alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 23 January 2022

Bupati Bondowoso Kunjungi Sekolah Pelaksana ANBK

Targetkan 10 Besar Lembaga Pendidikan Terbaik di Jawa Timur

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, RADARJEMBER.ID – Seluruh SMP di Kabupaten Bondowoso mulai melakukan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Salah saunya dilakukan di SMPN 2 Tenggarang, Bondowoso, Senin, (4/10) pagi. Pada kegiatan tersebut, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin terlihat memantau langsung para siswa yang sedang mengikuti ANBK.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan di lembaga sekolah yang ada. “Yang diukur ada dari guru, murid, kemudian dari lingkungan,” jelasnya.
Dari kegiatan tersebut, diharapkan sekolah di Bondowoso masuk dalam 10 besar sekolah terbaik di Jawa Timur. Sejumlah peralatan yang dibutuhkan, berdasarkan hasil peninjauannya, dinilai sudah mumpuni dan terbilang siap. Walaupun ANBK baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Bondowoso. “Mungkin akan ada reward dari Kemendikbud,” katanya.
Dengan adanya hal itu diharapkan bisa memotivasi para siswa dan pihak sekolah lainnya untuk menjadi lebih baik. Terlebih, menurutnya sebelum agenda ini dilaksanakan, pihak sekolah harus sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari sebelumnya. “Untuk para guru harus betul-betul siap menghadapi ini. Menyiapkan diri dan pengaturan terhadap para peserta juga peralatan yang diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Sugiono Eksantoso menjelaskan, ANBK bukan untuk mencari atau melihat para siswa yang akan diluluskan. “Tapi lebih kepada pemetaan mutu,” bebernya.
Menurutnya, pihak sekolah tidak bisa menyiapkan sebelumnya para siswa yang akan mengikuti ANBK. Mengingat para peserta diacak melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Contoh sekolah ini sudah menyiapkan 30 anak, ternyata yang ditunjuk oleh pusat beda anaknya,” ungkap mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Bondowoso-Situbondo ini.
Dari hal itu, lanjut Sugiono, akan benar-benar diketahui sejauh mana kesiapan dari sekolah untuk melakukan ANBK. Hal tersebut juga akan berdampak pada pemetaan yang akan dilakukan oleh Dikbud Bondowoso ke depan. Khususnya terkait mutu pendidikan yang ada di sekolah. “Kita tidak ingin pendidikan ini biasa-biasa aja. Harus terus melejit. Sehingga yang namanya ANBK ini nanti akan dilis secara utuh,” imbuhnya.
Dijelaskan, para guru yang ada di sekolah juga dites. Bahkan tesnya tidak hanya numerik, tapi ada tes lingkungan belajar. Dapat dilihat dari sasaran ANBK, yakni bukan siswa yang sedang berada di kelas akhir. Baik dari tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat lainnya. “SD kelas 5, SMP kelas 8,” paparnya.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah. Jaringan yang digunakan juga tidak ada kendala. Bahkan untuk antisipasi pemadaman listrik, pihak sekolah menyiapkan genset.

 

