alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Jalani PTM, Guru Wajib Divaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ribuan guru berbagai tingkatan di Bondowoso mulai menjalani vaksinasi. Vaksinasi ini menjadi wajib bagi guru yang akan mengajar atau sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Penegasan dari Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, guru yang enggan divaksin tak akan diizinkan mengajar. Senada dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenag Bondowoso yang turut memberlakukan hal tersebut. Demikian dituturkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Mohammad Imron.

“Yang tidak vaksin, oleh Dikbud akan diberikan pernyataan atau penjelasan tak diperkenankan untuk mengajar dulu,” ungkap dr Mohammad Imron, Kadinkes yang juga Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang akrab disapa Dokter Imron ini menambahkan, vaksinasi terhadap guru telah berjalan. Bahkan, ditargetkan selesai sekitar akhir Juni atau paling lambat awal Juli 2021.

Penerapannya, vaksinasi dilaksanakan dengan model rayonisasi. Yakni dibagi per wilayah melalui puskesmas, untuk mempermudah layanan. “Paling lama awal Juli sudah selesai,” ungkapnya.

Dokter Imron mengaku tak tahu pasti jumlah keseluruhan guru yang akan divaksinasi. Sebab, jumlahnya masih terus diperbarui sebagaimana jumlah guru-guru yang divaksin sesuai jadwal.

Data dari Dinkes, untuk guru SMK/SMA angkanya sudah mencapai sekitar 1.090 yang telah divaksin, dari total sekitar 1.800-an. “Sisanya akan terus berjalan,” ujarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ribuan guru berbagai tingkatan di Bondowoso mulai menjalani vaksinasi. Vaksinasi ini menjadi wajib bagi guru yang akan mengajar atau sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Penegasan dari Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, guru yang enggan divaksin tak akan diizinkan mengajar. Senada dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenag Bondowoso yang turut memberlakukan hal tersebut. Demikian dituturkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Mohammad Imron.

“Yang tidak vaksin, oleh Dikbud akan diberikan pernyataan atau penjelasan tak diperkenankan untuk mengajar dulu,” ungkap dr Mohammad Imron, Kadinkes yang juga Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso.

Pria yang akrab disapa Dokter Imron ini menambahkan, vaksinasi terhadap guru telah berjalan. Bahkan, ditargetkan selesai sekitar akhir Juni atau paling lambat awal Juli 2021.

Penerapannya, vaksinasi dilaksanakan dengan model rayonisasi. Yakni dibagi per wilayah melalui puskesmas, untuk mempermudah layanan. “Paling lama awal Juli sudah selesai,” ungkapnya.

Dokter Imron mengaku tak tahu pasti jumlah keseluruhan guru yang akan divaksinasi. Sebab, jumlahnya masih terus diperbarui sebagaimana jumlah guru-guru yang divaksin sesuai jadwal.

Data dari Dinkes, untuk guru SMK/SMA angkanya sudah mencapai sekitar 1.090 yang telah divaksin, dari total sekitar 1.800-an. “Sisanya akan terus berjalan,” ujarnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ribuan guru berbagai tingkatan di Bondowoso mulai menjalani vaksinasi. Vaksinasi ini menjadi wajib bagi guru yang akan mengajar atau sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Penegasan dari Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, guru yang enggan divaksin tak akan diizinkan mengajar. Senada dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenag Bondowoso yang turut memberlakukan hal tersebut. Demikian dituturkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Mohammad Imron.

“Yang tidak vaksin, oleh Dikbud akan diberikan pernyataan atau penjelasan tak diperkenankan untuk mengajar dulu,” ungkap dr Mohammad Imron, Kadinkes yang juga Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso.

Pria yang akrab disapa Dokter Imron ini menambahkan, vaksinasi terhadap guru telah berjalan. Bahkan, ditargetkan selesai sekitar akhir Juni atau paling lambat awal Juli 2021.

Penerapannya, vaksinasi dilaksanakan dengan model rayonisasi. Yakni dibagi per wilayah melalui puskesmas, untuk mempermudah layanan. “Paling lama awal Juli sudah selesai,” ungkapnya.

Dokter Imron mengaku tak tahu pasti jumlah keseluruhan guru yang akan divaksinasi. Sebab, jumlahnya masih terus diperbarui sebagaimana jumlah guru-guru yang divaksin sesuai jadwal.

Data dari Dinkes, untuk guru SMK/SMA angkanya sudah mencapai sekitar 1.090 yang telah divaksin, dari total sekitar 1.800-an. “Sisanya akan terus berjalan,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/