alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Wisata Tasnan Forest Jangan Jadi Cerita

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso punya wisata hutan pinus. Lokasinya juga tidak sampai menuju hutan, tapi dekat dengan kota. Bahkan dekat dengan Jalan Jember–Bondowoso yang lokasinya di Kecamatan Grujugan. Wisata alam yang menyejukkan hati dengan rindangnya pepohonan tersebut kondisinya tidak seperti dulu. Bisa dikatakan, wisata yang bernama Tasnan Forest tersebut mati.

Baca Juga : Pertamax Naik, Pertamini Kerap Kehabisan Stok

Wisata yang berada di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, tersebut tidak beroperasi kembali. Wisata yang juga memanfaatkan keindahan hutan itu kini menyisakan bangunan yang masih belum rampung. Pasalnya, ada dua deretan bangunan setengah jadi menjadi tidak estetik saat menikmati keindahan di sekitar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warga setempat berharap wisata yang terletak tidak jauh dari pemandian Tasnan tersebut aktif kembali. “Semoga ramai lagi seperti dulu,” ucap Kuswati, warga sekitar yang juga berjualan di lokasi wisata Tasnan Forest.

Perempuan 36 tahun ini menuturkan bahwa awalnya wisata tersebut memilik banyak peminat. Pasalnya, banyak fasilitas permainan anak-anak serta pemandangan alam yang membuat nyaman. Namun, pada akhirnya wisata tersebut vakum saat pandemi melanda. “Sejak tahun 2020 mulai sepi,” terang perempuan asal Desa Taman tersebut. Dia mengaku, dulu banyak pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar kota.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso punya wisata hutan pinus. Lokasinya juga tidak sampai menuju hutan, tapi dekat dengan kota. Bahkan dekat dengan Jalan Jember–Bondowoso yang lokasinya di Kecamatan Grujugan. Wisata alam yang menyejukkan hati dengan rindangnya pepohonan tersebut kondisinya tidak seperti dulu. Bisa dikatakan, wisata yang bernama Tasnan Forest tersebut mati.

Baca Juga : Pertamax Naik, Pertamini Kerap Kehabisan Stok

Wisata yang berada di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, tersebut tidak beroperasi kembali. Wisata yang juga memanfaatkan keindahan hutan itu kini menyisakan bangunan yang masih belum rampung. Pasalnya, ada dua deretan bangunan setengah jadi menjadi tidak estetik saat menikmati keindahan di sekitar.

Warga setempat berharap wisata yang terletak tidak jauh dari pemandian Tasnan tersebut aktif kembali. “Semoga ramai lagi seperti dulu,” ucap Kuswati, warga sekitar yang juga berjualan di lokasi wisata Tasnan Forest.

Perempuan 36 tahun ini menuturkan bahwa awalnya wisata tersebut memilik banyak peminat. Pasalnya, banyak fasilitas permainan anak-anak serta pemandangan alam yang membuat nyaman. Namun, pada akhirnya wisata tersebut vakum saat pandemi melanda. “Sejak tahun 2020 mulai sepi,” terang perempuan asal Desa Taman tersebut. Dia mengaku, dulu banyak pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar kota.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso punya wisata hutan pinus. Lokasinya juga tidak sampai menuju hutan, tapi dekat dengan kota. Bahkan dekat dengan Jalan Jember–Bondowoso yang lokasinya di Kecamatan Grujugan. Wisata alam yang menyejukkan hati dengan rindangnya pepohonan tersebut kondisinya tidak seperti dulu. Bisa dikatakan, wisata yang bernama Tasnan Forest tersebut mati.

Baca Juga : Pertamax Naik, Pertamini Kerap Kehabisan Stok

Wisata yang berada di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, tersebut tidak beroperasi kembali. Wisata yang juga memanfaatkan keindahan hutan itu kini menyisakan bangunan yang masih belum rampung. Pasalnya, ada dua deretan bangunan setengah jadi menjadi tidak estetik saat menikmati keindahan di sekitar.

Warga setempat berharap wisata yang terletak tidak jauh dari pemandian Tasnan tersebut aktif kembali. “Semoga ramai lagi seperti dulu,” ucap Kuswati, warga sekitar yang juga berjualan di lokasi wisata Tasnan Forest.

Perempuan 36 tahun ini menuturkan bahwa awalnya wisata tersebut memilik banyak peminat. Pasalnya, banyak fasilitas permainan anak-anak serta pemandangan alam yang membuat nyaman. Namun, pada akhirnya wisata tersebut vakum saat pandemi melanda. “Sejak tahun 2020 mulai sepi,” terang perempuan asal Desa Taman tersebut. Dia mengaku, dulu banyak pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar kota.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/