alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Olahraga Sambil Nikmati Wisata Alam

Kebanyakan Kesengsem Panorama Alam Ijen

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bentangan alam pegunungan Kawasan Ijen sangat memanjakan mata. Suasananya masih alami dataran tinggi. Hal itu diakui puluhan pelari Ijen Geopark Run Exhibition, kemarin.

Berlari di tengah kawasan Ijen Geopark membuat mereka seakan tak lelah berlari karena hamparan keindahan alam Ijen. Total ada 50 pelari yang berpartisipasi dalam ajang kemarin. Sepuluh pelari nasional berlari dari titik start Puncak Megasari Ijen, Bondowoso, pukul 6.00 hingga finis di Pendapa Bupati Banyuwangi sekitar pukul 17.30.

Dalam perjalanan sekitar 65 kilometer itu, mereka juga ditemani para pelari lokal. Sebanyak 20 pelari lokal Bondowoso berlari dari Puncak Megasari hingga Paltuding, Ijen. Barulah pelari Banyuwangi melanjutkan etape berikutnya menuju Pendapa Bupati Banyuwangi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sepanjang perjalanan itulah, pelari nasional disuguhi titik-titik lokasi spesial terbaik kawasan Ijen. Dalam rute tersebut, para pelari disuguhi setidaknya lima titik kawasan Ijen Geopark Bondowoso. Yakni start di Puncak Megasari. Ini merupakan titik yang merupakan bentang kaldera Ijen purba.

Titik kedua, aliran lava Plalangan. Georunners bisa melihat dari sisi kanan black lava atau bongkahan batu lava berwarna hitam. Batu itu menjadi jejak letusan Ijen purba dahulu kala. Tikungan berbentuk huruf S itu juga menjadi spot foto ikonik di kawasan Ijen.

Ketiga, dilanjutkan ke Kawah Wurung. Salah satu spot yang menyuguhkan bentang alam luas. Kawah Wurung sendiri menjadi salah satu destinasi wisata favorit Bondowoso. Dengan Kawah Wurung, Bondowoso dikenal juga sebagai sebutan The Highland Paradise.
Keempat, titik Kalipait. Pelari melintasi sungai yang berasal dari limpahan air kawah Ijen ini. Seperti namanya, air di aliran sungai ini rasanya pahit. Sebab, airnya mengandung multi-element air asam pekat. Titik terakhir atau kelima, Georunners tiba di Paltuding, Kawah Ijen. Titik terakhir Ijen Geopark Run Exhibition di wilayah Bondowoso.

“Memang diakui keindahan alam Ijen Bondowoso ini alami banget. Masih natural. Jadi, rugi kalau tidak datang ke sini lagi,” kata Novita Wulandari, salah seorang peserta asal Bandung.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bentangan alam pegunungan Kawasan Ijen sangat memanjakan mata. Suasananya masih alami dataran tinggi. Hal itu diakui puluhan pelari Ijen Geopark Run Exhibition, kemarin.

Berlari di tengah kawasan Ijen Geopark membuat mereka seakan tak lelah berlari karena hamparan keindahan alam Ijen. Total ada 50 pelari yang berpartisipasi dalam ajang kemarin. Sepuluh pelari nasional berlari dari titik start Puncak Megasari Ijen, Bondowoso, pukul 6.00 hingga finis di Pendapa Bupati Banyuwangi sekitar pukul 17.30.

Dalam perjalanan sekitar 65 kilometer itu, mereka juga ditemani para pelari lokal. Sebanyak 20 pelari lokal Bondowoso berlari dari Puncak Megasari hingga Paltuding, Ijen. Barulah pelari Banyuwangi melanjutkan etape berikutnya menuju Pendapa Bupati Banyuwangi.

Sepanjang perjalanan itulah, pelari nasional disuguhi titik-titik lokasi spesial terbaik kawasan Ijen. Dalam rute tersebut, para pelari disuguhi setidaknya lima titik kawasan Ijen Geopark Bondowoso. Yakni start di Puncak Megasari. Ini merupakan titik yang merupakan bentang kaldera Ijen purba.

Titik kedua, aliran lava Plalangan. Georunners bisa melihat dari sisi kanan black lava atau bongkahan batu lava berwarna hitam. Batu itu menjadi jejak letusan Ijen purba dahulu kala. Tikungan berbentuk huruf S itu juga menjadi spot foto ikonik di kawasan Ijen.

Ketiga, dilanjutkan ke Kawah Wurung. Salah satu spot yang menyuguhkan bentang alam luas. Kawah Wurung sendiri menjadi salah satu destinasi wisata favorit Bondowoso. Dengan Kawah Wurung, Bondowoso dikenal juga sebagai sebutan The Highland Paradise.
Keempat, titik Kalipait. Pelari melintasi sungai yang berasal dari limpahan air kawah Ijen ini. Seperti namanya, air di aliran sungai ini rasanya pahit. Sebab, airnya mengandung multi-element air asam pekat. Titik terakhir atau kelima, Georunners tiba di Paltuding, Kawah Ijen. Titik terakhir Ijen Geopark Run Exhibition di wilayah Bondowoso.

“Memang diakui keindahan alam Ijen Bondowoso ini alami banget. Masih natural. Jadi, rugi kalau tidak datang ke sini lagi,” kata Novita Wulandari, salah seorang peserta asal Bandung.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bentangan alam pegunungan Kawasan Ijen sangat memanjakan mata. Suasananya masih alami dataran tinggi. Hal itu diakui puluhan pelari Ijen Geopark Run Exhibition, kemarin.

Berlari di tengah kawasan Ijen Geopark membuat mereka seakan tak lelah berlari karena hamparan keindahan alam Ijen. Total ada 50 pelari yang berpartisipasi dalam ajang kemarin. Sepuluh pelari nasional berlari dari titik start Puncak Megasari Ijen, Bondowoso, pukul 6.00 hingga finis di Pendapa Bupati Banyuwangi sekitar pukul 17.30.

Dalam perjalanan sekitar 65 kilometer itu, mereka juga ditemani para pelari lokal. Sebanyak 20 pelari lokal Bondowoso berlari dari Puncak Megasari hingga Paltuding, Ijen. Barulah pelari Banyuwangi melanjutkan etape berikutnya menuju Pendapa Bupati Banyuwangi.

Sepanjang perjalanan itulah, pelari nasional disuguhi titik-titik lokasi spesial terbaik kawasan Ijen. Dalam rute tersebut, para pelari disuguhi setidaknya lima titik kawasan Ijen Geopark Bondowoso. Yakni start di Puncak Megasari. Ini merupakan titik yang merupakan bentang kaldera Ijen purba.

Titik kedua, aliran lava Plalangan. Georunners bisa melihat dari sisi kanan black lava atau bongkahan batu lava berwarna hitam. Batu itu menjadi jejak letusan Ijen purba dahulu kala. Tikungan berbentuk huruf S itu juga menjadi spot foto ikonik di kawasan Ijen.

Ketiga, dilanjutkan ke Kawah Wurung. Salah satu spot yang menyuguhkan bentang alam luas. Kawah Wurung sendiri menjadi salah satu destinasi wisata favorit Bondowoso. Dengan Kawah Wurung, Bondowoso dikenal juga sebagai sebutan The Highland Paradise.
Keempat, titik Kalipait. Pelari melintasi sungai yang berasal dari limpahan air kawah Ijen ini. Seperti namanya, air di aliran sungai ini rasanya pahit. Sebab, airnya mengandung multi-element air asam pekat. Titik terakhir atau kelima, Georunners tiba di Paltuding, Kawah Ijen. Titik terakhir Ijen Geopark Run Exhibition di wilayah Bondowoso.

“Memang diakui keindahan alam Ijen Bondowoso ini alami banget. Masih natural. Jadi, rugi kalau tidak datang ke sini lagi,” kata Novita Wulandari, salah seorang peserta asal Bandung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/