlahnya tetap,” bebernya.
Menurutnya, penentuan peserta langsung ditentukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pada hari pertama para siswa akan diuji kemampuan literasi. “Hari kedua numerasi,” katanya.
Ternyata soal yang mereka kerjakan tidak sama. Karena memang langsung dari website yang sudah disediakan oleh Kemendikbud. Sementara untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan mereka diberikan waktu yang sama. Waktu yang mereka miliki dua jam. “Dari pukul 7.30 sampai 9.40,” jelasnya.
Walaupun tesnya menggunakan komputer, ternyata hasil atau nilai dari ANBK tidak bisa langsung diketahui. Ia juga menjelaskan, tidak ada standart untuk para siswa yang mengikuti ANBK. Terlebih kegiatannya, bertujuan untuk mengukur mutu pendidikan sekolah. “Ini sebagai potret sekolah. Nanti yang ANBK tidak hanya siswa, tapi bapak ibu guru juga mengerjakan survei lingkungan,” tandasnya.

 

- Advertisement -

TENGGARANG, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk SMP di kabupaten Bondowoso akan dilakukan selama dua hari, Senin dan Selasa (4-5/10). Sebelum agenda tersebut, terlebih dahulu dilakukan simulasi dan gladi bersih. Dalam pelaksanaannya ternyata sebelum ANBK beberapa kendala masih dialami oleh pihak sekolah. Seperti sulitnya menyambungkan server sekolah dengan server pusat.

Demikian diungkapkan oleh Erlin Mawarni, salah seorang guru di SMPN 3 Tenggarang Bondowoso. Menurutnya, ANBK merupakan hal yang baik untuk mengukur keberhasilan lembaga pendidikan. Tetapi, karena masih awal dilakukan sehingga berbagai kendala juga harus dihadapi. Serta memerlukan persiapan yang benar-benar matang. Karena pada saat simulasi dan gladi bersih masih sempat ngadat. “Webnya pusat dengan yang di bawah (sekolah, Red) ini sulit connect. Walaupun hari ini alhamdulillah sudah lancar,” tegasnya.
Para peserta mulai dari simulasi hingga ANBK, ternyata siswanya berbeda-beda. “Pertama kan simulasi ya, muncul anak itu. Setelah itu kan kita pantau terus webnya, lho pesertanya ganti, tapi jumlahnya tetap,” bebernya.
Menurutnya, penentuan peserta langsung ditentukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pada hari pertama para siswa akan diuji kemampuan literasi. “Hari kedua numerasi,” katanya.
Ternyata soal yang mereka kerjakan tidak sama. Karena memang langsung dari website yang sudah disediakan oleh Kemendikbud. Sementara untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan mereka diberikan waktu yang sama. Waktu yang mereka miliki dua jam. “Dari pukul 7.30 sampai 9.40,” jelasnya.
Walaupun tesnya menggunakan komputer, ternyata hasil atau nilai dari ANBK tidak bisa langsung diketahui. Ia juga menjelaskan, tidak ada standart untuk para siswa yang mengikuti ANBK. Terlebih kegiatannya, bertujuan untuk mengukur mutu pendidikan sekolah. “Ini sebagai potret sekolah. Nanti yang ANBK tidak hanya siswa, tapi bapak ibu guru juga mengerjakan survei lingkungan,” tandasnya.

 

TENGGARANG, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk SMP di kabupaten Bondowoso akan dilakukan selama dua hari, Senin dan Selasa (4-5/10). Sebelum agenda tersebut, terlebih dahulu dilakukan simulasi dan gladi bersih. Dalam pelaksanaannya ternyata sebelum ANBK beberapa kendala masih dialami oleh pihak sekolah. Seperti sulitnya menyambungkan server sekolah dengan server pusat.

Demikian diungkapkan oleh Erlin Mawarni, salah seorang guru di SMPN 3 Tenggarang Bondowoso. Menurutnya, ANBK merupakan hal yang baik untuk mengukur keberhasilan lembaga pendidikan. Tetapi, karena masih awal dilakukan sehingga berbagai kendala juga harus dihadapi. Serta memerlukan persiapan yang benar-benar matang. Karena pada saat simulasi dan gladi bersih masih sempat ngadat. “Webnya pusat dengan yang di bawah (sekolah, Red) ini sulit connect. Walaupun hari ini alhamdulillah sudah lancar,” tegasnya.
Para peserta mulai dari simulasi hingga ANBK, ternyata siswanya berbeda-beda. “Pertama kan simulasi ya, muncul anak itu. Setelah itu kan kita pantau terus webnya, lho pesertanya ganti, tapi jumlahnya tetap,” bebernya.
Menurutnya, penentuan peserta langsung ditentukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pada hari pertama para siswa akan diuji kemampuan literasi. “Hari kedua numerasi,” katanya.
Ternyata soal yang mereka kerjakan tidak sama. Karena memang langsung dari website yang sudah disediakan oleh Kemendikbud. Sementara untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan mereka diberikan waktu yang sama. Waktu yang mereka miliki dua jam. “Dari pukul 7.30 sampai 9.40,” jelasnya.
Walaupun tesnya menggunakan komputer, ternyata hasil atau nilai dari ANBK tidak bisa langsung diketahui. Ia juga menjelaskan, tidak ada standart untuk para siswa yang mengikuti ANBK. Terlebih kegiatannya, bertujuan untuk mengukur mutu pendidikan sekolah. “Ini sebagai potret sekolah. Nanti yang ANBK tidak hanya siswa, tapi bapak ibu guru juga mengerjakan survei lingkungan,” tandasnya.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/