23.2 C
Jember
Wednesday, 22 March 2023

Melihat Wajah Jantung Kota Bondowoso

Hampir Tak Ada Perubahan, Alasan Terkendala Anggaran 

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semakin baik atau semakin menawan pusat kota, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung. Mirisnya, perwajahan di Alun-Alun Bondowoso hampir tidak ada perubahan. Bahkan beberapa fasilitas umum terlihat sudah rusak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso Agung Aris Sungkowo melalui Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Syahrial Fary mengatakan, sebenarnya perawatan fasilitas umum di alun-alun sudah terus dilakukan. Walaupun demikian, untuk melakukan revitalisasi secara utuh dengan tujuan mempercantik tampilan alun-alun belum dapat dilakukan. Hal tersebut karena terbatasnya anggaran dari Pemkab Bondowoso.

Perawatan yang biasa dilakukan adalah pembersihan secara rutin setiap hari. Seperti pada saat digelar pasar Ramadan, beberapa waktu lalu. Setiap acara tersebut selesai digelar, maka petugas akan langsung melakukan pembersihan dan penataan kembali. “Sebagai bentuk perawatan dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Syahrial juga membenarkan bahwa beberapa fasilitas umum atau sarana pendukung lainnya sebagian ada yang rusak. Baik yang memang disebabkan oleh faktor alam maupun rusak akibat perbuatan manusia. “Ada beberapa fasilitas di alun-alun yang dijahili, diambil, bahkan dirusak,” katanya.

Padahal, menurutnya, fasilitas yang disediakan di Alun-Alun Bondowoso untuk kebutuhan semua masyarakat. Oleh karenanya, sepantasnya harus dijaga bersama. Bukan dirusak. Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan, untuk fasilitas pendukung lainnya yang dinilai dibutuhkan, tetap berupaya untuk memenuhinya dengan anggaran yang tersedia. Seperti pengadaan bunga dan sebagainya.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Dok Radar Ijen
Editor: Dwi Siswanto

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semakin baik atau semakin menawan pusat kota, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung. Mirisnya, perwajahan di Alun-Alun Bondowoso hampir tidak ada perubahan. Bahkan beberapa fasilitas umum terlihat sudah rusak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso Agung Aris Sungkowo melalui Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Syahrial Fary mengatakan, sebenarnya perawatan fasilitas umum di alun-alun sudah terus dilakukan. Walaupun demikian, untuk melakukan revitalisasi secara utuh dengan tujuan mempercantik tampilan alun-alun belum dapat dilakukan. Hal tersebut karena terbatasnya anggaran dari Pemkab Bondowoso.

Perawatan yang biasa dilakukan adalah pembersihan secara rutin setiap hari. Seperti pada saat digelar pasar Ramadan, beberapa waktu lalu. Setiap acara tersebut selesai digelar, maka petugas akan langsung melakukan pembersihan dan penataan kembali. “Sebagai bentuk perawatan dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Syahrial juga membenarkan bahwa beberapa fasilitas umum atau sarana pendukung lainnya sebagian ada yang rusak. Baik yang memang disebabkan oleh faktor alam maupun rusak akibat perbuatan manusia. “Ada beberapa fasilitas di alun-alun yang dijahili, diambil, bahkan dirusak,” katanya.

Padahal, menurutnya, fasilitas yang disediakan di Alun-Alun Bondowoso untuk kebutuhan semua masyarakat. Oleh karenanya, sepantasnya harus dijaga bersama. Bukan dirusak. Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan, untuk fasilitas pendukung lainnya yang dinilai dibutuhkan, tetap berupaya untuk memenuhinya dengan anggaran yang tersedia. Seperti pengadaan bunga dan sebagainya.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Dok Radar Ijen
Editor: Dwi Siswanto

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semakin baik atau semakin menawan pusat kota, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung. Mirisnya, perwajahan di Alun-Alun Bondowoso hampir tidak ada perubahan. Bahkan beberapa fasilitas umum terlihat sudah rusak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso Agung Aris Sungkowo melalui Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Syahrial Fary mengatakan, sebenarnya perawatan fasilitas umum di alun-alun sudah terus dilakukan. Walaupun demikian, untuk melakukan revitalisasi secara utuh dengan tujuan mempercantik tampilan alun-alun belum dapat dilakukan. Hal tersebut karena terbatasnya anggaran dari Pemkab Bondowoso.

Perawatan yang biasa dilakukan adalah pembersihan secara rutin setiap hari. Seperti pada saat digelar pasar Ramadan, beberapa waktu lalu. Setiap acara tersebut selesai digelar, maka petugas akan langsung melakukan pembersihan dan penataan kembali. “Sebagai bentuk perawatan dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Syahrial juga membenarkan bahwa beberapa fasilitas umum atau sarana pendukung lainnya sebagian ada yang rusak. Baik yang memang disebabkan oleh faktor alam maupun rusak akibat perbuatan manusia. “Ada beberapa fasilitas di alun-alun yang dijahili, diambil, bahkan dirusak,” katanya.

Padahal, menurutnya, fasilitas yang disediakan di Alun-Alun Bondowoso untuk kebutuhan semua masyarakat. Oleh karenanya, sepantasnya harus dijaga bersama. Bukan dirusak. Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan, untuk fasilitas pendukung lainnya yang dinilai dibutuhkan, tetap berupaya untuk memenuhinya dengan anggaran yang tersedia. Seperti pengadaan bunga dan sebagainya.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Dok Radar Ijen
Editor: Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca