alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Status Layak Anak Jadi Perbincangan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dalam bidang kabupaten layak anak (KLA), Bondowoso memiliki predikat madya. Sampai saat ini predikat tersebut masih dipertahankan. Di sisi lain, kasus kekerasan terhadap anak meningkat. Oleh sebab itu, hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi semua pihak, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso.

Sepanjang 2021 sudah ada 7 kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak. Hal ini harus segera ditangani dengan serius agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban berikutnya.

Kepala DPPKB Bondowoso dr Agus Suwardjito menyampaikan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk bisa memenuhi kebutuhan hak anak serta terus meningkatkan perlindungan hak anak. “Semua dengan kendalanya, ya kita tahu semua lah. Tapi, semaksimal mungkin kami terus upayakan,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Persoalan-persoalan masih banyak terjadi di Bondowoso. Salah satunya berkaitan dengan kekerasan terhadap anak dan lainnya. Menanggapi hal itu, dr Agus menyampaikan, dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya, sejauh ini belum bisa menusuk. Artinya, program yang dijalankan belum bisa sepenuhnya mengatasi persoalan yang terjadi. Walaupun menurutnya, sebenarnya program tersebut untuk meningkatkan pemenuhan dan perlindungan hak anak secara pentahelix.

Ketika dikonfirmasi terkait maraknya kasus kekerasan kepada anak, ia menjawab sebenarnya pihaknya sudah menjalankan beberapa langkah preventif. Tidak hanya dilakukan di hulu, melainkan di hilir juga dilakukan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dalam bidang kabupaten layak anak (KLA), Bondowoso memiliki predikat madya. Sampai saat ini predikat tersebut masih dipertahankan. Di sisi lain, kasus kekerasan terhadap anak meningkat. Oleh sebab itu, hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi semua pihak, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso.

Sepanjang 2021 sudah ada 7 kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak. Hal ini harus segera ditangani dengan serius agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban berikutnya.

Kepala DPPKB Bondowoso dr Agus Suwardjito menyampaikan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk bisa memenuhi kebutuhan hak anak serta terus meningkatkan perlindungan hak anak. “Semua dengan kendalanya, ya kita tahu semua lah. Tapi, semaksimal mungkin kami terus upayakan,” tegasnya.

Persoalan-persoalan masih banyak terjadi di Bondowoso. Salah satunya berkaitan dengan kekerasan terhadap anak dan lainnya. Menanggapi hal itu, dr Agus menyampaikan, dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya, sejauh ini belum bisa menusuk. Artinya, program yang dijalankan belum bisa sepenuhnya mengatasi persoalan yang terjadi. Walaupun menurutnya, sebenarnya program tersebut untuk meningkatkan pemenuhan dan perlindungan hak anak secara pentahelix.

Ketika dikonfirmasi terkait maraknya kasus kekerasan kepada anak, ia menjawab sebenarnya pihaknya sudah menjalankan beberapa langkah preventif. Tidak hanya dilakukan di hulu, melainkan di hilir juga dilakukan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dalam bidang kabupaten layak anak (KLA), Bondowoso memiliki predikat madya. Sampai saat ini predikat tersebut masih dipertahankan. Di sisi lain, kasus kekerasan terhadap anak meningkat. Oleh sebab itu, hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi semua pihak, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso.

Sepanjang 2021 sudah ada 7 kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak. Hal ini harus segera ditangani dengan serius agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban berikutnya.

Kepala DPPKB Bondowoso dr Agus Suwardjito menyampaikan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk bisa memenuhi kebutuhan hak anak serta terus meningkatkan perlindungan hak anak. “Semua dengan kendalanya, ya kita tahu semua lah. Tapi, semaksimal mungkin kami terus upayakan,” tegasnya.

Persoalan-persoalan masih banyak terjadi di Bondowoso. Salah satunya berkaitan dengan kekerasan terhadap anak dan lainnya. Menanggapi hal itu, dr Agus menyampaikan, dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya, sejauh ini belum bisa menusuk. Artinya, program yang dijalankan belum bisa sepenuhnya mengatasi persoalan yang terjadi. Walaupun menurutnya, sebenarnya program tersebut untuk meningkatkan pemenuhan dan perlindungan hak anak secara pentahelix.

Ketika dikonfirmasi terkait maraknya kasus kekerasan kepada anak, ia menjawab sebenarnya pihaknya sudah menjalankan beberapa langkah preventif. Tidak hanya dilakukan di hulu, melainkan di hilir juga dilakukan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/