alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Polsek-MWCNU Salurkan Sembako dan Paket Sehat

Gugur Gunung Bantu PKL dan Warga Isoman

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) begitu terasa bagi masyarakat kecil. Misalnya pedagang kaki lima (PKL). Untuk meringankan dampaknya bagi mereka, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan mendistribusikan bantuan demi mengurangi beban warga terdampak. Seperti yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Polsek Maesan, kemarin (4/7).

Mereka membagikan sejumlah paket sembako kepada para PKL yang berjualan di sekitar Polsek Maesan. Selain itu, mereka mendatangi rumah-rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk memberikan obat-obatan, vitamin, dan jamu.

Kapolsek Maesan AKP Agus Utomo mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng MWCNU dalam kegiatan tersebut. Sebab, menurutnya, MWCNU lebih paham kondisi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga tahu keadaan masyarakat yang terdampak pandemi. “Beliau-beliau tentu lebih paham, karena merupakan tokoh di masyarakat,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskannya, sasaran penerima bantuan ini adalah masyarakat yang benar-benar terdampak PPKM. Harapannya, bantuan ini bisa mengurangi beban mereka. “Semoga bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang kesulitan,” imbuhnya.

Selain paket sembako untuk para PKL, ada juga paket pulih sehat. Berupa jamu tradisional serta vitamin bagi warga yang isoman. “Jumlahnya terbatas hanya 76 paket, sesuai dengan tahun kemerdekaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziah MWCNU Maesan Ali Masyhur mengungkapkan, kegiatan bagi-bagi ini merupakan sinergisitas antara tokoh-tokoh NU Maesan bersama kepolisian setempat. “Kami berbagi sekaligus sosialisasi pentingnya menjaga protokol kesehatan. Karena di sana kami juga bagikan masker,” tuturnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) begitu terasa bagi masyarakat kecil. Misalnya pedagang kaki lima (PKL). Untuk meringankan dampaknya bagi mereka, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan mendistribusikan bantuan demi mengurangi beban warga terdampak. Seperti yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Polsek Maesan, kemarin (4/7).

Mereka membagikan sejumlah paket sembako kepada para PKL yang berjualan di sekitar Polsek Maesan. Selain itu, mereka mendatangi rumah-rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk memberikan obat-obatan, vitamin, dan jamu.

Kapolsek Maesan AKP Agus Utomo mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng MWCNU dalam kegiatan tersebut. Sebab, menurutnya, MWCNU lebih paham kondisi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga tahu keadaan masyarakat yang terdampak pandemi. “Beliau-beliau tentu lebih paham, karena merupakan tokoh di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sasaran penerima bantuan ini adalah masyarakat yang benar-benar terdampak PPKM. Harapannya, bantuan ini bisa mengurangi beban mereka. “Semoga bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang kesulitan,” imbuhnya.

Selain paket sembako untuk para PKL, ada juga paket pulih sehat. Berupa jamu tradisional serta vitamin bagi warga yang isoman. “Jumlahnya terbatas hanya 76 paket, sesuai dengan tahun kemerdekaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziah MWCNU Maesan Ali Masyhur mengungkapkan, kegiatan bagi-bagi ini merupakan sinergisitas antara tokoh-tokoh NU Maesan bersama kepolisian setempat. “Kami berbagi sekaligus sosialisasi pentingnya menjaga protokol kesehatan. Karena di sana kami juga bagikan masker,” tuturnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) begitu terasa bagi masyarakat kecil. Misalnya pedagang kaki lima (PKL). Untuk meringankan dampaknya bagi mereka, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan mendistribusikan bantuan demi mengurangi beban warga terdampak. Seperti yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Polsek Maesan, kemarin (4/7).

Mereka membagikan sejumlah paket sembako kepada para PKL yang berjualan di sekitar Polsek Maesan. Selain itu, mereka mendatangi rumah-rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk memberikan obat-obatan, vitamin, dan jamu.

Kapolsek Maesan AKP Agus Utomo mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng MWCNU dalam kegiatan tersebut. Sebab, menurutnya, MWCNU lebih paham kondisi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga tahu keadaan masyarakat yang terdampak pandemi. “Beliau-beliau tentu lebih paham, karena merupakan tokoh di masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sasaran penerima bantuan ini adalah masyarakat yang benar-benar terdampak PPKM. Harapannya, bantuan ini bisa mengurangi beban mereka. “Semoga bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang kesulitan,” imbuhnya.

Selain paket sembako untuk para PKL, ada juga paket pulih sehat. Berupa jamu tradisional serta vitamin bagi warga yang isoman. “Jumlahnya terbatas hanya 76 paket, sesuai dengan tahun kemerdekaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziah MWCNU Maesan Ali Masyhur mengungkapkan, kegiatan bagi-bagi ini merupakan sinergisitas antara tokoh-tokoh NU Maesan bersama kepolisian setempat. “Kami berbagi sekaligus sosialisasi pentingnya menjaga protokol kesehatan. Karena di sana kami juga bagikan masker,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/