alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Arus Bawah Sepakat KLB PGRI

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik di tubuh PGRI Bondowoso karena kontroversi Ketua PGRI terpilih empat bulan lalu mulai mencuat. Diduga, Ketua PGRI terpilih yang kini digantikan seorang pelaksana tugas (Plt), dicopot dari jabatan ketua PGRI Bondowoso lantaran video yang tidak senonoh menyebar di media sosial.

Dengan begitu, sejumlah ketua cabang PGRI yang tersebar di kecamatan, mendesak agar segera dilaksanakan pergantian pucuk pimpinan PGRI. Bahkan, Jawa Pos Radar Ijen mendapatkan file berita acara pelaksanaan KLB PGRI Bondowoso masa bakti 2020-2025. Dalam berita acara itu, sudah digelar KLB pada 26 April lalu di aula SMKN 2 Bondowoso. Total ada 12 ketua PC yang menandatangani berita acara KLB tersebut.

Isi dari berita acara tersebut, melaksanakan rapat membahas langkah cepat serta taktis menyelamatkan marwah PGRI pascatragedi video mesum yang diduga dilakukan mantan Ketua PGRI Bondowoso. Hasil rapat membuahkan 12 poin keputusan. Di antaranya desakan kuat arus bawah (guru yang terakomodasi PC PGRI) untuk menyelamatkan marwah PGRI Bondowoso dengan jalan Konferensi Luar Biasa (KLB).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, mereka juga menyoroti penunjukan Plt Ketua PGRI Bondowoso secara sepihak oleh pengurus tanpa melalui sidang pleno PC PGRI. Hal itu menyisakan pertentangan yang kuat dan semakin memperkuat mosi tidak percaya terhadap pengurus PGRI Bondowoso.

Dalam berita acara, 12 ketua PC tersebut juga menginginkan adanya pernyataan resmi dari mantan ketua PGRI. Tidak adanya pengunduran diri secara tertulis maupun lisan dari Ketua PGRI Bondowoso melalui sidang pleno PC, pada akhirnya menimbulkan semakin kuatnya dugaan yang beragam terkait mundurnya ketua PGRI Bondowoso tersebut.

Terlebih, mengenai viralnya video mesum. Kuatnya mosi tidak percaya terhadap PGRI Bondowoso pascatragedi video mesum yang sangat viral di kalangan pendidik Bondowoso pada akhirnya menimbulkan perlawanan yang kuat kepada pengurus PGRI Bondowoso.

Sementara itu, Dwi Windu Krisyanto, Plt Ketua PGRI Bondowoso, mengaku tak tahu mengenai KLB tersebut. Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, dirinya bahkan tidak dapat menjelaskan detail akar permasalahannya. “Saya belum tahu soal KLB itu. Nanti saya kroscek lagi. Saya juga belum tahu ada file berita acara KLB itu,” kata Windu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik di tubuh PGRI Bondowoso karena kontroversi Ketua PGRI terpilih empat bulan lalu mulai mencuat. Diduga, Ketua PGRI terpilih yang kini digantikan seorang pelaksana tugas (Plt), dicopot dari jabatan ketua PGRI Bondowoso lantaran video yang tidak senonoh menyebar di media sosial.

Dengan begitu, sejumlah ketua cabang PGRI yang tersebar di kecamatan, mendesak agar segera dilaksanakan pergantian pucuk pimpinan PGRI. Bahkan, Jawa Pos Radar Ijen mendapatkan file berita acara pelaksanaan KLB PGRI Bondowoso masa bakti 2020-2025. Dalam berita acara itu, sudah digelar KLB pada 26 April lalu di aula SMKN 2 Bondowoso. Total ada 12 ketua PC yang menandatangani berita acara KLB tersebut.

Isi dari berita acara tersebut, melaksanakan rapat membahas langkah cepat serta taktis menyelamatkan marwah PGRI pascatragedi video mesum yang diduga dilakukan mantan Ketua PGRI Bondowoso. Hasil rapat membuahkan 12 poin keputusan. Di antaranya desakan kuat arus bawah (guru yang terakomodasi PC PGRI) untuk menyelamatkan marwah PGRI Bondowoso dengan jalan Konferensi Luar Biasa (KLB).

