alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Santri Sukorejo Pulang Berjamaah

Dipastikan Sehat, Baru Bertemu Keluarga

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mendekati liburan bulan Ramadan, sejumlah santri dari berbagai pondok pesantren mulai dipulangkan. Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, misalnya. Ribuan santri mulai dipulangkan ke daerahnya masing-masing menggunakan bus khusus santri. Pemulangan tersebut dimulai sejak Sabtu (3/4) untuk santri putra. Serta Minggu (4/4) untuk para santri putri.

Tak luput, santri yang berasal dari Kabupaten Bondowoso juga dipulangkan secara berjamaah. Para orang tua santri bisa menjemput anaknya di titik yang sudah ditetapkan. Ada beberapa titik penjemputan santri. Salah satunya di Gedung Graha NU Bondowoso.
Para santri yang dijemput di tempat itu berasal dari berbagai kecamatan. Di antaranya santri dari Kecamatan Tegal Ampel, Curahdami, Binakal, Wringin, dan Pakem.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebelum turun dari kendaraan, barang bawaan para santri yang dipulangkan akan disemprot cairan disinfektan oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Kemudian, setelah turun dari bus, mereka juga akan disemprot cairan disinfektan khusus manusia. Tidak sampai di situ, mereka juga masih dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun oleh petugas kesehatan. Hal itu bertujuan untuk memastikan para santri dalam kondisi sehat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fauzan, panitia penyambutan kepulangan santri, menyampaikan bahwa pemulangan santri ini merupakan ketentuan dari pesantren untuk pulang berjamaah. Baik untuk santri putra maupun putri. Agenda tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Kami sudah menggunakan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso,” tegas Fauzan, ketika dikonfirmasi saat pemulangan santri putri, kemarin. Pihaknya bekerja sama dengan kepolisian, BPBD, serta Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Wakapolsek Kota Bondowoso Iptu Sugito menyampaikan, pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk mengamankan agenda pemulangan tersebut. Harapannya, pelaksanaan agenda itu berjalan dengan lancar serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dijelaskannya, sebelum bertemu dengan orang tuanya dan kembali ke rumahnya masing-masing, para santri akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan tadi. Kemudian, dicek suhu tubuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mendekati liburan bulan Ramadan, sejumlah santri dari berbagai pondok pesantren mulai dipulangkan. Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, misalnya. Ribuan santri mulai dipulangkan ke daerahnya masing-masing menggunakan bus khusus santri. Pemulangan tersebut dimulai sejak Sabtu (3/4) untuk santri putra. Serta Minggu (4/4) untuk para santri putri.

Tak luput, santri yang berasal dari Kabupaten Bondowoso juga dipulangkan secara berjamaah. Para orang tua santri bisa menjemput anaknya di titik yang sudah ditetapkan. Ada beberapa titik penjemputan santri. Salah satunya di Gedung Graha NU Bondowoso.
Para santri yang dijemput di tempat itu berasal dari berbagai kecamatan. Di antaranya santri dari Kecamatan Tegal Ampel, Curahdami, Binakal, Wringin, dan Pakem.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebelum turun dari kendaraan, barang bawaan para santri yang dipulangkan akan disemprot cairan disinfektan oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Kemudian, setelah turun dari bus, mereka juga akan disemprot cairan disinfektan khusus manusia. Tidak sampai di situ, mereka juga masih dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun oleh petugas kesehatan. Hal itu bertujuan untuk memastikan para santri dalam kondisi sehat.

Fauzan, panitia penyambutan kepulangan santri, menyampaikan bahwa pemulangan santri ini merupakan ketentuan dari pesantren untuk pulang berjamaah. Baik untuk santri putra maupun putri. Agenda tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Kami sudah menggunakan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso,” tegas Fauzan, ketika dikonfirmasi saat pemulangan santri putri, kemarin. Pihaknya bekerja sama dengan kepolisian, BPBD, serta Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Wakapolsek Kota Bondowoso Iptu Sugito menyampaikan, pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk mengamankan agenda pemulangan tersebut. Harapannya, pelaksanaan agenda itu berjalan dengan lancar serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dijelaskannya, sebelum bertemu dengan orang tuanya dan kembali ke rumahnya masing-masing, para santri akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan tadi. Kemudian, dicek suhu tubuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mendekati liburan bulan Ramadan, sejumlah santri dari berbagai pondok pesantren mulai dipulangkan. Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, misalnya. Ribuan santri mulai dipulangkan ke daerahnya masing-masing menggunakan bus khusus santri. Pemulangan tersebut dimulai sejak Sabtu (3/4) untuk santri putra. Serta Minggu (4/4) untuk para santri putri.

Tak luput, santri yang berasal dari Kabupaten Bondowoso juga dipulangkan secara berjamaah. Para orang tua santri bisa menjemput anaknya di titik yang sudah ditetapkan. Ada beberapa titik penjemputan santri. Salah satunya di Gedung Graha NU Bondowoso.
Para santri yang dijemput di tempat itu berasal dari berbagai kecamatan. Di antaranya santri dari Kecamatan Tegal Ampel, Curahdami, Binakal, Wringin, dan Pakem.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebelum turun dari kendaraan, barang bawaan para santri yang dipulangkan akan disemprot cairan disinfektan oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Kemudian, setelah turun dari bus, mereka juga akan disemprot cairan disinfektan khusus manusia. Tidak sampai di situ, mereka juga masih dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun oleh petugas kesehatan. Hal itu bertujuan untuk memastikan para santri dalam kondisi sehat.

Fauzan, panitia penyambutan kepulangan santri, menyampaikan bahwa pemulangan santri ini merupakan ketentuan dari pesantren untuk pulang berjamaah. Baik untuk santri putra maupun putri. Agenda tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Kami sudah menggunakan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso,” tegas Fauzan, ketika dikonfirmasi saat pemulangan santri putri, kemarin. Pihaknya bekerja sama dengan kepolisian, BPBD, serta Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Wakapolsek Kota Bondowoso Iptu Sugito menyampaikan, pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk mengamankan agenda pemulangan tersebut. Harapannya, pelaksanaan agenda itu berjalan dengan lancar serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dijelaskannya, sebelum bertemu dengan orang tuanya dan kembali ke rumahnya masing-masing, para santri akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan tadi. Kemudian, dicek suhu tubuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/