alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Senang Berlari Sekaligus Berwisata

Olahraga sembari menikmati keindahan pemandangan alam menjadi hobi bagi Santih. Tak heran jika sport enthusiast asal Jakarta ini mengikuti semua series Geopark Run. Sabtu-Minggu, kemarin, dia mengikuti Ijen Geopark Run Exhibition. Seperti apa kisahnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada 10 pelari yang diundang khusus dalam Ijen Geopark Run Exhibition. Mereka diundang oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Mereka disebut Georunners. Menariknya, mereka datang dari berbagai latar belakang. Mulai dari ibu rumah tangga, karyawan swasta, hingga pengusaha.

Salah satunya Santih Gunawan. Perempuan yang merupakan sport enthusiast ini sudah mengikuti berbagai lomba lari. Bahkan, lomba lari kelas ultra (jarak jauh) sudah banyak diikutinya. Sampai ke Malaysia dan Hongkong.

Dalam negeri, perempuan asal Jakarta ini pernah turut serta dalam lomba lari Lintas Sumbawa sejauh 320 kilometer dengan waktu tempuh 68 jam. Santih berhasil menyabet juara 3 dalam kejuaraan itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam Geopark Run Series, Santih mengikuti rangkaian sedari awal. Mulai dari Minang Geopark Run 2019, Alas Purwo Geopark Green Run 2019, dan Ciletuh Geopark Run Exhibition 2020. “Saya ikut Geopark Run Series ini memang dari awal,” kata Santih.

Sebelum terbang dari Jakarta ke Bondowoso, Santih mengaku sudah menyiapkan kondisi fisiknya. “Sebelum event ini, sejak bulan Maret kemarin saya tetap berlatih rutin. Saya melatih endurance (ketahanan, Red) berlari 21 kilometer setiap hari selama 30 hari berturut-turut,” ucapnya, setelah mengikuti konferensi pers di Hotel Arabica Ijen.

Bahkan, bulan Agustus mendatang, Santih sudah bersiap terbang ke Prancis. Guna mengikuti lomba lari jarak jauh ultra sejauh 100 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih enam jam. “Jadi, prepare-nya dari sekarang. Termasuk ikut Ijen Geopark Run Exhibition ini juga masuk persiapan saya,” jelas perempuan berusia 44 tahun ini.

Pengalaman Santih ikut dalam Geopark Run Series memang menjadi hobi tersendiri baginya. Apalagi, hobi berlari dipadukan dengan travelling. “Sebenarnya ikut Geopark Run Series ini saya suka berlari sekaligus berwisata. Karena menurut saya, dengan adanya event seperti ini bisa, mendatangkan wisatawan lokal ataupun mancanegara untuk mengenalkan wisata yang ada,” beber Santih.

Menurut Santih, kekayaan wisata alam Indonesia tak kalah dengan luar negeri. Namun, wisata alam Indonesia masih belum banyak terekspos dan kurang promosi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada 10 pelari yang diundang khusus dalam Ijen Geopark Run Exhibition. Mereka diundang oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Mereka disebut Georunners. Menariknya, mereka datang dari berbagai latar belakang. Mulai dari ibu rumah tangga, karyawan swasta, hingga pengusaha.

Salah satunya Santih Gunawan. Perempuan yang merupakan sport enthusiast ini sudah mengikuti berbagai lomba lari. Bahkan, lomba lari kelas ultra (jarak jauh) sudah banyak diikutinya. Sampai ke Malaysia dan Hongkong.

Dalam negeri, perempuan asal Jakarta ini pernah turut serta dalam lomba lari Lintas Sumbawa sejauh 320 kilometer dengan waktu tempuh 68 jam. Santih berhasil menyabet juara 3 dalam kejuaraan itu.

Dalam Geopark Run Series, Santih mengikuti rangkaian sedari awal. Mulai dari Minang Geopark Run 2019, Alas Purwo Geopark Green Run 2019, dan Ciletuh Geopark Run Exhibition 2020. “Saya ikut Geopark Run Series ini memang dari awal,” kata Santih.

Sebelum terbang dari Jakarta ke Bondowoso, Santih mengaku sudah menyiapkan kondisi fisiknya. “Sebelum event ini, sejak bulan Maret kemarin saya tetap berlatih rutin. Saya melatih endurance (ketahanan, Red) berlari 21 kilometer setiap hari selama 30 hari berturut-turut,” ucapnya, setelah mengikuti konferensi pers di Hotel Arabica Ijen.

Bahkan, bulan Agustus mendatang, Santih sudah bersiap terbang ke Prancis. Guna mengikuti lomba lari jarak jauh ultra sejauh 100 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih enam jam. “Jadi, prepare-nya dari sekarang. Termasuk ikut Ijen Geopark Run Exhibition ini juga masuk persiapan saya,” jelas perempuan berusia 44 tahun ini.

Pengalaman Santih ikut dalam Geopark Run Series memang menjadi hobi tersendiri baginya. Apalagi, hobi berlari dipadukan dengan travelling. “Sebenarnya ikut Geopark Run Series ini saya suka berlari sekaligus berwisata. Karena menurut saya, dengan adanya event seperti ini bisa, mendatangkan wisatawan lokal ataupun mancanegara untuk mengenalkan wisata yang ada,” beber Santih.

Menurut Santih, kekayaan wisata alam Indonesia tak kalah dengan luar negeri. Namun, wisata alam Indonesia masih belum banyak terekspos dan kurang promosi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada 10 pelari yang diundang khusus dalam Ijen Geopark Run Exhibition. Mereka diundang oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Mereka disebut Georunners. Menariknya, mereka datang dari berbagai latar belakang. Mulai dari ibu rumah tangga, karyawan swasta, hingga pengusaha.

Salah satunya Santih Gunawan. Perempuan yang merupakan sport enthusiast ini sudah mengikuti berbagai lomba lari. Bahkan, lomba lari kelas ultra (jarak jauh) sudah banyak diikutinya. Sampai ke Malaysia dan Hongkong.

Dalam negeri, perempuan asal Jakarta ini pernah turut serta dalam lomba lari Lintas Sumbawa sejauh 320 kilometer dengan waktu tempuh 68 jam. Santih berhasil menyabet juara 3 dalam kejuaraan itu.

Dalam Geopark Run Series, Santih mengikuti rangkaian sedari awal. Mulai dari Minang Geopark Run 2019, Alas Purwo Geopark Green Run 2019, dan Ciletuh Geopark Run Exhibition 2020. “Saya ikut Geopark Run Series ini memang dari awal,” kata Santih.

Sebelum terbang dari Jakarta ke Bondowoso, Santih mengaku sudah menyiapkan kondisi fisiknya. “Sebelum event ini, sejak bulan Maret kemarin saya tetap berlatih rutin. Saya melatih endurance (ketahanan, Red) berlari 21 kilometer setiap hari selama 30 hari berturut-turut,” ucapnya, setelah mengikuti konferensi pers di Hotel Arabica Ijen.

Bahkan, bulan Agustus mendatang, Santih sudah bersiap terbang ke Prancis. Guna mengikuti lomba lari jarak jauh ultra sejauh 100 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih enam jam. “Jadi, prepare-nya dari sekarang. Termasuk ikut Ijen Geopark Run Exhibition ini juga masuk persiapan saya,” jelas perempuan berusia 44 tahun ini.

Pengalaman Santih ikut dalam Geopark Run Series memang menjadi hobi tersendiri baginya. Apalagi, hobi berlari dipadukan dengan travelling. “Sebenarnya ikut Geopark Run Series ini saya suka berlari sekaligus berwisata. Karena menurut saya, dengan adanya event seperti ini bisa, mendatangkan wisatawan lokal ataupun mancanegara untuk mengenalkan wisata yang ada,” beber Santih.

Menurut Santih, kekayaan wisata alam Indonesia tak kalah dengan luar negeri. Namun, wisata alam Indonesia masih belum banyak terekspos dan kurang promosi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/