Selain itu, mereka juga menyoroti penunjukan Plt Ketua PGRI Bondowoso secara sepihak oleh pengurus tanpa melalui sidang pleno PC PGRI. Hal itu menyisakan pertentangan yang kuat dan semakin memperkuat mosi tidak percaya terhadap pengurus PGRI Bondowoso.

Dalam berita acara, 12 ketua PC tersebut juga menginginkan adanya pernyataan resmi dari mantan ketua PGRI. Tidak adanya pengunduran diri secara tertulis maupun lisan dari Ketua PGRI Bondowoso melalui sidang pleno PC, pada akhirnya menimbulkan semakin kuatnya dugaan yang beragam terkait mundurnya ketua PGRI Bondowoso tersebut.

Terlebih, mengenai viralnya video mesum. Kuatnya mosi tidak percaya terhadap PGRI Bondowoso pascatragedi video mesum yang sangat viral di kalangan pendidik Bondowoso pada akhirnya menimbulkan perlawanan yang kuat kepada pengurus PGRI Bondowoso.

Sementara itu, Dwi Windu Krisyanto, Plt Ketua PGRI Bondowoso, mengaku tak tahu mengenai KLB tersebut. Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, dirinya bahkan tidak dapat menjelaskan detail akar permasalahannya. “Saya belum tahu soal KLB itu. Nanti saya kroscek lagi. Saya juga belum tahu ada file berita acara KLB itu,” kata Windu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik di tubuh PGRI Bondowoso karena kontroversi Ketua PGRI terpilih empat bulan lalu mulai mencuat. Diduga, Ketua PGRI terpilih yang kini digantikan seorang pelaksana tugas (Plt), dicopot dari jabatan ketua PGRI Bondowoso lantaran video yang tidak senonoh menyebar di media sosial.

Dengan begitu, sejumlah ketua cabang PGRI yang tersebar di kecamatan, mendesak agar segera dilaksanakan pergantian pucuk pimpinan PGRI. Bahkan, Jawa Pos Radar Ijen mendapatkan file berita acara pelaksanaan KLB PGRI Bondowoso masa bakti 2020-2025. Dalam berita acara itu, sudah digelar KLB pada 26 April lalu di aula SMKN 2 Bondowoso. Total ada 12 ketua PC yang menandatangani berita acara KLB tersebut.

Isi dari berita acara tersebut, melaksanakan rapat membahas langkah cepat serta taktis menyelamatkan marwah PGRI pascatragedi video mesum yang diduga dilakukan mantan Ketua PGRI Bondowoso. Hasil rapat membuahkan 12 poin keputusan. Di antaranya desakan kuat arus bawah (guru yang terakomodasi PC PGRI) untuk menyelamatkan marwah PGRI Bondowoso dengan jalan Konferensi Luar Biasa (KLB).

Selain itu, mereka juga menyoroti penunjukan Plt Ketua PGRI Bondowoso secara sepihak oleh pengurus tanpa melalui sidang pleno PC PGRI. Hal itu menyisakan pertentangan yang kuat dan semakin memperkuat mosi tidak percaya terhadap pengurus PGRI Bondowoso.

Dalam berita acara, 12 ketua PC tersebut juga menginginkan adanya pernyataan resmi dari mantan ketua PGRI. Tidak adanya pengunduran diri secara tertulis maupun lisan dari Ketua PGRI Bondowoso melalui sidang pleno PC, pada akhirnya menimbulkan semakin kuatnya dugaan yang beragam terkait mundurnya ketua PGRI Bondowoso tersebut.

Terlebih, mengenai viralnya video mesum. Kuatnya mosi tidak percaya terhadap PGRI Bondowoso pascatragedi video mesum yang sangat viral di kalangan pendidik Bondowoso pada akhirnya menimbulkan perlawanan yang kuat kepada pengurus PGRI Bondowoso.

Sementara itu, Dwi Windu Krisyanto, Plt Ketua PGRI Bondowoso, mengaku tak tahu mengenai KLB tersebut. Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, dirinya bahkan tidak dapat menjelaskan detail akar permasalahannya. “Saya belum tahu soal KLB itu. Nanti saya kroscek lagi. Saya juga belum tahu ada file berita acara KLB itu,” kata Windu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/