alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Targetkan Peningkatan Populasi Sapi

Saat Ini, Ada 229 Ribu Ekor di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banyaknya populasi hewan sapi di Bondowoso memang perlu diidentifikasi kesehatannya. Dengan begitu, pihak terkait pun dapat memantau kesehatan sapi. Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso melalui suntik masal sapi dan pemeriksaan kebuntingan di Desa Glingseran, Kecamatan Wringin, Kamis (3/6).

Suntik massal dilakukan terhadap 160-an ekor sapi milik warga dalam pelayan terpadu hewan ternak. Direncanakan, kegiatan serupa juga dilakukan di masing-masing wilayah pusat kesehatan hewan (puskeswan) lainnya pada minggu-minggu berikutnya.

Kerika dikonfirmasi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Bondowoso Murjana menerangkan bahwa suntik masal terhadap sapi betina dilakukan dalam rangka upaya peningkatan populasi sapi di Bondowoso. Tercatat, hingga saat ini populasi sapi mencapai sekitar 229 ribu ekor. Tersebar di seluruh kecamatan. Jumlah ini mengalami peningkatan dalam satu semester 2021, yakni sekitar 23 ribuan. “Kalau target peningkatan kami tak muluk-muluk, sekitar 2,5-3 persen setiap tahun,” urainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Katanya, target ini tak terlalu tinggi karena pihaknya menyadari kondisi geografis dan keterbatasan sarpras yang ada. Dirinya menjelaskan, sekalipun populasi sapi di Bondowoso tinggi, penting untuk terus menggenjot peningkatan. Sebab, perlu menjaga kestabilan ketahanan pangan. Khususnya di sektor swasembada daging. “Perlu menjaga kestabilan ketahanan pangan,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banyaknya populasi hewan sapi di Bondowoso memang perlu diidentifikasi kesehatannya. Dengan begitu, pihak terkait pun dapat memantau kesehatan sapi. Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso melalui suntik masal sapi dan pemeriksaan kebuntingan di Desa Glingseran, Kecamatan Wringin, Kamis (3/6).

Suntik massal dilakukan terhadap 160-an ekor sapi milik warga dalam pelayan terpadu hewan ternak. Direncanakan, kegiatan serupa juga dilakukan di masing-masing wilayah pusat kesehatan hewan (puskeswan) lainnya pada minggu-minggu berikutnya.

Kerika dikonfirmasi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Bondowoso Murjana menerangkan bahwa suntik masal terhadap sapi betina dilakukan dalam rangka upaya peningkatan populasi sapi di Bondowoso. Tercatat, hingga saat ini populasi sapi mencapai sekitar 229 ribu ekor. Tersebar di seluruh kecamatan. Jumlah ini mengalami peningkatan dalam satu semester 2021, yakni sekitar 23 ribuan. “Kalau target peningkatan kami tak muluk-muluk, sekitar 2,5-3 persen setiap tahun,” urainya.

Katanya, target ini tak terlalu tinggi karena pihaknya menyadari kondisi geografis dan keterbatasan sarpras yang ada. Dirinya menjelaskan, sekalipun populasi sapi di Bondowoso tinggi, penting untuk terus menggenjot peningkatan. Sebab, perlu menjaga kestabilan ketahanan pangan. Khususnya di sektor swasembada daging. “Perlu menjaga kestabilan ketahanan pangan,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banyaknya populasi hewan sapi di Bondowoso memang perlu diidentifikasi kesehatannya. Dengan begitu, pihak terkait pun dapat memantau kesehatan sapi. Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso melalui suntik masal sapi dan pemeriksaan kebuntingan di Desa Glingseran, Kecamatan Wringin, Kamis (3/6).

Suntik massal dilakukan terhadap 160-an ekor sapi milik warga dalam pelayan terpadu hewan ternak. Direncanakan, kegiatan serupa juga dilakukan di masing-masing wilayah pusat kesehatan hewan (puskeswan) lainnya pada minggu-minggu berikutnya.

Kerika dikonfirmasi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Bondowoso Murjana menerangkan bahwa suntik masal terhadap sapi betina dilakukan dalam rangka upaya peningkatan populasi sapi di Bondowoso. Tercatat, hingga saat ini populasi sapi mencapai sekitar 229 ribu ekor. Tersebar di seluruh kecamatan. Jumlah ini mengalami peningkatan dalam satu semester 2021, yakni sekitar 23 ribuan. “Kalau target peningkatan kami tak muluk-muluk, sekitar 2,5-3 persen setiap tahun,” urainya.

Katanya, target ini tak terlalu tinggi karena pihaknya menyadari kondisi geografis dan keterbatasan sarpras yang ada. Dirinya menjelaskan, sekalipun populasi sapi di Bondowoso tinggi, penting untuk terus menggenjot peningkatan. Sebab, perlu menjaga kestabilan ketahanan pangan. Khususnya di sektor swasembada daging. “Perlu menjaga kestabilan ketahanan pangan,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/