alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Cara Dakwah Suharyono, Ketua LFNU Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

PEJATEN, RADARJEMBER.ID – KLING, suara notifikasi WhatsApp itu terdengar lantang. Ternyata pesan pemberitahuan tersebut berisi jadwal waktu salat yang disebarkan melalui WhatsApp. Dalam pesan singkat itu, lengkap jadwal waktu salat wajib mulai dari Duhur hingga Subuh. Bahkan, dalam pesan itu juga lengkap arah kiblat serta notifikasi jamnya, sehingga memudahkan untuk menyeragamkan waktu azan hingga awal dan akhir salat.

Ternyata pesan itu dikirim langsung oleh Suharyono, Ketua LFNU Bondowoso. Setiap pukul 21.00 malam, dia memang rutin menyebarkan jadwal waktu salat untuk ribuan nomor kontak yang ada di ponselnya.

Saat ditemui, Suharyono mengungkapkan, pada awalnya ia tidak terpikir untuk menyebarkan jadwal waktu salat menggunakan aplikasi yang ada di Android. Sebab, biasanya ia mencetak jadwal tersebut, kemudian disebarkan kepada sejumlah musala dan masjid yang ada di Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata jadwal yang ia cetak dinilai kurang efektif. Terlebih, dalam pelaksanaan azan di setiap musala masih ada perbedaan atau belum seragam. “Ternyata jamnya. Jadi, jam yang ada di masjid satu dengan masjid lainnya perlu dikoreksi. Tapi, tidak semua orang melakukan koreksi,” jelas dia kepada Jawa Pos Radar Jember ketika bertemu di Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso, belum lama ini.

Setelah melihat hal itu, kemudian dirinya membuat terobosan. Menyeragamkan azan di setiap masjid menggunakan pemancar radio. Tapi, radiusnya terbatas, hanya sembilan kilometer. Pemancar tersebut diletakkan di Masjid Agung At Taqwa. Jika di tempat itu azan, maka secara otomatis radio pemancarnya juga akan ikut azan.

Melihat keterbatasan jangkauan tadi, dirinya kemudian mengupayakan agar radiusnya bisa lebih luas lagi. Beruntung, ada salah seorang yang berbaik hati dengan meminjamkan alatnya, sehingga jangkauan radio bisa mencapai 30 kilometer.

Jarak puluhan kilometer itu ternyata juga masih belum bisa dijangkau oleh semua masyarakat. Khususnya yang berada di wilayah timur, seperti Prajekan dan lainnya. Akhirnya, dia berinisiatif untuk menyebarkan jadwal waktu salat menggunakan layanan streaming. Harapannya, para takmir cukup menggunakan aplikasi yang bisa diunduh di Play Store untuk menyeragamkan waktu azan.

Setelah dirasa jadwal untuk tempat ibadah selesai, ternyata tidak lantas membuatnya puas. Lembaganya kemudian memiliki inisiatif untuk mengingatkan satu per satu orang yang ada di Bondowoso. Apalagi, dirinya yakin setiap orang saat ini sudah memiliki gawai masing-masing.

- Advertisement -

PEJATEN, RADARJEMBER.ID – KLING, suara notifikasi WhatsApp itu terdengar lantang. Ternyata pesan pemberitahuan tersebut berisi jadwal waktu salat yang disebarkan melalui WhatsApp. Dalam pesan singkat itu, lengkap jadwal waktu salat wajib mulai dari Duhur hingga Subuh. Bahkan, dalam pesan itu juga lengkap arah kiblat serta notifikasi jamnya, sehingga memudahkan untuk menyeragamkan waktu azan hingga awal dan akhir salat.

Ternyata pesan itu dikirim langsung oleh Suharyono, Ketua LFNU Bondowoso. Setiap pukul 21.00 malam, dia memang rutin menyebarkan jadwal waktu salat untuk ribuan nomor kontak yang ada di ponselnya.

Saat ditemui, Suharyono mengungkapkan, pada awalnya ia tidak terpikir untuk menyebarkan jadwal waktu salat menggunakan aplikasi yang ada di Android. Sebab, biasanya ia mencetak jadwal tersebut, kemudian disebarkan kepada sejumlah musala dan masjid yang ada di Bondowoso.

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata jadwal yang ia cetak dinilai kurang efektif. Terlebih, dalam pelaksanaan azan di setiap musala masih ada perbedaan atau belum seragam. “Ternyata jamnya. Jadi, jam yang ada di masjid satu dengan masjid lainnya perlu dikoreksi. Tapi, tidak semua orang melakukan koreksi,” jelas dia kepada Jawa Pos Radar Jember ketika bertemu di Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso, belum lama ini.

Setelah melihat hal itu, kemudian dirinya membuat terobosan. Menyeragamkan azan di setiap masjid menggunakan pemancar radio. Tapi, radiusnya terbatas, hanya sembilan kilometer. Pemancar tersebut diletakkan di Masjid Agung At Taqwa. Jika di tempat itu azan, maka secara otomatis radio pemancarnya juga akan ikut azan.

Melihat keterbatasan jangkauan tadi, dirinya kemudian mengupayakan agar radiusnya bisa lebih luas lagi. Beruntung, ada salah seorang yang berbaik hati dengan meminjamkan alatnya, sehingga jangkauan radio bisa mencapai 30 kilometer.

Jarak puluhan kilometer itu ternyata juga masih belum bisa dijangkau oleh semua masyarakat. Khususnya yang berada di wilayah timur, seperti Prajekan dan lainnya. Akhirnya, dia berinisiatif untuk menyebarkan jadwal waktu salat menggunakan layanan streaming. Harapannya, para takmir cukup menggunakan aplikasi yang bisa diunduh di Play Store untuk menyeragamkan waktu azan.

Setelah dirasa jadwal untuk tempat ibadah selesai, ternyata tidak lantas membuatnya puas. Lembaganya kemudian memiliki inisiatif untuk mengingatkan satu per satu orang yang ada di Bondowoso. Apalagi, dirinya yakin setiap orang saat ini sudah memiliki gawai masing-masing.

PEJATEN, RADARJEMBER.ID – KLING, suara notifikasi WhatsApp itu terdengar lantang. Ternyata pesan pemberitahuan tersebut berisi jadwal waktu salat yang disebarkan melalui WhatsApp. Dalam pesan singkat itu, lengkap jadwal waktu salat wajib mulai dari Duhur hingga Subuh. Bahkan, dalam pesan itu juga lengkap arah kiblat serta notifikasi jamnya, sehingga memudahkan untuk menyeragamkan waktu azan hingga awal dan akhir salat.

Ternyata pesan itu dikirim langsung oleh Suharyono, Ketua LFNU Bondowoso. Setiap pukul 21.00 malam, dia memang rutin menyebarkan jadwal waktu salat untuk ribuan nomor kontak yang ada di ponselnya.

Saat ditemui, Suharyono mengungkapkan, pada awalnya ia tidak terpikir untuk menyebarkan jadwal waktu salat menggunakan aplikasi yang ada di Android. Sebab, biasanya ia mencetak jadwal tersebut, kemudian disebarkan kepada sejumlah musala dan masjid yang ada di Bondowoso.

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata jadwal yang ia cetak dinilai kurang efektif. Terlebih, dalam pelaksanaan azan di setiap musala masih ada perbedaan atau belum seragam. “Ternyata jamnya. Jadi, jam yang ada di masjid satu dengan masjid lainnya perlu dikoreksi. Tapi, tidak semua orang melakukan koreksi,” jelas dia kepada Jawa Pos Radar Jember ketika bertemu di Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso, belum lama ini.

Setelah melihat hal itu, kemudian dirinya membuat terobosan. Menyeragamkan azan di setiap masjid menggunakan pemancar radio. Tapi, radiusnya terbatas, hanya sembilan kilometer. Pemancar tersebut diletakkan di Masjid Agung At Taqwa. Jika di tempat itu azan, maka secara otomatis radio pemancarnya juga akan ikut azan.

Melihat keterbatasan jangkauan tadi, dirinya kemudian mengupayakan agar radiusnya bisa lebih luas lagi. Beruntung, ada salah seorang yang berbaik hati dengan meminjamkan alatnya, sehingga jangkauan radio bisa mencapai 30 kilometer.

Jarak puluhan kilometer itu ternyata juga masih belum bisa dijangkau oleh semua masyarakat. Khususnya yang berada di wilayah timur, seperti Prajekan dan lainnya. Akhirnya, dia berinisiatif untuk menyebarkan jadwal waktu salat menggunakan layanan streaming. Harapannya, para takmir cukup menggunakan aplikasi yang bisa diunduh di Play Store untuk menyeragamkan waktu azan.

Setelah dirasa jadwal untuk tempat ibadah selesai, ternyata tidak lantas membuatnya puas. Lembaganya kemudian memiliki inisiatif untuk mengingatkan satu per satu orang yang ada di Bondowoso. Apalagi, dirinya yakin setiap orang saat ini sudah memiliki gawai masing-masing.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/