alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Komisi III Dukung Langkah Pemkab

Atasi Perdebatan Batas Wilayah Kawah Ijen

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Batas wilayah Kawah Ijen yang masih menjadi polemik bagi Pemkab Banyuwangi ditanggapi dingin oleh Komisi III DPRD Bondowoso. Ketua Komisi III Sutriyono mengaku, pihaknya sangat menghormati alur proses dan tahapan atas pembahasan batas wilayah Kawah Ijen antara kedua kabupaten.

Terlebih, pembahasan itu difasilitasi langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Tahapannya sudah jelas semua. Juga ada dokumentasinya. Bahkan, berita acara tanggal 3 Juni kemarin saya rasa juga sudah klir,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Sutriyono pun mempertanyakan pihak Banyuwangi terkait keberatan dalam hal apa sehingga mengingkari pembahasan, serta mencabut tanda tangan berita acara pertemuan sebelumnya. Menurut dia, dalam berita acara itu juga sudah jelas. Sepertiga Kawah Ijen masuk Bondowoso dan dua pertiganya masuk Banyuwangi. “Tentu kami menghormati pimpinan rapat dan para pihak yang masuk dalam pembahasan itu. Terlebih kepada sekda provinsi dan perwakilan Kemendagri,” beber politisi PKB ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai legislatif, pihaknya tentu mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso. Dirinya kembali menegaskan bahwa tim batas daerah dari Pemkab Bondowoso sudah melakukan yang terbaik dan maksimal. Serta mengumpulkan bukti-bukti yang jelas dan kuat.

“Kalau seperti ini, Kawah Ijen masih terus berpolemik. Tentu mengganggu kami dan rekan-rekan eksekutif yang sedang berkonsentrasi dalam hal Ijen Geopark. Jelas merasa terganggu. Apalagi dari Disparpora dan instansi lainnya,” kata dia.

Lebih lanjut, Bondowoso juga serius membenahi sektor pariwisata ke depannya. Apalagi untuk Kawah Ijen. Bahkan, perencanaan wisata Bondowoso ke depan juga sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bondowoso Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kabupaten Bondowoso Tahun 2019-2034.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Batas wilayah Kawah Ijen yang masih menjadi polemik bagi Pemkab Banyuwangi ditanggapi dingin oleh Komisi III DPRD Bondowoso. Ketua Komisi III Sutriyono mengaku, pihaknya sangat menghormati alur proses dan tahapan atas pembahasan batas wilayah Kawah Ijen antara kedua kabupaten.

Terlebih, pembahasan itu difasilitasi langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Tahapannya sudah jelas semua. Juga ada dokumentasinya. Bahkan, berita acara tanggal 3 Juni kemarin saya rasa juga sudah klir,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Sutriyono pun mempertanyakan pihak Banyuwangi terkait keberatan dalam hal apa sehingga mengingkari pembahasan, serta mencabut tanda tangan berita acara pertemuan sebelumnya. Menurut dia, dalam berita acara itu juga sudah jelas. Sepertiga Kawah Ijen masuk Bondowoso dan dua pertiganya masuk Banyuwangi. “Tentu kami menghormati pimpinan rapat dan para pihak yang masuk dalam pembahasan itu. Terlebih kepada sekda provinsi dan perwakilan Kemendagri,” beber politisi PKB ini.

Sebagai legislatif, pihaknya tentu mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso. Dirinya kembali menegaskan bahwa tim batas daerah dari Pemkab Bondowoso sudah melakukan yang terbaik dan maksimal. Serta mengumpulkan bukti-bukti yang jelas dan kuat.

“Kalau seperti ini, Kawah Ijen masih terus berpolemik. Tentu mengganggu kami dan rekan-rekan eksekutif yang sedang berkonsentrasi dalam hal Ijen Geopark. Jelas merasa terganggu. Apalagi dari Disparpora dan instansi lainnya,” kata dia.

Lebih lanjut, Bondowoso juga serius membenahi sektor pariwisata ke depannya. Apalagi untuk Kawah Ijen. Bahkan, perencanaan wisata Bondowoso ke depan juga sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bondowoso Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kabupaten Bondowoso Tahun 2019-2034.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Batas wilayah Kawah Ijen yang masih menjadi polemik bagi Pemkab Banyuwangi ditanggapi dingin oleh Komisi III DPRD Bondowoso. Ketua Komisi III Sutriyono mengaku, pihaknya sangat menghormati alur proses dan tahapan atas pembahasan batas wilayah Kawah Ijen antara kedua kabupaten.

Terlebih, pembahasan itu difasilitasi langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Tahapannya sudah jelas semua. Juga ada dokumentasinya. Bahkan, berita acara tanggal 3 Juni kemarin saya rasa juga sudah klir,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Sutriyono pun mempertanyakan pihak Banyuwangi terkait keberatan dalam hal apa sehingga mengingkari pembahasan, serta mencabut tanda tangan berita acara pertemuan sebelumnya. Menurut dia, dalam berita acara itu juga sudah jelas. Sepertiga Kawah Ijen masuk Bondowoso dan dua pertiganya masuk Banyuwangi. “Tentu kami menghormati pimpinan rapat dan para pihak yang masuk dalam pembahasan itu. Terlebih kepada sekda provinsi dan perwakilan Kemendagri,” beber politisi PKB ini.

Sebagai legislatif, pihaknya tentu mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso. Dirinya kembali menegaskan bahwa tim batas daerah dari Pemkab Bondowoso sudah melakukan yang terbaik dan maksimal. Serta mengumpulkan bukti-bukti yang jelas dan kuat.

“Kalau seperti ini, Kawah Ijen masih terus berpolemik. Tentu mengganggu kami dan rekan-rekan eksekutif yang sedang berkonsentrasi dalam hal Ijen Geopark. Jelas merasa terganggu. Apalagi dari Disparpora dan instansi lainnya,” kata dia.

Lebih lanjut, Bondowoso juga serius membenahi sektor pariwisata ke depannya. Apalagi untuk Kawah Ijen. Bahkan, perencanaan wisata Bondowoso ke depan juga sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bondowoso Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kabupaten Bondowoso Tahun 2019-2034.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/