- Advertisement -

TENGGARANG, RADARJEMBER.ID – Seluruh SMP di Kabupaten Bondowoso mulai melakukan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Salah saunya dilakukan di SMPN 2 Tenggarang, Bondowoso, Senin, (4/10) pagi. Pada kegiatan tersebut, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin terlihat memantau langsung para siswa yang sedang mengikuti ANBK.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan di lembaga sekolah yang ada. “Yang diukur ada dari guru, murid, kemudian dari lingkungan,” jelasnya.
Dari kegiatan tersebut, diharapkan sekolah di Bondowoso masuk dalam 10 besar sekolah terbaik di Jawa Timur. Sejumlah peralatan yang dibutuhkan, berdasarkan hasil peninjauannya, dinilai sudah mumpuni dan terbilang siap. Walaupun ANBK baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Bondowoso. “Mungkin akan ada reward dari Kemendikbud,” katanya.
Dengan adanya hal itu diharapkan bisa memotivasi para siswa dan pihak sekolah lainnya untuk menjadi lebih baik. Terlebih, menurutnya sebelum agenda ini dilaksanakan, pihak sekolah harus sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari sebelumnya. “Untuk para guru harus betul-betul siap menghadapi ini. Menyiapkan diri dan pengaturan terhadap para peserta juga peralatan yang diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Sugiono Eksantoso menjelaskan, ANBK bukan untuk mencari atau melihat para siswa yang akan diluluskan. “Tapi lebih kepada pemetaan mutu,” bebernya.
Menurutnya, pihak sekolah tidak bisa menyiapkan sebelumnya para siswa yang akan mengikuti ANBK. Mengingat para peserta diacak melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Contoh sekolah ini sudah menyiapkan 30 anak, ternyata yang ditunjuk oleh pusat beda anaknya,” ungkap mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Bondowoso-Situbondo ini.
Dari hal itu, lanjut Sugiono, akan benar-benar diketahui sejauh mana kesiapan dari sekolah untuk melakukan ANBK. Hal tersebut juga akan berdampak pada pemetaan yang akan dilakukan oleh Dikbud Bondowoso ke depan. Khususnya terkait mutu pendidikan yang ada di sekolah. “Kita tidak ingin pendidikan ini biasa-biasa aja. Harus terus melejit. Sehingga yang namanya ANBK ini nanti akan dilis secara utuh,” imbuhnya.
Dijelaskan, para guru yang ada di sekolah juga dites. Bahkan tesnya tidak hanya numerik, tapi ada tes lingkungan belajar. Dapat dilihat dari sasaran ANBK, yakni bukan siswa yang sedang berada di kelas akhir. Baik dari tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat lainnya. “SD kelas 5, SMP kelas 8,” paparnya.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah. Jaringan yang digunakan juga tidak ada kendala. Bahkan untuk antisipasi pemadaman listrik, pihak sekolah menyiapkan genset.

 

TENGGARANG, RADARJEMBER.ID – Seluruh SMP di Kabupaten Bondowoso mulai melakukan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Salah saunya dilakukan di SMPN 2 Tenggarang, Bondowoso, Senin, (4/10) pagi. Pada kegiatan tersebut, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin terlihat memantau langsung para siswa yang sedang mengikuti ANBK.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan di lembaga sekolah yang ada. “Yang diukur ada dari guru, murid, kemudian dari lingkungan,” jelasnya.
Dari kegiatan tersebut, diharapkan sekolah di Bondowoso masuk dalam 10 besar sekolah terbaik di Jawa Timur. Sejumlah peralatan yang dibutuhkan, berdasarkan hasil peninjauannya, dinilai sudah mumpuni dan terbilang siap. Walaupun ANBK baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Bondowoso. “Mungkin akan ada reward dari Kemendikbud,” katanya.
Dengan adanya hal itu diharapkan bisa memotivasi para siswa dan pihak sekolah lainnya untuk menjadi lebih baik. Terlebih, menurutnya sebelum agenda ini dilaksanakan, pihak sekolah harus sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari sebelumnya. “Untuk para guru harus betul-betul siap menghadapi ini. Menyiapkan diri dan pengaturan terhadap para peserta juga peralatan yang diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Sugiono Eksantoso menjelaskan, ANBK bukan untuk mencari atau melihat para siswa yang akan diluluskan. “Tapi lebih kepada pemetaan mutu,” bebernya.
Menurutnya, pihak sekolah tidak bisa menyiapkan sebelumnya para siswa yang akan mengikuti ANBK. Mengingat para peserta diacak melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Contoh sekolah ini sudah menyiapkan 30 anak, ternyata yang ditunjuk oleh pusat beda anaknya,” ungkap mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Bondowoso-Situbondo ini.
Dari hal itu, lanjut Sugiono, akan benar-benar diketahui sejauh mana kesiapan dari sekolah untuk melakukan ANBK. Hal tersebut juga akan berdampak pada pemetaan yang akan dilakukan oleh Dikbud Bondowoso ke depan. Khususnya terkait mutu pendidikan yang ada di sekolah. “Kita tidak ingin pendidikan ini biasa-biasa aja. Harus terus melejit. Sehingga yang namanya ANBK ini nanti akan dilis secara utuh,” imbuhnya.
Dijelaskan, para guru yang ada di sekolah juga dites. Bahkan tesnya tidak hanya numerik, tapi ada tes lingkungan belajar. Dapat dilihat dari sasaran ANBK, yakni bukan siswa yang sedang berada di kelas akhir. Baik dari tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat lainnya. “SD kelas 5, SMP kelas 8,” paparnya.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah. Jaringan yang digunakan juga tidak ada kendala. Bahkan untuk antisipasi pemadaman listrik, pihak sekolah menyiapkan genset.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca