alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Instruksikan ASN Bayar Zakat Tepat Waktu

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki potensi zakat sejumlah Rp 6 miliar. Tapi, dalam pelaksanaannya hanya terealisasi sebanyak Rp 1 miliar saja. Hal ini diungkapkan kala acara tasyakuran dan silaturahmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di pendapa bupati, kemarin (3/2) pagi.

Karenanya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menginstruksikan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Ki Ronggo untuk membayar zakat. Salwa mengatakan, Baznas Kabupaten Bondowoso merupakan lembaga yang memiliki tugas dan wewenang untuk mengelola zakat. Hal tersebut sudah sesuai dengan regulasi yang ada, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Zakat. “Pengelolaan zakat di Bondowoso sendiri telah dimulai sejak tahun 2010 lalu,” katanya.

Keberadaannya dianggap mendukung program-program pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Bondowoso, yakni Bondowoso Melesat. Selain itu, Baznas juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Utamanya dalam upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh sebab itu, Salwa menginstruksikan kepada seluruh ASN di lingkungan pemkab untuk membayar zakat secara langsung. Terlebih, pemerintah juga sudah melakukan upaya optimalisasi pengumpulan dana zakat pada bidang profesi. Hal tersebut terbukti dari adanya unit pengumpulan zakat (UPZ) yang tersebar di setiap instansi. “Mari sadarkan diri kita maupun karyawan di kantor masing-masing untuk memberikan pemahaman yang benar. Diberi kesadaran untuk membayar zakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Bondowoso KH Junaidi Mu’thi mengatakan, melihat potensi zakat yang cukup besar, yakni Rp 6 miliar, dari ASN tapi hanya bisa terkumpul Rp 1 miliar saja, pihaknya berharap bupati selalu memberikan dorongan kepada ASN maupun masyarakat.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki potensi zakat sejumlah Rp 6 miliar. Tapi, dalam pelaksanaannya hanya terealisasi sebanyak Rp 1 miliar saja. Hal ini diungkapkan kala acara tasyakuran dan silaturahmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di pendapa bupati, kemarin (3/2) pagi.

Karenanya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menginstruksikan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Ki Ronggo untuk membayar zakat. Salwa mengatakan, Baznas Kabupaten Bondowoso merupakan lembaga yang memiliki tugas dan wewenang untuk mengelola zakat. Hal tersebut sudah sesuai dengan regulasi yang ada, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Zakat. “Pengelolaan zakat di Bondowoso sendiri telah dimulai sejak tahun 2010 lalu,” katanya.

Keberadaannya dianggap mendukung program-program pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Bondowoso, yakni Bondowoso Melesat. Selain itu, Baznas juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Utamanya dalam upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di Bondowoso.

Oleh sebab itu, Salwa menginstruksikan kepada seluruh ASN di lingkungan pemkab untuk membayar zakat secara langsung. Terlebih, pemerintah juga sudah melakukan upaya optimalisasi pengumpulan dana zakat pada bidang profesi. Hal tersebut terbukti dari adanya unit pengumpulan zakat (UPZ) yang tersebar di setiap instansi. “Mari sadarkan diri kita maupun karyawan di kantor masing-masing untuk memberikan pemahaman yang benar. Diberi kesadaran untuk membayar zakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Bondowoso KH Junaidi Mu’thi mengatakan, melihat potensi zakat yang cukup besar, yakni Rp 6 miliar, dari ASN tapi hanya bisa terkumpul Rp 1 miliar saja, pihaknya berharap bupati selalu memberikan dorongan kepada ASN maupun masyarakat.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memiliki potensi zakat sejumlah Rp 6 miliar. Tapi, dalam pelaksanaannya hanya terealisasi sebanyak Rp 1 miliar saja. Hal ini diungkapkan kala acara tasyakuran dan silaturahmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di pendapa bupati, kemarin (3/2) pagi.

Karenanya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menginstruksikan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Ki Ronggo untuk membayar zakat. Salwa mengatakan, Baznas Kabupaten Bondowoso merupakan lembaga yang memiliki tugas dan wewenang untuk mengelola zakat. Hal tersebut sudah sesuai dengan regulasi yang ada, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Zakat. “Pengelolaan zakat di Bondowoso sendiri telah dimulai sejak tahun 2010 lalu,” katanya.

Keberadaannya dianggap mendukung program-program pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Bondowoso, yakni Bondowoso Melesat. Selain itu, Baznas juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Utamanya dalam upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di Bondowoso.

Oleh sebab itu, Salwa menginstruksikan kepada seluruh ASN di lingkungan pemkab untuk membayar zakat secara langsung. Terlebih, pemerintah juga sudah melakukan upaya optimalisasi pengumpulan dana zakat pada bidang profesi. Hal tersebut terbukti dari adanya unit pengumpulan zakat (UPZ) yang tersebar di setiap instansi. “Mari sadarkan diri kita maupun karyawan di kantor masing-masing untuk memberikan pemahaman yang benar. Diberi kesadaran untuk membayar zakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Bondowoso KH Junaidi Mu’thi mengatakan, melihat potensi zakat yang cukup besar, yakni Rp 6 miliar, dari ASN tapi hanya bisa terkumpul Rp 1 miliar saja, pihaknya berharap bupati selalu memberikan dorongan kepada ASN maupun masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/