alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Perjuangan Gobak Sodor Bondowoso Raih Emas di Fornas VI

Olahraga Bondowoso memang tidak semoncer Surabaya dan kota besar lainnya dalam raihan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim. Walau begitu, jangan meremehkan dengan gobak sodor dari Kota Tape ini. Olahraga rekreasi atau tradisional tersebut begitu dihormati lawan. Bahkan, tim hadang Bondowoso yang mewakili Jatim di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI tahun 2022 meraih dua medali emas sekaligus.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Prestasi Bondowoso dalam meraih medali hanya finish di urutan ke-31 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Namun, ada satu olahraga yang membuat kagum. Yaitu tim hadang atau gobak sodor Bondowoso. Pasalnya, di tim hadang putra-putri Bondowoso mampu mengawinkan gelar di Fornas VI 2022 di Palembang. Sama-sama berhasil meraih medali emas. Walau meraih prestasi tingkat nasional, mirisnya, mereka berangkat dengan biaya pribadi. Bahkan harus menjual sapi sebagai biaya akomodasi para atlet dan ofisial yang diturunkan.

BACA JUGA : Cara Atasi PMK, Mulai Vaksin hingga Penyekatan

Tim putri Bondowoso dinyatakan memenangkan medali emas setelah berhasil mengalahkan Jawa Tengah dengan skor telak 124-7 pada partai final. Sementara, tim hadang putra berhasil menang melawan Banten dengan skor 97-12, pada 3 Juli kemarin. Ternyata sebelum melakoni final, sejumlah pemain sempat mengalami kesurupan. Beruntung, menjelang pertandingan berlangsung, mereka kembali sehat dan dapat bertanding dengan baik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Anis Sanjaya, Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) Bondowoso, mengatakan, persiapan untuk mengikuti ajang ini memang sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir. Hal itu juga dihitung dari masa seleksi dan latihan rutin setiap hari. “Ada 168 peserta seleksi, terjaring 30, kemudian terakhir ada 20 atlet putra dan putri yang lolos seleksi,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Prestasi Bondowoso dalam meraih medali hanya finish di urutan ke-31 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Namun, ada satu olahraga yang membuat kagum. Yaitu tim hadang atau gobak sodor Bondowoso. Pasalnya, di tim hadang putra-putri Bondowoso mampu mengawinkan gelar di Fornas VI 2022 di Palembang. Sama-sama berhasil meraih medali emas. Walau meraih prestasi tingkat nasional, mirisnya, mereka berangkat dengan biaya pribadi. Bahkan harus menjual sapi sebagai biaya akomodasi para atlet dan ofisial yang diturunkan.

BACA JUGA : Cara Atasi PMK, Mulai Vaksin hingga Penyekatan

Tim putri Bondowoso dinyatakan memenangkan medali emas setelah berhasil mengalahkan Jawa Tengah dengan skor telak 124-7 pada partai final. Sementara, tim hadang putra berhasil menang melawan Banten dengan skor 97-12, pada 3 Juli kemarin. Ternyata sebelum melakoni final, sejumlah pemain sempat mengalami kesurupan. Beruntung, menjelang pertandingan berlangsung, mereka kembali sehat dan dapat bertanding dengan baik.

Anis Sanjaya, Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) Bondowoso, mengatakan, persiapan untuk mengikuti ajang ini memang sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir. Hal itu juga dihitung dari masa seleksi dan latihan rutin setiap hari. “Ada 168 peserta seleksi, terjaring 30, kemudian terakhir ada 20 atlet putra dan putri yang lolos seleksi,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Prestasi Bondowoso dalam meraih medali hanya finish di urutan ke-31 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Namun, ada satu olahraga yang membuat kagum. Yaitu tim hadang atau gobak sodor Bondowoso. Pasalnya, di tim hadang putra-putri Bondowoso mampu mengawinkan gelar di Fornas VI 2022 di Palembang. Sama-sama berhasil meraih medali emas. Walau meraih prestasi tingkat nasional, mirisnya, mereka berangkat dengan biaya pribadi. Bahkan harus menjual sapi sebagai biaya akomodasi para atlet dan ofisial yang diturunkan.

BACA JUGA : Cara Atasi PMK, Mulai Vaksin hingga Penyekatan

Tim putri Bondowoso dinyatakan memenangkan medali emas setelah berhasil mengalahkan Jawa Tengah dengan skor telak 124-7 pada partai final. Sementara, tim hadang putra berhasil menang melawan Banten dengan skor 97-12, pada 3 Juli kemarin. Ternyata sebelum melakoni final, sejumlah pemain sempat mengalami kesurupan. Beruntung, menjelang pertandingan berlangsung, mereka kembali sehat dan dapat bertanding dengan baik.

Anis Sanjaya, Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) Bondowoso, mengatakan, persiapan untuk mengikuti ajang ini memang sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir. Hal itu juga dihitung dari masa seleksi dan latihan rutin setiap hari. “Ada 168 peserta seleksi, terjaring 30, kemudian terakhir ada 20 atlet putra dan putri yang lolos seleksi,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/