alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 23 January 2022

Sidang Pemerasan Oknum Wartawan Mulai Berjalan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sidang kasus pemerasan oleh salah satu oknum wartawan Bondowoso kepada kepala desa (kades) di Kecamatan Wringin sudah masuk proses meja hijau. Kemarin, sidang perdana pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi dan terdakwa digelar.

Sidang siang itu digelar secara daring dari tiga lokasi berbeda. Terdakwa Hambaliyanto berada di Lapas Kelas II B Bondowoso, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso dan ketiga saksi di ruang sidang kejaksaan, sedangkan majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso.

Dalam sidang perdana agenda pembacaan dakwaan itu, Romy, JPU Kejari Bondowoso, membacakan runtutan dakwaan. Terdakwa terlibat dalam kasus pemerasan kepada Kades Ampelan, Kecamatan Wringin, pada 15 Maret 2021.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terdakwa diduga memeras Kades Ampelan dengan meminta sejumlah uang. Bahkan, mengancam dan menakut-nakuti kades dengan berita terkait pembangunan jalan Dana Desa (DD).

Dalam sidang itu, terdakwa tak didampingi penasihat hukum. Sedangkan tiga orang saksi yang dihadirkan JPU adalah Kades Ampelan Sunardi, putri kades Sri Wulandari, dan Arif Wicaksono, Intelkam Polsek Wringin.

Di hadapan majelis hakim secara virtual, korban Sunardi menjelaskan kronologi detailnya, hingga dia memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada terdakwa. “Bagi saya ada pemerasan uang dari terdakwa. Awalnya Hambali minta uang Rp 2,5 juta, tetapi saya kasih hanya Rp 1 juta saja,” beber Sunardi.

Penyerahan uang tunai itu dilakukan di kediaman Sri Wulandari, putri dari Sunardi. “Hati saya tidak karuan. Saya ketakutan. Sebagai kades, saya ditakut-takuti dengan penggunaan DD tahun anggaran 2020 kegiatan jalan desa. Terkait proyek,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sidang kasus pemerasan oleh salah satu oknum wartawan Bondowoso kepada kepala desa (kades) di Kecamatan Wringin sudah masuk proses meja hijau. Kemarin, sidang perdana pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi dan terdakwa digelar.

Sidang siang itu digelar secara daring dari tiga lokasi berbeda. Terdakwa Hambaliyanto berada di Lapas Kelas II B Bondowoso, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso dan ketiga saksi di ruang sidang kejaksaan, sedangkan majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso.

Dalam sidang perdana agenda pembacaan dakwaan itu, Romy, JPU Kejari Bondowoso, membacakan runtutan dakwaan. Terdakwa terlibat dalam kasus pemerasan kepada Kades Ampelan, Kecamatan Wringin, pada 15 Maret 2021.

Terdakwa diduga memeras Kades Ampelan dengan meminta sejumlah uang. Bahkan, mengancam dan menakut-nakuti kades dengan berita terkait pembangunan jalan Dana Desa (DD).

Dalam sidang itu, terdakwa tak didampingi penasihat hukum. Sedangkan tiga orang saksi yang dihadirkan JPU adalah Kades Ampelan Sunardi, putri kades Sri Wulandari, dan Arif Wicaksono, Intelkam Polsek Wringin.

Di hadapan majelis hakim secara virtual, korban Sunardi menjelaskan kronologi detailnya, hingga dia memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada terdakwa. “Bagi saya ada pemerasan uang dari terdakwa. Awalnya Hambali minta uang Rp 2,5 juta, tetapi saya kasih hanya Rp 1 juta saja,” beber Sunardi.

Penyerahan uang tunai itu dilakukan di kediaman Sri Wulandari, putri dari Sunardi. “Hati saya tidak karuan. Saya ketakutan. Sebagai kades, saya ditakut-takuti dengan penggunaan DD tahun anggaran 2020 kegiatan jalan desa. Terkait proyek,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sidang kasus pemerasan oleh salah satu oknum wartawan Bondowoso kepada kepala desa (kades) di Kecamatan Wringin sudah masuk proses meja hijau. Kemarin, sidang perdana pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi dan terdakwa digelar.

Sidang siang itu digelar secara daring dari tiga lokasi berbeda. Terdakwa Hambaliyanto berada di Lapas Kelas II B Bondowoso, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso dan ketiga saksi di ruang sidang kejaksaan, sedangkan majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso.

Dalam sidang perdana agenda pembacaan dakwaan itu, Romy, JPU Kejari Bondowoso, membacakan runtutan dakwaan. Terdakwa terlibat dalam kasus pemerasan kepada Kades Ampelan, Kecamatan Wringin, pada 15 Maret 2021.

Terdakwa diduga memeras Kades Ampelan dengan meminta sejumlah uang. Bahkan, mengancam dan menakut-nakuti kades dengan berita terkait pembangunan jalan Dana Desa (DD).

Dalam sidang itu, terdakwa tak didampingi penasihat hukum. Sedangkan tiga orang saksi yang dihadirkan JPU adalah Kades Ampelan Sunardi, putri kades Sri Wulandari, dan Arif Wicaksono, Intelkam Polsek Wringin.

Di hadapan majelis hakim secara virtual, korban Sunardi menjelaskan kronologi detailnya, hingga dia memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada terdakwa. “Bagi saya ada pemerasan uang dari terdakwa. Awalnya Hambali minta uang Rp 2,5 juta, tetapi saya kasih hanya Rp 1 juta saja,” beber Sunardi.

Penyerahan uang tunai itu dilakukan di kediaman Sri Wulandari, putri dari Sunardi. “Hati saya tidak karuan. Saya ketakutan. Sebagai kades, saya ditakut-takuti dengan penggunaan DD tahun anggaran 2020 kegiatan jalan desa. Terkait proyek,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca