alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Cara Atasi PMK, Mulai Vaksin hingga Penyekatan

Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak tidak terjadi baru-baru ini. Bulan kemarin juga mulai terjadi. Penyekatan dan penyemprotan juga mulai digulirkan. Tapi,mengapa menang Idul Adha, penyekatan hewan ternak dari daerah lain digencarkan lagi? Lantas, vaksin PMK bagaimana?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyuntikan vaksin pada hewan ternak di Bondowoso sudah mulai dilaksanakan beberapa waktu lalu. Meski demikian, dosis yang didapatkan masih jauh dari total populasi hewan ternak yang ada. Pasalnya, vaksin yang diterima pertama hanya 6.100 dosis saja. Beruntung, dosis vaksin yang didapatkan kembali ditambah, sebanyak seribu dosis. Vaksin itu rencananya akan datang hari ini (5/7), dan langsung disimpan di puskeswan yang ada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, total populasi sapi di Bondowoso mencapai 237.407 ekor. Sementara, total populasi domba atau kambing mencapai 105.968 ekor. Untuk mencapai populasi tersebut, tentu kebutuhan dosis vaksinasi masih jauh. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso akan terus berupaya melakukan penambahan vaksin hewan ternak, demi menanggulangi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Mohammad Halil menegaskan, untuk dosis vaksin yang didapatkan pertama, 78 persen dari 5,100 dosis di antaranya sudah disuntikkan pada sapi milik warga Bondowoso. Hal itu dilakukan dengan cara mendatangi tiap-tiap kandang. “Jadi, prioritasnya adalah daerah-daerah yang kasus PMK-nya rendah,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang akrab disapa Halil ini juga menuturkan, jumlah dosis vaksin yang diterima memang masih jauh jika dibandingkan dengan jumlah populasi hewan ternak. Termasuk bila sudah ditambahkan dengan seribu dosis vaksin tambahan yang akan diterima hari ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyuntikan vaksin pada hewan ternak di Bondowoso sudah mulai dilaksanakan beberapa waktu lalu. Meski demikian, dosis yang didapatkan masih jauh dari total populasi hewan ternak yang ada. Pasalnya, vaksin yang diterima pertama hanya 6.100 dosis saja. Beruntung, dosis vaksin yang didapatkan kembali ditambah, sebanyak seribu dosis. Vaksin itu rencananya akan datang hari ini (5/7), dan langsung disimpan di puskeswan yang ada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, total populasi sapi di Bondowoso mencapai 237.407 ekor. Sementara, total populasi domba atau kambing mencapai 105.968 ekor. Untuk mencapai populasi tersebut, tentu kebutuhan dosis vaksinasi masih jauh. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso akan terus berupaya melakukan penambahan vaksin hewan ternak, demi menanggulangi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Mohammad Halil menegaskan, untuk dosis vaksin yang didapatkan pertama, 78 persen dari 5,100 dosis di antaranya sudah disuntikkan pada sapi milik warga Bondowoso. Hal itu dilakukan dengan cara mendatangi tiap-tiap kandang. “Jadi, prioritasnya adalah daerah-daerah yang kasus PMK-nya rendah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Halil ini juga menuturkan, jumlah dosis vaksin yang diterima memang masih jauh jika dibandingkan dengan jumlah populasi hewan ternak. Termasuk bila sudah ditambahkan dengan seribu dosis vaksin tambahan yang akan diterima hari ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penyuntikan vaksin pada hewan ternak di Bondowoso sudah mulai dilaksanakan beberapa waktu lalu. Meski demikian, dosis yang didapatkan masih jauh dari total populasi hewan ternak yang ada. Pasalnya, vaksin yang diterima pertama hanya 6.100 dosis saja. Beruntung, dosis vaksin yang didapatkan kembali ditambah, sebanyak seribu dosis. Vaksin itu rencananya akan datang hari ini (5/7), dan langsung disimpan di puskeswan yang ada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, total populasi sapi di Bondowoso mencapai 237.407 ekor. Sementara, total populasi domba atau kambing mencapai 105.968 ekor. Untuk mencapai populasi tersebut, tentu kebutuhan dosis vaksinasi masih jauh. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso akan terus berupaya melakukan penambahan vaksin hewan ternak, demi menanggulangi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Mohammad Halil menegaskan, untuk dosis vaksin yang didapatkan pertama, 78 persen dari 5,100 dosis di antaranya sudah disuntikkan pada sapi milik warga Bondowoso. Hal itu dilakukan dengan cara mendatangi tiap-tiap kandang. “Jadi, prioritasnya adalah daerah-daerah yang kasus PMK-nya rendah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Halil ini juga menuturkan, jumlah dosis vaksin yang diterima memang masih jauh jika dibandingkan dengan jumlah populasi hewan ternak. Termasuk bila sudah ditambahkan dengan seribu dosis vaksin tambahan yang akan diterima hari ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/